Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Kupikir Kamu

Kupikir kamu. Sekelibat menoleh ke belakang. Pada detik yang sama menatap. Lalu kupikir bukan. Kupalingkan wajahku menyusuri jalanan di luar jendela.

Kupikir itu kamu. Garis wajah yang sama. Kemeja putih lengan dilipat tujuh per delapan dengan aksen kacamata.

Kupikir itu kamu saat memiringkan wajah menatap jendela. Setengah bagian wajah tertutup bangku.

Kupikir bukan. Kau tak di sini. Tak diyakinkan. Senyuman yang bukan milikmu. Tatapan teduh khasmu tak nampak. Bukan kamu.

Melajulah, bergerak sampai pada pemberhentian. Turun. Dia kembali melaju. Wajah-wajah terlihat dari balik jendela. Bukan kamu.

Seharusnya pemberhentian ini jadi tempat menghapusmu yang tidak pasti.

3 Juni 2017

Posong Temanggung

Satu hari libur tanggal merah di bulan Mei sebelum mulai puasa. Diajak tante ke Temanggung. Temanggung bagiku bukan kota biasa. Sebuah kota penuh cerita masa kecil, tinggal tujuh tahun dan menyimpan kenangan adik kecil yang tiada di sana. Tapi aku ke sana bukan untuk singgah ke kotanya hanya numpang lewat. Karena Posong berada di pinggir dekat perbatasan Wonosobo.
Nah, ingatan wilayah tentang Temanggung di masa kecil hanya dari rumah sampai alun-alun. Mungkin karena ada kenangan zaman duduk di taman kanak-kanak pernah ikut karnaval di sana. Tapi zaman sekarang sudah canggih tentu saja mbah google menjadi senjata utama.

Baiklah kita mulai perjalanannya dari arah semarang melewati jalan lingkar Ambarawa menembus Jambu. Selanjutnya ambil jalan tembus melewati pringsurat. Eh, lama nggak lewat sekarang sudah ada gapuranya besar. Kemajuan. Dulu patokannya pertigaan pos polisi sebelum soropadan. Sekarang lewat sampai pangling. Kalau sudah sampai bangjo belok kanan tinggal lurus terus sampai…