Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

JANGAN BILANG LAGI ITU TERLALU TINGGI

Dering telepon jam sembilan malam membuatku gusar. Perempuan itu sendirian di sana. Ia membutuhkan bantuanku. Suara isaknya membuat nyeri dadaku. Tapi aku tak sebebas dulu, seorang perempuan lain telah di sisiku. “Kamu kenapa tidak jadi tidur, Bang?” Perempuanku berbalik dari posisi tidurnya menatapku. “Ah, iya ini tadi ada telepon.” Aku meletakkan handphone-ku ke meja. “Dari siapa, Bang?” “Dari Wulandari,” ujarku jujur. Perempuanku  terdiam. “Tapi tidak apa-apa. Aku akan tidur.” Aku menarik selimut dan menepuk bantal. Sisil menggenggam tanganku. “Bang, wajahmu tidak berkata demikian. Kau terlihat gusar. Apa dia ada masalah?” tanyamu meneduhkan. “Dia baru saja mengalami masalah. Dia sendirian. Dia tidak akan meneleponku jika ia bisa memecahkannya sendiri.” “Lalu kau mau menemuinya, Bang?” Aku terdiam. Jika aku pergi bagaimana dengan perempuanku, jika aku tak pergi bagaimana dengan Wulandari yang sendiri di tempat asing. “Bang, kalau kau mau menemuinya aku tidak apa. Ia lebih mem…