Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari April, 2013

Home2

Desain rumah kedua.
Karya tangan amatiranku. Semoga menginspirasi. :D Tampak Depan  = = = = = Tampak Samping 

Tak Butuh Obat

Ada asa katanya? Lalu aku pulang dengan menyematkannya di sudut kanan bahuku. Ternyata itu terakhir kalinya aku membawa keberanianku. Tak ada nyali lagi. Rongga-rongganya telah ditutup. Asap mengepul menjauh. Mereka menyatakan aku mundur. Lalu kusematkan kedua kalinya di sudut kiri bahuku. Aku pulang sia-sia. Ia telah pergi sebelum selesai ku bercerita. Aku datang kepadanya tapi dia lari. Keberanian yang dipertaruhkan telah disia-siakan. Maka aku sebut itu sia-sia. Itu luka. Luka yang ia tak mengerti dari mana asalnya. Dia hanya tahu asap mengepul itu menjauh dariku. Dia lupa jika aku berdiri jauh-jauh hari di tempatnya. Menunggunya membawa keberanian lainnya. Tapi dia datang dengan luka kau tahu. Luka yang aku sendiri tak tahu bentuknya. Hanya terasa sakit tapi tak mengerti seberapa besar bentuknya bahkan tak tahu rupanya. Mereka mengatakan aku terluka. Tapi kubilang semua baik-baik saja. Semakin lama mereka bilang semakin parah. Tapi bagaimana aku tahu separah itu jika aku tak punya…

DELIJUN

Aku pernah mendengar cerita tentang seorang perempuan yang menunggu seorang laki-laki membalas cinta sampai berpuluh-puluh tahun. Pernah pula kudengar seorang perempuan yang mencintai seorang laki-laki. Ya hanya seorang dan jika bukan laki-laki tersebut ia tidak akan menikah. Bukankah cinta itu gila?
Lalu bagaimana dengan perempuan yang berdiri di depanku itu?
Kata orang lima puluh tahun yang lalu ada beberapa anak kecil yang bermain di dekat rel kereta api pada sore hari. Pagi harinya mereka menghadang kereta api karena itu adalah satu-satunya transportasi yang terdekat dengan sekolah kala itu. Salah seorang dari anak itu bernama Delia. Nama yang cantik bukan dan ia mempunyai julukan si hitam. Kata orang memang zaman dulu perempuan berkulit gelap sering dijadikan bahan ejekan. Tak heran jika Delilah mendapatkan julukan yang tak pernah diharapkan dan entah ada apa dengannya hingga mau menerima julukan itu. Mungkin karena Janu yang memanggilnya begitu. Ia sering menimpuk Delilah saat b…

Bukan Lelaki Bayangan

Aku memang tidak mencintainya, seperti katamu. Orangyang aku cintai memang kamu, tapi izinkan aku mengemukakan alasan mengapa aku memilihnya.
Dia kharismatik, Ndra meskipun aku tidak mencintainya setidaknya orang tuaku menyetujuinya. Dia baik, Ndra. Aku kenal adiknya, kami sangat dekat dan kulihat dia sangat perhatian pada adiknya. Itu adalah salah satu yang membuatku memilihnya, dia mencintai keluarganya. Sudah dari dulu aku memiliki kepercayaan bahwa seoranglaki-laki yang memiliki adik perempuan ia akan memperlakukan perempuan dengan lebih baik daripada ia hanya memiliki seorang ibu atau memiliki kakak perempuan. Aku mencoba membuktikannya, Ndra. Cara menyayangiku seperti ia menyayangi adiknya, tidak terlalu berlebihan. Ia lelaki terhormat yang tak berani sedikit pun menyentuhku tapi perlu kau catat dia bukan gay. Dia hanya ingin menjaga pandangannya, menjaga perbuatannya dan itu sangat sulit dicari, Ndra. Lelaki di luar sana mengagung-angungkan cinta, tapi cinta mereka hanya kulit l…