Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Anon...

Hai, Anon. Apa kabarmu malam ini?
Suara petikan gitar di sampingku bermelodi indah. Perpaduan harmoni yang sempurna. Bisakah kau petikan satu lagu runtut untukku? Aku ingin mendengarnya. Bolehkah?
Ah, pasti kau tak mau. Kau saja duduk di depan sana menyaksikan pertunjukan lain, bagaimana mungkin kau tiba-tiba memainkan musikmu di sini. Camp ini terasa bagai langit dan bumi. Kau 100 meter di depanku sana dengan imajinasimu sendiri. Kau sibuk memainkan pensilmu dan entah apa yang tergores di sana. Aku hanya bisa tengadah, berharap kau berhenti sejenak dan bergabung dengan kami, tapi itu seperti barang langka.

Anon, Anon bukankah ini kesempatan kita untuk melakukan sesuatu di luar rutinitas, tapi kenapa kau masih saja melakukan rutinitasmu itu. Kemarilah Anon aku ingin mendengar suaramu. Kau belum pernah bicara di depanku. Kau hanya tersenyum ketika bersama teman-temanmu. Susah payah aku meminta izin untuk ikut camp ini, tapi tampaknya sia-sia. Bahkan menoleh ke arahku pun kau seolah tak…

PROGRAM KHUSUS UNTUK TUNADAKSA (BINA DIRI DAN BINA GERAK)

Disampaikan pada Workshop Pengelolaan Program Kekhususan Bagi Guru SD/SMP/SMA/SMK penyelenggara Pendidikan Inklusif Tanggal 1 s.d 4 Maret 2010 di Hotel Sahid Kusuma Surakarta Jln. Sugiyo Pranoto No. 20 Surakarta Musjafak Assjari DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
PROGRAM K KHUSUS UNTUK TUNADAKSA 1. Pendahuluan Struktur Kurikulum SLB untuk Tunadaksa, komponennya terdiri atas : (a) Matapelajaran, (b) Muatan Lokal, (c) Bina Diri dan Bina Gerak, dan (d) Pengembangan Diri. Komponen yang berbeda dengan struktur Kurikulum ABK yang lain terletak pada butir (c) Bina Diri dan Bina Gerak. Yang menjadi pertanyaan, mengapa berbeda dengan komponen kurikulum ABK yang lain, seperti Struktur Kurikulum pada anak tunanetra terdapat Orientasi dan Mobilitas; tunarungu terdapat Bina Persepsi Bunyi dan Irama; tunagrahita terdapat Bina Diri, dan tunalaras terdapat Bina Pribadi dan Sosial. Jawabnya terletak pada subyek didiknya yang dididik dan dikembangk…

Saat Kau Pergi

“Kita sudahi sampai di sini,” katamu dengan ketus. 
Aku menelan ludahku. Kupikir kau suka denganku dan tak akan membiarkanku pergi. Tampaknya kau tak sepemikiran denganku.
“Lusa aku akan pergi bersamanya ke Medan. Ibu bilang ia akan memperkenalkanku dengan keluarganya,” lanjutmu.
Pergi adalah keputusanmu. Itulah kata-kata yang kutangkap dari pembicaraanmu. Kita selesai dan kau akan pergi melanjutkan hidupmu bersama pria pilihan Ibumu.
“Apa kau keberatan?” tanyamu seraya menyeruput minuman di depanmu.
“Tidak,” jawabku begitu yakin. Tentu saja tidak keberatan karena sesungguhnya lebih dari sekedar keberatan. Sudah dua tahun kita berhasil bertahan dan semuanya berakhir hanya karena kau berpindah ke lain hati. Kau telah menempatkan hati pada pria pilihan Ibumu dengan keputusan yang begitu cepat. Baru seminggu yang lalu Ibumu mendesak untuk memilihku atau memilihnya dan hari ini kau sudah menjawabnya tanpa membuatku ikut campur dalam keputusanmu.
“Baguslah. Mulai hari ini kita bukan…