Sabtu, 29 Oktober 2016

Standar Penilaian Pendidikan Terbaru

Dasar hukum Standar Penilaian Pendidikan adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 23 Tahun 2016 bahwa Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Ruang lingkup penilaian pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri atas:
1.    Penilaian hasil belajar oleh pendidik;
Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan dalam bentuk ulangan, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk:
1)   mengukur dan mengetahui pencapaian kompetensi Peserta Didik;
2)   memperbaiki proses pembelajaran; dan
3)   menyusun laporan kemajuan hasil belajar harian, tengah semester, akhir semester, akhir tahun. dan/atau kenaikan kelas.

Prosedur penilaian proses belajar dan hasil belajar oleh pendidik dilakukan dengan urutan:
1)   menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah disusun;
2)   menyusun kisi-kisi penilaian;
3)   membuat instrumen penilaian berikut pedoman penilaian;
4)   melakukan analisis kualitas instrumen;
5)   melakukan penilaian;
6)   mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil penilaian;
7)   melaporkan hasil penilaian; dan
8)     memanfaatkan laporan hasil penilaian.

Instrumen penilaian yang digunakan oleh pendidik dalam bentuk penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.

2.    Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan;  
Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai pencapaian Standar Kompetensi Lulusan untuk semua mata pelajaran. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah.

Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan digunakan untuk penentuan kelulusan dari satuan pendidikan. Satuan pendidikan menggunakan hasil penilaian oleh satuan pendidikan dan hasil penilaian oleh pendidik untuk melakukan perbaikan dan/atau penjaminan mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Dalam rangka perbaikan dan/atau penjaminan mutu pendidikan satuan pendidikan menetapkan kriteria ketuntasan minimal serta kriteria dan/atau kenaikan kelas peserta didik.

Prosedur penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan dengan mengkoordinasikan kegiatan dengan urutan:
1)   menetapkan KKM;
2)   menyusun kisi-kisi penilaian mata pelajaran;
3)   menyusun instrumen penilaian dan pedoman penskorannya;
4)   melakukan analisis kualitas instrumen;
5)   melakukan penilaian;
6)   mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil penilaian;
7)   melaporkan hasil penilaian; dan
8)   memanfaatkan laporan hasil penilaian.

Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk penilaian akhir dan/atau ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti validitas empirik.

3.    Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.
Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan dalam bentuk Ujian Nasional dan/atau bentuk lain yang diperlukan.

Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dalam bentuk Ujian Nasional digunakan sebagai dasar untuk:
1)   pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;
2)   pertimbangan seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya; dan
3)   pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Prosedur penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dengan urutan:
1)   menyusun kisi-kisi penilaian;
2)   menyusun instrumen penilaian dan pedoman penskorannya;
3)   melakukan analisis kualitas instrumen;
4)   melakukan penilaian;
5)   mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil penilaian;
6)   melaporkan hasil penilaian; dan
7)   memanfaatkan laporan hasil penilaian.

Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk UN memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, bahasa, dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antarsekolah, antardaerah, dan antartahun.


Prinsip Penilaian Hasil Beajar
Prinsip penilaian hasil belajar:
a.    sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur;
b.    objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai;
c.    adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
d.    terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;
e.    terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan;
f.     menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta didik;
g.    sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku;
h.    beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan; dan
i.     akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya.

Tahapan prosedur Penilaian Aspek Sikap, Pengetahuan dan Ketrampilan
  1. Penilaian aspek sikap dilakukan melalui tahapan:
a.    mengamati perilaku peserta didik selama pembelajaran;
b.mencatat perilaku peserta didik dengan menggunakan lembar observasi/pengamatan;
c.    menindaklanjuti hasil pengamatan; dan
d.    mendeskripsikan perilaku peserta didik.
2. Penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tahapan:
a.    menyusun perencanaan penilaian;
b.    mengembangkan instrumen penilaian;
c.    melaksanakan penilaian;
d.    memanfaatkan hasil penilaian; dan
e. melaporkan hasil penilaian dalam bentuk angka dengan skala 0-100 dan deskripsi.
3. Penilaian aspek keterampilan dilakukan melalui tahapan:
a.    menyusun perencanaan penilaian;
b.    mengembangkan instrumen penilaian;
c.    melaksanakan penilaian;
d.    memanfaatkan hasil penilaian; dan
e.    melaporkan hasil penilaian dalam bentuk angka dengan skala 0-100 dan deskripsi.


