Langsung ke konten utama

KATAMU CINTA KARENA TERBIASA



Cinta membuatku buta. Segala hal dipenuhi tentangku, tentangmu. Mengenalmu begitu lama membuatku menumbuhkan warna pelangi di dada, menggugahku yang tertidur lama, menebar benih asmara, menyuruhku jatuh cinta karena terbiasa.
Hari-hariku berjuang bersama tak mengubahmu menjadi orang lain. Kau tetaplah dirimu yang mampu meliukkan hatiku. Suara nyaringmu menjadi nyanyian di gendang telingaku. Merdu, menanam kerinduan untukku.

Tawa adalah awal mula terjadinya rasa. Awal perkenalan kita pun terjadi tak berlangsung lama, tiba-tiba kita menjadi dekat. Kamulah orangnya yang mengisi kekosongan hariku tanpa jeda. Keanehan yang kubuat tak membuatmu meninggalkanku, justru menimbulkan gelak tawa riuh kebersamaan. Semua hal menjadi indah karena keberadaanmu melengkapiku. Kau menyihirku dengan pesona bijakmu. Kau bantu aku terbiasa hidup tanpa penyesalan. Kau menggugurkan rasa bersalahku, kau pecutkan semangat, menyanjungku kuat.

Begitu baiknya Tuhan menghadirkanmu di tengah perjalananku. Mempertemukanku, mengajariku bahwa hidup bisa manis tanpa gula.

Aku benar-benar terlena olehmu hingga mengabaikan kau memiliki duniamu. Luas tanpa batas, tanpa aku. Tak sepenuhnya waktumu habis denganku. Aku berlebih mengartikanmu, mengartikan kedekatan kita. Rasaku tumbuh lebih dari yang kau tahu. Rasa yang terlanjur luas, lepas tanpa kendali. Anak panah dari busur yang terlepas  layuh, lepas di bawah telapak kakiku sendiri. Aku disibukkan kenyamananku tanpa memperhatikan sekelilingku. Kupedulikan segala cara untuk menunjukkan rasa cintaku. Nyatanya hanya aku yang terlena, kau tak secuilpun menikmatinya. Kamu memang bisa membuatku bahagia, tersenyum manja, tapi hadirku dihidupmu hanya sebuah film pendek yang diputar habis, sudah berlalu begitu saja.

Aku baru membuka mataku menyingkirkan egoisku, nyatanya kamu bersedih di balik mataku yang hanya bisa kugapai dalam alam bawah sadarku. Kamu tak izinkanku melengkapi hidupmu. Tanganku tak sampai menggapai bahagiamu. Kau pilih dia, di balik kekurangannya, beranjak pergi memperjuangkannya. Kubalikkan tanganku mendukungmu dengannya.

Pernah kau bilang berhati-hatilah dengan hati. Sekelumit jatuh cinta terjadi karena terbiasa. Terbiasa nyaman, terbiasa aman, dan kelamaan perbedaan sulit dipisahkan. Nyatanya aku tersungkur masuk ke dalam.
Setiap perasaan yang menimbulkan tanya pada akhirnya hanya akan menyisakan luka. Sampai di sini saja batasnya. Kau pilih dia kekasih pilihanmu yang membuatmu bahagia. Kekasih terbaikmu.
***
----------------------------------------------------------------------------
Ku mengenalmu sejak pertama bertemu, menatapku lugu, kau hapuskan kepedihanku 
Katamu cinta datang karena terbiasa, namun mengapa hanya aku yang terlena
Kuperjuangkan kamu setengah matiku, ku habiskan tenagaku tuk menghapus sedihmu
Kau pilih dia kekasih pilihanmu, yang membuatmu bahagia, kekasih terbaikmu

Kuhanya bisa bahagia melihatmu, walau hati terluka, demi kau cintaku (Dwitasari)

Komentar