Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari November, 2015

HARI BERSAMANYA

Kamu memenuhi ruang kerja otakku. Memaksaku mengingat kejadian-kejadian yang baru saja terlewati. Kamu memotong pizza menaruhnya di piringku. Sudah berasa seperti bermain film dengan setting caffe Pizza.
“Kamu kenapa masih single? Tidak mau mencari pacar atau memang tidak mau pacaran?”
Aku hanya tersenyum seraya menguyah pizza pelan-pelan.
“Oke. Aku simpulkan jawaban yang kedua saja.”
Aku tertawa. “Kamu dari dulu belum berubah ya,” celetukku.
“Bukannya kamu yang belum berubah? Asal kamu tahu sekarang aku sudah bisa minum kopi dipagi hari,” katamu diikuti menjulurkan lidah.
“Benarkah? Yakin nggak sakit perut lagi? Ya mungkin saja untuk beberapa hal kamu berubah tanpa sepengetahuanku,” kataku.
Kamu mengamati air minum di gelasku dan tiba-tiba melontarkan pertanyaan, “Apa kabar ikan mungilmu dulu?”
Glek. Mungkin karena warnanya sama orange kemerahan. Tiba-tiba kau menaruh fettucini setelah melihat piringku kosong. Hal itu sempat membuatku tersenyum sesaat dan ketika tersadar kami membic…