Sabtu, 22 Oktober 2016

Standar Proses Terbaru


Dasar hukum yang mengatur standar proses pendidikan terdapat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Standar Proses merupakan kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan dasar menengah untuk mencapai kompetensi lulusan.

A.   Perencanaan Pembelajaran
1.     Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan kali pertemuan atau lebih.
Komponen RPP terdiri atas:
a.    identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b.    identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c.    kelas/semester;
d.    materi pokok;
e.    alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f.     tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g.    kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h.    materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
i.   metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
j.    media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
k.  sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
l.     langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
m.  penilaian hasil pembelajaran.

2.    Prinsip Penyusunan RPP
Dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a.    Perbedaan individual peserta didik antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
b.    Partisipasi aktif peserta didik.
c.    Berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
d. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
e. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
f.     Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
g. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
h.    Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

B.    Pelaksanaan Pembelajaran
1.    Alokasi Waktu Jam Tatap Muka Pembelajaran
a.    SD/MI : 35 menit
b.    SMP/MTs : 40 menit
c.    SMA/MA : 45 menit
d.    SMK/MAK : 45 menit
  *) SDLB 30', SMPLB 35', SMALB 40' selisih 5 menit dari sekolah reguler disesuaikan dengan kondisi peserta didik berkelainan. 

2.    Rombongan belajar
Jumlah rombongan belajar per satuan pendidikan dan jumlah maksimum peserta didik dalam setiap rombongan belajar dinyatakan dalam tabel berikut:

No.
Satuan Pendidikan
Jumlah Rombongan Belajar
Jumlah Maksimum Peserta Didik Per Rombongan Belajar

1.

SDLB
6
5

2.

SMPLB
3
8

3.

SMALB
3
8


3.    Buku Teks Pelajaran
Buku teks pelajaran digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

4.    Pengelolaan Kelas dan Laboratorium
a.    Guru wajib menjadi teladan yang baik bagi peserta didik dalam menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya serta mewujudkan kerukunan dalam kehidupan bersama.
b. Guru wajib menjadi teladan bagi peserta didik dalam menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
c.    Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk peserta didik dan sumber daya lain sesuai dengan tujuan dan karakteristik proses pembelajaran.
d.  Volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik.
e.    Guru wajib menggunakan kata-kata santun, lugas dan mudah dimengerti oleh peserta didik.
f.  Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik.
g.  Guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, dan keselamatan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.
h.  Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
i. Guru mendorong dan menghargai peserta didik untuk bertanya dan mengemukakan pendapat.
j.     Guru berpakaian sopan, bersih, dan rapi.
k.    Pada tiap awal semester, guru menjelaskan kepada peserta didik silabus mata pelajaran; dan
l.     Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan.

Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP, meliputi kegiatan pendahuluan, inti dan penutup.
      1. Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru wajib:
a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
b.  memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan karakteristik dan jenjang peserta didik;
c.   mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
d.    menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
e.    menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

