Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Mengapa Terlambat

Payung lipat yang tak berguna untuk hujan lebat disertai angin. Aku menggigil menahan dingin yang menyeruak dari balik pakaianku yang basah kuyup. Air menetes dari ujung-ujung rambutku hanya membuat suhu tubuhku semakin tak baik. Tidak akan mundur untuk kencan pertamaku. Kiara sudah terlihat di depan kedai kopi tempat janjian kami. “Ya ampun, Angga!” teriak Kiara. “Kamu basah kuyup. Seharusnya kamu bisa menelfonku dan membatalkannya.” “Tidak, Ra. Ini kencan pertama kita. Bagaimana bisa aku membatalkannya begitu saja,” jelasku seraya menggigil. “Tapi lihat diri kamu. Kau sudah menggigil tak baik untuk kesehatanmu. Bagaimana kalau kita pulang saja?” “Tidak, tidak. Setelah jauh-jauh aku ke sini dan basah kuyup? Aku tidak apa-apa. Kita masuk saja. Mungkin setelah aku membeli beberapa baju ganti di toko sebelah.” “Baiklah. Kau tunggu di sini biar aku saja yang ke toko sebelah,” katamu. “Tidak kau di sini saja. Aku yang akan membelinya sendiri dan ganti sekalian di sana. Kau di sini saj…

Tahap Perkembangan Karir

Secara teoritik tahap perkembangan karir individu dapat dikelompokkan menjadi 5 tahap perkembangan (Super, dalam Seligman, 1994).
1.Tahap Perkembangan/Pertumbuhan/Growth (Usia 4 – 13 tahun) Tahap ini terdiri dari tiga sub tahap yaitu: a.Sub Tahap Fantasi/fantasy (4 – 10 tahun) ditandai dengan minat anak berfantasi untuk menjadi individu yang diinginkan, kebutuhan dan menjalani peran. b.Sub Tahap Minat/Interest (11 – 12 Tahun) pada sub tahap ini tingkah laku yang berhubungan dengan karir mulai dipengaruhi oleh hal-hal yang menjadi kesukaannya. Hal yang disukai atau tidak disukai menjadi penentu utama aspirasi dan aktivitas. c.Sub Tahap Kapasitas /capacity (13 – 14 tahun) anak mulai mempertimbangkan kemampuan pribadi dan menaruh perhatian pada persyaratan pekerjaan yang diinginkan.
2.Tahap Eksplorasi/Exploration (14 – 24 tahun) Tahap ini terdiri dari tiga sub tahapan yaitu: a.Sub tahap Tentatif/Tentative (14 – 17 tahun) menentukan pilihan pekerjaan dengan mempertimbangkan bidang kerja dan t…

Pesona Pulau Tiban, Kendal

Iseng ikut orang tua ke sebuah pesta pernikahan di daerah Weleri, Kendal browsing tempat wisata. Pepatah berkata sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, jadi mumpung di Kendal sekalian refreshing sekeluarga. Setengah mikir mau ke Pantai Moro dengan mercusuar 40 meternya. Ya kan nggak mungkin ngajak orang tua naik mercusuar 40 meter tingginya. Bisa kebayang pasti beliau memilih nunggu di bawah. Muncullah alternatif pilihan lain Pulau Tiban di google. Mata berkilau, bersinar cerah. Langsung nyeletuk kita ke situ yuk! Mungkin bawaan dari orang tua juga kali ya suka cari-cari jalan yang belum pernah dilewati akhirnya YES bersedia.
Dari Weleri ada beberapa cara untuk sampai. Tapi berhubung selalu terlewati jalannya, akhirnya kami belok kiri di Masjid Agung Kendal, lurus sampai pertigaan terlihat papan petunjuk Kartika Jaya belok kiri, kemudian ada papan petunjuk lagi belok kanan ikuti jalan. Ada pertigaan belok kiri terlihat selamat datang desa wisata Kartika Jaya. Setelah melewati masji…

