Langsung ke konten utama

Kupikir Kamu



Kupikir kamu. Sekelibat menoleh ke belakang. Pada detik yang sama menatap. Lalu kupikir bukan. Kupalingkan wajahku menyusuri jalanan di luar jendela.

Kupikir itu kamu. Garis wajah yang sama. Kemeja putih lengan dilipat tujuh per delapan dengan aksen kacamata.

Kupikir itu kamu saat memiringkan wajah menatap jendela. Setengah bagian wajah tertutup bangku.

Kupikir bukan. Kau tak di sini. Tak diyakinkan. Senyuman yang bukan milikmu. Tatapan teduh khasmu tak nampak. Bukan kamu.

Melajulah, bergerak sampai pada pemberhentian. Turun. Dia kembali melaju. Wajah-wajah terlihat dari balik jendela. Bukan kamu.

Seharusnya pemberhentian ini jadi tempat menghapusmu yang tidak pasti.

3 Juni 2017

Komentar