      2. Kegiatan Inti
Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Pemilihan pendekatan tematik dan /atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atau inkuiri dan penyingkapan (discovery) dan/atau pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning) disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan.
a. Sikap
Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu alternatif yang dipilih adalah proses afeksi mulai dari menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, hingga mengamalkan. Seluruh aktivitas pembelajaran berorientasi pada tahapan kompetensi yang mendorong peserta didik untuk melakuan aktivitas tersebut.
b. Pengetahuan
Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta. Karakteritik aktivititas belajar dalam domain pengetahuan ini memiliki perbedaan dan kesamaan dengan aktivitas belajar dalam domain keterampilan. Untuk memperkuat pendekatan saintifik, tematik terpadu, dan tematik sangat disarankan untuk menerapkan belajar berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong peserta didik menghasilkan karya kreatif dan kontekstual, baik individual maupun kelompok, disarankan yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).
c. Keterampilan
          Keterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Seluruh isi materi (topik dan sub topik) mata pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus mendorong peserta didik untuk melakukan proses pengamatan hingga penciptaan. Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlu melakukan pembelajaran yang menerapkan modus belajar berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning) dan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).

        3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru bersama peserta didik baik secara individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:
1)   seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung;
2)   memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
3)   melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas individual maupun kelompok; dan
4)   menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.


