Langsung ke konten utama

Tidak Ada Kau Hari Ini



Malam panjang yang berubah gelap. Kutidurkan badanku dengan tenang nyatanya pikirku kemana-mana. Kulihat potretmu di layar. Tiba-tiba teringat tentangmu yang tak bisa tidur tengah malam dan mengajakku bercanda lewat telepon. Kusuruh kau mematikan lampu agar bisa cepat tidur. Kini aku sendiri yang mencobanya, gelap ternyata. Aku baru tahu jika gelap di kamar tapi di luar terang bintang di langitpun tak nampak. Pantas sering kau keluhkan saranku untuk menghitung jumlah bintang lewat jendelamu. Tapi nyatanya aku bisa terlelap dalam, ketika terbangun sudah berganti hari. 

Tak ada ucapan selamat pagi. Tidak lagi ada suara melengking di telinga manja. Tidak ada lagi ucapan manis selamat bekerja. Tak lagi ada wajah ceria pengisi rongga di dada yang getarannya menumbuhkan senyum manis di bibirku.
Pagi hari seperti biasanya aku harus tetap bekerja. Jalanan yang kulewati terasa asing. Canda tawa biasanya menggema di sepanjang jalan bersamamu. Kini jalan pun ikut bisu. Aku dan langkahku ditenangkannya. Burung berkicau menghiburku. Rasanya ia benar-benar tahu perasaanku. Hancur.

Sepasang kucing liar berkejaran mengingatkanku padamu yang dulu sering memberinya makan. Kucing itu kini mengikutiku meminta makan. Bagaimana kujelaskan pada mereka aku tidak memiliki cinta lagi. Kau sudah pergi jadi mungkin kau takkan datang memberi makan mereka. Haruskah kusuruh mereka melupakanmu juga? Mungkin kucing itu akan tertawa. Mereka tak begitu mengenalmu sepertiku. Mereka masih bisa hidup, mencari makan sendiri atau bersama yang lain. Mereka lebih kuat daripada aku. 

Kulihat embun pagi di daun terlihat masih segar. Sesegar ingatanku padamu yang masih bertahan. Masih saja terlintas caramu tertawa, caramu bicara dan caramu menggoda. Tidak, tidak akan ada lagi cerita lucu rangkuman perjalanan sepanjang harimu. Tidak ada lagi rengekanmu meminta berkelana bersama. Tidak terlihat lagi senyum lesung pipi merah merona. Tidak kudengar lagi rangkaian kata dari kutipan buku yang kau baca. Tidak ada lagi tambahan bawang goreng di piring ketika makan bersama. Tidak ada lagi botol saus di meja makan. Tak ada lagi kotak bekal darimu. Tak ada lagi kudengar kata cinta. Tidak ada lagi kalimat rindu lewat pesan gambarmu atau video dari rumahmu. Meski kutunggu dering telepon tak ada lagi namamu di layarku. 

Satu hari berlalu, satu minggu sudah tidak ada kau di hidupku. Tidak ada semenjak kau melangkah pergi. Kupikir kau akan tinggal denganku di dermaga tapi ternyata dermaga ini hanyalah tempat singgahmu. Kau berlayar lagi. 

Aku membuka akun medsosmu. Kulihat potretmu. Bahagia bersanding dengannya. 
Aku memutuskan untuk men-delete semua akunmu dari hidupku. Aku membuka handphoneku, mencabut sim card dan mematahkannya. Kuformat kartu memoriku agar tak ada yang tersisa. Setidaknya kau tak akan mengusik pikiranku lagi. Kubuang patahan sim card ke tong sampah. Semudah kau meninggalkanku, semudah ini pula aku harus membuangmu dari hidupku. Pertempuran ini tidak ada yang menang, tidak ada yang kalah. Pada akhirnya kita tetap harus lanjut hidup sendiri-sendiri.

Jika harus kujelaskan aku pernah sempat bahagia memilikimu, menjagamu. Tapi jika bisa kujelaskan kali ini aku tidak pernah menyesal bersamamu, hanya ketika kau pergi dengan cepat seketika itu aku juga harus beranjak segera.

----------------------------------
Bagai matahari dan bulan purnama
Aku dan dirimu tak lagi bersama
Di malam yang dingin penuh bintang-bintang
Kulihat potretmu dengan lain orang 
Kau dengan bangga beritahukan dunia kini kau miliknya
Oh, bila memang kau sudah lupakanku 
Kan kurelakan sampaikan saja salamku untuk kekasihmu yang baru
Yang lebih menyayangimu
yang lebih baik dariku
yang lebih bisa buat kau bahagia
Meski berat hati melihatmu pergi
semoga dialah cinta yang kau cari
Sebenarnya aku sudah tahu
sejak kita masih bersama
kau sudah dengannya (RAN feat Kahitna)


Komentar