Langsung ke konten utama

Biar



Langit pun muram seolah tahu.
Hujan pun menangis menggenggam sebilah tanya.
Mendung gelap mencekam.
Seolah terowongan panjang membentang tak ada yang datang.
Rongga dada dipenuhi sesak.
Terjerembab tersungkur dalam kakimu tak bisa tegak.
Lempar saja.
Remukan.
Biar semakin panjang rintih sakitmu.
Penggap.
Biar, biar kaki-kaki tahu.
Jeritan tidak membiarkan semuanya berlalu.
Biar, biar tangan-tangan mengadah mengadu.
Tidak ada yang datang.

Ini bukan drama.
Kau bukanlah tokoh utama.
Jangan bertanya, jangan menanya.
Tidak ada yang datang.
Kau tahu juga.
Pergi saja.
Biar remuk.
Seremuk-remuknya.
Biar retak sejadi-jadinya.
Barulah kau tahu tersenyum menyimpan banyak makna.


Komentar