Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

PERJALANAN TUJUH HARI, JAKARTA!

Kisah perjalanan tujuh hari. Berawal dari celetukan tiga sampai empat tahun yang lalu di masa silam. Jakarta. Orang pasti bertanya ngapain ke Jakarta, sama seperti orang yang saya temui selama di perjalanan kenapa nggak ke Malang, kenapa nggak ke Surabaya di daerah kan lebih bebas dari macet. Siapa bilang macet cuma ada di Jakarta di kota saya juga sering macet pada jam-jam sibuk. Tumpukan volume kendaraan merupakan hal wajar dan itu tidak hanya terjadi di Jakarta.  Akhirnya Tuhan punya rencana lain untuk mewujudkan mimpi saya. Seorang teman dekat diterima CPNS di Jakarta Selatan kira-kira mulai tahun 2015 di sana. Tiba-tiba seorang teman dekat lain mengatakan mari kita ke Jakarta. Sungguh nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan. Tidakkah indah cara Tuhan menunjukkan kemudahan? 
Hari pertama dimulai dari Stasiun Klaten fix kami mengambil kereta Jalur Selatan. YES. Kereta yang harusnya datang jam 14.56 WIB mundur sampai 15.30 WIB. Mungkin ini pertama kalinya delay kami bahagia karen…

MENGEJAR MATAHARI

Kau membantu menarik tanganku mendaki bebatuan terjal di kaki bukit. Ah, demi mengejar sunrise. “Kau lelah?” tanyamu seraya mengarahkan lampu senter ke pijakan kakiku. Aku menggeleng. “Aku masih kuat.” Aku menggenggam tanganmu erat dan mendorong tubuhku agar berat tubuhku berpindah ke depan kaki belakangku menjadi ringan. “Aku sudah janji akan membawamu ke atas bukit ini jadi bersabarlah sebentar lagi kita sampai,” katamu melegakanku. Aku yang menginginkannya maka aku pula yang harus menanggung konsekuensinya. Nafasku sudah terengah-engah tak beraturan. “Aku sudah melihat puncaknya. Kau benar,” ujarku dengan nafas tersenggal-senggal. Banyak lampu di bawah pertanda sudah aku sudah mencapai puncak bukit.  “Ini baru sebuah bukit bukan gunung. Kau seharusnya lebih latihan fisik,” ejekmu. “Oke. Untuk hal ini aku kalah. Kau pemenangnya,” kataku seraya membayangkan tanganku memegang bendera putih dan berkibar mengikuti gerakan. Kau mengamati jam tanganmu. “Sebentar lagi moment sunrise p…