Langsung ke konten utama

Bolehkah Kupanggil Bang?


Kamu yang belum memiliki nama untuk kusebut. 

Bang,
Baik-baiklah kau di sana.
Jaga kesehatanmu.
Jangan lupa sholatmu.
Carilah ilmu sebanyak-banyaknya.
Sampaikanlah kelak padaku.
Sendiri dulu tak apa kutemani kau di sini.
Tidak boleh bersedih.
Tidak boleh kecewa.
Kau harus bahagia.
Tetaplah selalu tersenyum.
Apapun yang terjadi berjuanglah.
Jangan menyerah.
Nanti kita pasti bertemu.
Dipertemukan Tuhan.
Disandingkan bersama.
Jika sudah waktunya.
Tuhan belum menjawabnya sekarang.
Tak apa.

Bang,
Kubiarkan hari ini doa bertarung di langit.
Duduk manislah.
Kita lihat kisah ini.
Saksikan saja dari jauh.
Kejutan seperti apa?
Rancangan hebat apa?
Skenario kita selanjutnya apa?
Pada akhirnya setelah rangkaian panjang ini nanti kita bisa disatukan:
Pada satu tujuan yang sama.
Pada cara yang sama.
Pada hati yang sama.
Pada rumah yang sama.
Kau imamnya, aku makmumnya.
Tak ada lagi dermaga, tak ada tempat singgah.
Kau dan aku menetap saja.
Satu hati, satu rasa, satu cita.
Menuju surga-Nya.

Bang,
Tak perlu risaukan hari ini.
Kita perjuangkan bersama.
Kau di sana.
Aku di sini.
Biarlah berjalan sendiri dulu.
Berpuasa.
Untuk tidak saling kecewa mengecewakan.
Untuk tidak sakit menyakiti.
Untuk tidak ingkar mengingkari.

Bang,
Sederhana saja.
Tidak muluk-muluk.
Bangunlah pondasi sebuah keluarga harmonis, penuh cinta, bahagia.
Tidak akan ada yang terlantar dan ditelantarkan.
Tidak ada yang harus jadi korban.
Jadikan pengisi ruang satu sama lain.
Hingga tak ada yang namanya kosong.
Tak ada salah menyalahkan.
Tak ada kata perpisahan.
Harap senyumanmu selalu mengembang menenangkan.
Kaulah yang pegang kendalinya.
Jika kau baik, aku baik.
Itu saja.

Bang,
Allah selalu baik padaku.
Ia kirimkan penjaga, pengingat untukku.
Tenanglah.
Jangan kau khawatirkan aku.
Aku baik-baik saja.
Allah selalu membantuku.
Masih bisa diatasi bosanku.
Masih bisa diatasi gundahku.
Masih bisa diatasi kegalauanku.

Bang,
Semoga sibukmu sibukku jalan kita untuk bersama.
Jangan lupa pulang.
Perantauanmu sudah panjang bukan.

Bang,
Ini bukan karena lelah.
Bukan pula mengadu.
Hanya sebuah pengingat untukmu.
Jangan lupa di masa depanmu:
Ada aku.

Komentar