Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Apalah Arti Lukaku Jika Nyatanya Kau Bahagia

Mungkin karena sering merasakan penolakan, saya sudah terbiasa. Jadi jika kau menolakku, saya sudah mengerti. Saya sudah melipat kedua lengan dan tak lagi bisa berkata-kata. Sekeliling terasa begitu kosong. Tak mungkin saya menjatuhkan air mata di depanmu yang sedang berbahagia. Kau dan saya berada pada posisi yang berbeda 180 derajat. Susah payah saya berusaha di sisimu agar kau menyadari kehadiranku. Nampaknya kosong menjalari ulas senyumku. Saya tak lagi bisa berbuat apa-apa. Nyeri bahkan sudah tak terasa. Saya butuh duduk sebentar. Di sebuah kursi panjang, di samping pintu masuk.

Kau pun lalu bertanya, "Ndah, kamu nggak mau masuk?"

Bahuku kau sentuh dengan lembut. Selembut dulu saat kita masih bisa bersenda gurau bersama tanpa rasa canggung. Kali ini sentuhan lembut itu seolah yang terakhir kalinya.

"Biarkan saya duduk di sini sebentar, Bang."

Kau tersenyum sesaat, "Jika mencariku, aku ada di dalam."

Kau pun melenggang pergi tanpa me…

SESUATU YANG MUNGKIN TAK PERNAH DIA TAHU

Dia datang membawa sebuah pesan, mengetuk pintu rumah dan meminta waktu sebentar. Aku memungut secarik kertas dari tangannya. Dia ngeloyor masuk. Sebuah sofa merah maroon menjadi tempat bersandarnya. Wajahnya lesu. Tubuhnya terlihat tak lagi bertenaga. Matanya terpejam.

“Aku gagal,” ujarnya.

Aku membuka kertas yang terlipat menjadi dua bagian, perlahan. Tiga kata tertulis di sana.

“Dari mana kamu dapat kertas ini?” tanyaku.

Dia membuka matanya tak menjawabku. Berjalan ia menuju dapur mengambil segelas air putih. Ritme jalannya seperti kura-kura memikul tempurung. Bertolak belakang dari tiga hari yang lalu saat berada di pesta penyambutan Alia. Badan ia tegakkan. Rambut ia rapikan. Baju ia sinkronkan. Segala yang melekat pada tubuhnya tampak sempurna. Paras tampannya tak pernah pudar. Bahkan kudengar sendiri Alia memuji sampai wajahnya merona. Aku hanya mampu menatap mereka dari kejauhan.

“Alia yang memberikannya padaku,” jawabnya seraya duduk kembali dengan segelas …