Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

ANDAI DIA TAHU

Gadis satu itu tak jua membuatku lelah menatap. Dia lebih menarik dari kue tart di depanku. Lebih menarik dari acara surprise party yang dibuat adikku. Ah, gadis itu kenapa berpindah tempat disaat aku ingin memberikan potongan kue pertamaku.
"Kuenya mau diberikan siapa Kak?" tanya Loli, adikku yang sedang penasaran.
Aku melempar pandanganku ke seluruh ruangan. Dia tak ada. Kemana?
"Kak?"
Aku tersenyum. Pada akhirnya kue itu berpindah tangan ke Loli.
"Yeah! Aku mengalahkan Mama Papa," celetuk Loli kegirangan.
Ku ikuti proses acara hingga runtut. Ketika sampai pada acara hiburan Loli sedikit melancarkan protesnya.
"Kak, ga suka sama surprise party buatanku ya? Dari tadi kakak gagal fokus deh!" keluhnya kesal.
"Nggak. Kakak suka kok."
"Kakak lagi nunggu seseorang ya? Terus dia ga datang? Kok kelihatan gelisah gitu sih?" tanya Loli menyelidik.
Aku tertawa. Bukan karena lucu. Kecil-kecil begitu Loli bisa membaca pikiranku.
"…

FIRASATKU

Menunggu bukan pekerjaan mudah. Apalagi sendiri di tepian jalan dan orang yang kau tunggu tak kunjung datang.
"Ra, udah sendirian dari tadi?" tanya Ben membuat air mataku sedikit keluar.
Aku mengangguk dan mengusap air mataku. Ben turun dari motornya dan memakaikan helm ke kepalaku.
"Ayo naik!"seru Ben seraya menepuk jok motornya.
Aku diam.
"Kamu marah?"
"Nggak," jawabku seraya menaiki motor Ben.
"Sudah berapa lama kamu berdiri di situ tadi?" tanya Ben sembari tersenyum dan menyalakan mesin.
"Satu setengah jam," kataku seraya melihat jam tangan.
"Kenapa tadi nggak bilang? Aku bisa jemput kamu lebih cepat," ujar Ben menawarkan diri.

Motor Ben akhirnya berjalan. Kuhela nafas panjang entah bentuk kelegaan atau kekecewaan. Beribu rasa berkecamuk di dalam dada itu yang kutahu saat ini.
"Ben, apa salah kalau aku menunggu seseorang yang kupercayai. Lalu ternyata orang itu mengabaikanku seperti ini."
"Apa?&q…