Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Saat Kau Pergi

“Kita sudahi sampai di sini,” katamu dengan ketus. 
Aku menelan ludahku. Kupikir kau suka denganku dan tak akan membiarkanku pergi. Tampaknya kau tak sepemikiran denganku.
“Lusa aku akan pergi bersamanya ke Medan. Ibu bilang ia akan memperkenalkanku dengan keluarganya,” lanjutmu.
Pergi adalah keputusanmu. Itulah kata-kata yang kutangkap dari pembicaraanmu. Kita selesai dan kau akan pergi melanjutkan hidupmu bersama pria pilihan Ibumu.
“Apa kau keberatan?” tanyamu seraya menyeruput minuman di depanmu.
“Tidak,” jawabku begitu yakin. Tentu saja tidak keberatan karena sesungguhnya lebih dari sekedar keberatan. Sudah dua tahun kita berhasil bertahan dan semuanya berakhir hanya karena kau berpindah ke lain hati. Kau telah menempatkan hati pada pria pilihan Ibumu dengan keputusan yang begitu cepat. Baru seminggu yang lalu Ibumu mendesak untuk memilihku atau memilihnya dan hari ini kau sudah menjawabnya tanpa membuatku ikut campur dalam keputusanmu.
“Baguslah. Mulai hari ini kita bukan…