Langsung ke konten utama

Mangrove Edu Park Semarang, Yeah!

Sebelumnya berterima kasih sama Allah yang mengabulkan impian kecilku. Mendatangi mangrove di Semarang. Mangrove ini masuk dalam catatan kecil resolusi 2014. Berawal dari buka-buka medsos ya ada juga yang hijau-hijau di Semarang. Letaknya sih cuma di samping bandara Ahmad Yani tapi 2014 pernah mencari turun di parkiran keliling bandara belum menemukan tanda-tanda jalan menuju ke sana yang ada forbidden di larang masuk. Setelah parkiran bandara penuh dan disuruh keliling ke pangkalan taksi barulah terlihat plang "Pantai Maron" di dekat rel kereta api. Langsung doa di tempat Ya Allah aku pengen ke situ. Konon katanya letak ini mangrove dekat dengan Pantai Maron. Ternyata ini mangrove dulu baru Pantai Maron. 

Jalan menuju ini mangrove kalau kendaraan roda dua bisa lewat Jl. Jembawan sebelum Taman Makam Pahlawan kalau dari arah Kendal. Kalau kesulitan ada petunjuk terpampang di jalan SMK Penerbangan. Berhubung kami dari arah Semarang Kota kisah indah terjadi. Kami dari Tugu Muda lewat Pasar Bulu dan naik fly over lihat itu petunjuk Jl. Jembawan cari putaran. Sebenernya bisa putar di bangjo karena lalu lintas ramai temen yang di depan lurus saja. Giliran ada belokan dilarang putar balik. Ada bangjo lagi posisi kami di tengah badan jalan terpepet kendaraan lain. Akhirnya pasrah kami putar balik hampir sampai Terminal Mangkang. HAHA

Akhirnya setelah melewati beberapa traffic light papan baleho besar dekat halte busway dan tulisan SMK Penerbangan kami belok kiri dan lurus terus sampai bertemu jembatan dan rel. Terlihat plang Pantai Maron ke kiri. Mangrove Edu Park 3 km. Mulailah kami memasuki zona jalan kritis. Ini Jawa lho, samping bandara masih ada ternyata jalan beginian seperti jalan kebun di Kalimantan. 

Beberapa kali hampir terpeleset saat badan jalan berubah menjadi lumpur semua dan tidak ada pilihan lain karena itu jalan satu-satunya. Beruntung hanya sepatu kami yang terkena lumpur. Mungkin sekitar 1,5 km kami semacam ada pos kami membayar Rp 5.000,- dan diberi karcis ternyata untuk biaya parkir. Lalu kami menempuh sisanya dengan jalanan yang sama penuh doa selamat sampai tujuan.


Akhirnya kami sampai di mangrove edu park. Kami masuk setelah membayar Rp 5.000,- di loket. Begitu masuk langsung disambut gardu pandang warna putih biru. Berhubung banyak orang kami memilih berjalan-jalan sejenak. Jalan mangrove ini dari potongan batang bambu yang disusun berjajar. Bagusnya nggak merusak sepatu seperti di mangrove PIK Jakarta. Tapi tetap harus berhati-hati ada beberapa yang njlebos dan mengagetkan ketika diinjak.


Setelah putar-putar kami kehausan ternyata disediakan warung dan pondok-pondok kecil untuk beristirahat. 



Setelah puas jepret jepret kami menarik nafas panjang dan mempersiapkan diri untuk kembali menempuh jalanan licin dan penuh tantangan. Asik kali kalau pakai Jeep atau motor trail. HAHA.
Sesama yang buta arah di Semarang sebelah situ kami bisa sampai jalan raya kembali tapi setelah naik fly over kelar sudah peta konsep bubar jalan. Lama-lama jalan yang kami lewati terasa asing. HAHA kami masuk ke jalur Terminal Terboyo-Tanjung Mas sepertinya. Mulai sadar ketika baca petunjuk arah PRPP ke kiri, maju lagi Madukoro ke kanan. Kami pun putar balik dan mencari tanda ke arah Kota. Akhirnya lewat jalan Anjasmara. Untung paham dikit-dikit daerah situ jalan aja terus akhirnya ketemu jalan raya belok kiri Taman Madukoro. Selamat. Mampir cari mushola/masjid ketemunya pom bensin. Tahu apa yang kami lakukan selain sholat HAHA membersihkan sepatu. Kerja bakti siram air sama ngelap sepatu pakai tisu. Sepatu teman warna putih udah blepotan semua, untung punyaku warna tanah. HIHI yang nggak kepikiran beli sepatu jadi beli sepatu.


Hasil dari perjalanan kami. Motor teman yang habis dicuci, butuh dicuci lagi. HAHA Maaf ya nggak bisa bantu nyuci motor kamu.
Pelajaran berharga:
- Kalau ke sana lagi jangan pas malamnya habis hujan. Walaupun ke situ pas nggak hujan malamnya hujan itu genangan air di badan jalan bikin licin dan becek. 
- Bersyukur karena punya teman cewek yang strong, bisa dikasih kesempatan melihat secara langsung keindahan alam di samping bandara, dapat pengalaman berharga sebuah kisah klasik untuk masa depan.

Sekian. Perjalanan Mencari Mangrove selesai.

Komentar