Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

JATUH (HATI)

Mataku sembab. Kantung mata terlihat begitu jelasnya menghitam. Setengah sadar diri aku menuju sebuah halte di seberang jalan setelah keluar dari tempat kerja. Aku sudah merasa jalanan sepi saat melangkahkan kaki namun sebuah sepeda motor terdengar melengking menekan rem. Barulah tersadar nyawaku hampir melayang. Akupun meminta maaf dan kembali mundur ketepian. Bodoh sekali karena sebuah telepon saja membuatku hampir kehilangan nyawa dan lupa segalanya. Pengendara sepeda motor itu menepi ke arahku. Sekilas ia membuka penutup helmnya. Bola mata yang pernah kukenal. Perlahan ia membuka helm setelah berhenti di depanku.  Aku mengambil satu langkah mundur dan kikuk setengah mati, "Dika?"  "Kamu mau bunuh diri?" celetuknya seraya menaruh helmnya di badan motor. "Sekali lagi maaf telah mengganggu perjalananmu." Aku membungkukkan diri, tak mau jika ia menatap kelopak mataku yang membesar. "Mau kemana?" tanyanya membuatku sebentar tengadah.  "Entahlah. A…