CINTA DATANG TERLAMBAT

Ini kesekian kali aku mengutuk diri, mengulas kata-kata Alin yang terngiang dalam sesal. "Asli dia itu cinta mati sama kamu. Nggak lihat dia belum pernah melakukan hal itu sama cewek lain. Cuma kamu dan sekali itu kamu tolak. Ampun Sha, hidup cuma sekali." Aku menengadah ke langit entah Tuhan mengujiku dalam bentuk apa, yang aku tahu kali ini sesal menggumpal keras dalam eratnya ingatanku. "Kamu akan menyesal melewatkan dia begitu saja. Dia punya masa depan. Jago bahasa Inggris, Matematika, rajin ibadah. Kurang apalagi? Serius kalau dia nembak aku, udah langsung iya nggak pakai lama." Aku berdiri dengan pikiran kalut selepas melihat layar handphone. Sekali lagi kalimat ajaib Alin terlintas pedas. "Jangan pernah menyesal kalau suatu saat nanti kamu jadi tertarik sama dia disaat dia sudah nggak tertarik lagi sama kamu." Wajahmu ada di layar handphoneku tanpa status pertemanan. Diam-diam ku buka timelinemu sekedar ingin tahu bagaimana hidupmu. Semenjak aku ta…

Malam Sekaten Selewatnya

Malam kora-kora mengguncang tubuh mengepung dingin udara jadi tak bersahabat
Meski tak terlilit jaket tebal di kulit tembus,
dadaku menghangat sekelibat lamunan di isi kepala

Masuki rumah hantu setan-setan menakuti dan tak ada kau di sisiku 
Hanya deretan berjajar tubuh sahabat-sahabatku, tarikan baju dan jerit suaraku yang memantul di dinding-dinding tanpa namamu 

Kau yang melengkungkan senyum berpapas denganku 
Nikmat malam sekaten selewatnya 
Kau yang hangat di dadaku cinta gila bertumbuh di kepala
Tetaplah sendiri saat ini dan temukan aku di sudut kepalamu seperti aku yang mulai mendeskripsikanmu di kepalaku untuk tidak melewatkanmu sekali lagi


Saksi bisu -- Solo, 28 Desember 2014

Pasukan Kepiting, Aku Galau

Seperti menyanyi aku telah sampai pada bait pertengahan, menunggumu muncul kembali. Kini bait pertama itu terasa seperti bagian Reff yang diulang-ulang. Duduk terdiam dengan sebuah payung digenggamanku. Aku tahu hari ini pasti hujan. Langit yang menggantung sudah murung kelam dan barangkali kau akan datang bersamaan gerimis yang mulai turun. Tapi deras.
Hatiku bersorak tak penuh. Kau pasti akan kembali menutup semua bagian yang mungkin akan basah. Lagi-lagi yang kusaksikan adalah helm silver berbalut mantel hitam. Tak apa asalkan masih bisa melihatmu.
Aku membentangkan payungku lalu membuntutimu dari belakang meskipun aku tahu kecepatan langkah kaki dan sepeda motor tidaklah sama. Bersama hujan berjalan beriringan. Kutahu hujan hanya akan menghapus jejakmu tetapi jejakmu dan jejakku bisa menyatu menjadi satu. Hanya hujanlah yang bisa membuat kita bersatu.
Kau menoleh. Kau kembali. Aku yakin itu warna mantelmu. Tapi mengapa kau berputar lagi. Kau meninggalkan motormu di tepi dan berlari…

Mangrove Edu Park Semarang, Yeah!

Sebelumnya berterima kasih sama Allah yang mengabulkan impian kecilku. Mendatangi mangrove di Semarang. Mangrove ini masuk dalam catatan kecil resolusi 2014. Berawal dari buka-buka medsos ya ada juga yang hijau-hijau di Semarang. Letaknya sih cuma di samping bandara Ahmad Yani tapi 2014 pernah mencari turun di parkiran keliling bandara belum menemukan tanda-tanda jalan menuju ke sana yang ada forbidden di larang masuk. Setelah parkiran bandara penuh dan disuruh keliling ke pangkalan taksi barulah terlihat plang "Pantai Maron" di dekat rel kereta api. Langsung doa di tempat Ya Allah aku pengen ke situ. Konon katanya letak ini mangrove dekat dengan Pantai Maron. Ternyata ini mangrove dulu baru Pantai Maron. 
Jalan menuju ini mangrove kalau kendaraan roda dua bisa lewat Jl. Jembawan sebelum Taman Makam Pahlawan kalau dari arah Kendal. Kalau kesulitan ada petunjuk terpampang di jalan SMK Penerbangan. Berhubung kami dari arah Semarang Kota kisah indah terjadi. Kami dari Tugu Mud…