Sabtu, 15 Oktober 2016

20 Minutes




Kau berlari ke arahku bukan hanya untuk memberikan senyuman. Kau menepuk bahuku dan mengajakku duduk sejenak di caffe depan kantor sebelum pulang.
“Akhirnya kerjaanku kelar juga,” keluhmu sesaat setelah meletakkan tas di atas meja dan duduk dengan bebasnya. Kepalamu bersandar di kursi, kaki kau luruskan dan tanganmu di atas meja.
“Kau tahu hari ini sepertinya aku banyak membuat kesalahan. Dalam sehari lima kali disuruh mengganti laporan. Aku capek,” curhatmu. Kau memejamkan matamu. “Ah, akan terasa tenang seperti ini walau sesaat!”
“Kau mau pesan apa, Lia?” tanyaku seraya membuka menu.
Kau masih terpejam, “Hari ini aku mau jus. Pilihkan apa saja asalkan itu jus.”
“Yakin, apa saja? Bukannya ada buah yang kamu nggak suka,” celetukku.
Kau pun membuka mata dan menarik menu dari tanganku. “Melon.”
“Mbak,” panggilku.
“Jus melon satu.”
“Kamu nggak pesan?” tanyamu seraya mencondongkan badan ke arahku.
“Hari ini aku puasa,” jawabku seraya menunjukkan jam tangan.
“Yah, maaf Gi atau kubatalkan saja?”
“No problem. It’s okay! Kau santai saja. Sudah lanjutkan saja ceritamu.”
“Gi, apa aku jenuh ya? Pagi berangkat, sore balik, malam baru sampai rumah. Eh, besok udah pagi lagi.”
“Lalu?”
“Pernah nggak kamu kepikiran resign? Kalau aku jujur sering memikirkan itu.”
“Lalu kenapa kamu masih bertahan?”
“Aku juga nggak tahu kenapa bisa bertahan sampai sekarang. Aneh ya. Mungkin karena ada kamu di sana. Paling tidak aku bisa punya teman sharing.”
Aku tersenyum.
Kau melihatku dengan tatapan curiga, “Lalu kenapa kamu bisa bertahan lama? Bukannya kau lebih terlihat sulit berada di sana dibandingkan aku?”
“Memangnya kenapa kalau aku bisa bertahan?” “Aneh aja. Banyak kok teman kamu yang resign karena nggak kuat.”
“Demi seseorang. Aku ingin menunjukkan padanya kalau aku bertanggung jawab dengan pekerjaanku. Sama pekerjaan aja setia apalagi sama dia.”
“Aduh hai manisnya. Aduh, Gi beruntung banget dia. Jadi iri aku.” Kau menatapku dengan berlebihan membuatku merinding sesaat. Beruntung tak lama karena seorang waiter datang mengantar pesananmu.
“Jus melon?” tanya waiter itu.
Secepat kilat kau tarik gelasnya seolah dahaga menguasaimu. “Terima kasih.”
“Gi, maaf ya,” katamu seraya menutupi minuman yang kau seruput. “Sempurna. Eh, maaf Gi. Kelepasan.”
“Iya.”
“Gi, bagaimana kalau pindah kerja aja? Mungkin aku bisa ketemu orang baru, pekerjaan baru yang mungkin lebih sesuai denganku.”
“Alasanmu karena jenuh?”
“Nggak tahu, Gi. Bingung juga. Satu sisi jenuh, sisi lain nyaman dengan suasana di kantor.”
“Kenapa kamu terlalu pusing? Kamu perempuan. Jika kau kerja setelah menikah kelak hanya membantu finansial keluargamu. Mencari nafkah adalah tugas laki-laki. Saat ini kau bekerja mungkin untuk dirimu dan orang tuamu.”
“Kau benar kalaupun aku jenuh setidaknya pekerjaan sekarang bisa membuat bangga orang tuaku. Ah, mungkin aku kurang bersyukur ya, Gi. Kalau aku keluar, mencari lagi belum tentu akan mendapatkan pekerjaan seperti sekarang.”
“Sudah jalanilah saja. Urusan kau keluar mencari yang lain nanti saja setelah melepas masa lajang. Barangkali suamimu ingin kau menjadi ibu rumah tangga.”
Kau tertawa terbahak seolah kata-kataku lucu. “Gi, sepertinya kamu sudah butuh seorang istri,” celetukmu melanjutkan tertawa.
“Memangnya kau belum butuh seorang penjaga?”
“Apa satpam? Kan udah ada di kantor,” jawabmu melucu.
“Suami?”
“Entahlah, Gi. Mengalir sajalah. Biar saja seperti ini dulu. Aku hanya belum siap. Belum siap,” jelasmu.
“Belum tertarik seseorang? Satu pun?”
“Bisakah kita tak membicarakannya?”
Wajah yang sama kutatap lima tahun lalu, saat kau berlari mencariku di kebun. Kau lempar aku dengan buah pisang yang baru dipanen sembari sesenggukan berlinang air mata bercerita tentang dia yang menghianatimu.
“Baiklah. Aku akan menyimpan pertanyaanku.”
“Pertanyaan apa memangnya?” tanyamu penasaran.
“Bukan apa-apa. Kau kan yang tak ingin membicarakannya.”
Kau terlihat berpikir. Sesekali terlihat bicara sendiri kesal denganku. Bagaimana bisa kutanyakan pertanyaanku jika kau tak ingin mendengarnya.
“Gi, aku penasaran,” celetukmu.
Aku tersenyum. “Sudah habiskan saja jus melonmu!” seruku
“Ayolah, Gi! Aku kan tak pernah menyimpan rahasia denganmu,” bujukmu.
“Terlanjur. Aku sudah membuang pertanyaanku. Ambil sendiri kalau bisa.” Aku menjulurkan lidah mengejekmu. Dalam sekejap gelasmu berubah kosong.
“Kenyang. Ya udah pulang, yuk!” ajakmu.
“Aku yakin kamu pasti mau buka di rumah.”
Aku duduk melipat tangan dengan sejuta bayang kau menjawab pertanyaanku. Seandainya kamu mau mendengarkannya walau sesaat.
“Gi, kamu nggak mau pulang?” tanyamu yang sudah beranjak dari tempat duduk.
Senyumku mengembang. Arlojiku mengatakan sudah dua puluh menit bersamamu sore ini.


---------------------------------------------------------
Kau terduduk di hadapanku
Bercerita tentang harimu
Aku tersadar
Mungkin ini waktu yang tepat
Untuk bisa mengutarakan perasaanku
Aku takut tuk bertanya apa kau rasa yang sama
Tapi aku ingin tahu jawabnya
Mungkin iya, mungkin tidak
Mungkin kau tak pernah jawab
Atau mungkin kau takut terluka
Aku slalu bertanya-tanya (Jikustik)


Kegagalan Mengajariku Arti Kebahagiaan

Aku mendarat di depan rumah berpagar abu-abu. Aku turun dari mobil dan menatap rumah itu. Tanganku ditarik dan dia melangkah lebih du...