Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

KUIKHLASKAN WALAU CINTAKU LEBAM MEMBIRU

Air mataku perlahan menetes. Kusaksikan dengan kedua bola mataku dia, penghulu, wali dan saksi saling berhadap-hadapan. Dengan satu tarikan nafas lancar diucapnya. Diiringi kalimat sah yang menggema ia menghela nafas lega.
"Alhamdulillah," katanya.
Dia tidak akan tahu bagaimana rasanya berada di posisiku. Ikhlaskan saja batinku dalam hati. Aku mengusap air mataku dan tersenyum. Ini salahku. Aku sempat ragu dan memilih diam. Andai saja waktu itu aku mengatakan sesuatu atau bahasa lain. Mungkin lewat isyarat anggukan kepala atau penolakan halus, aku pasti tak akan semenyesal ini.
Mempelai wanita keluar dan menghampirinya. Si wanita menitikkan air mata haru. Ia menjabat dan mencium tangan mempelai pria. Sekelibat aku tak kuasa menyaksikan dan memutuskan untuk pergi. "Kau mau kemana?" Tasya bertanya. "Aku ke toilet sebentar," jawabku. "Aku ikut," ujarnya. Tasya membuntutiku di belakang. Bagaimana ini aku ingin melarikan diri. Ingin menangis sejadi-jadinya …