Langsung ke konten utama

Multiple Intelegensi (MI)

Pengertian Multiple Intelegensi (MI)

Menurut penelitian pakar pendidikan saat ini  keberhasilan anak ditentukan oleh IQ hanya 20% saja, sedangkan 80% sisanya ditentukan oleh faktor-faktor eksternal lain. Jadi sistem pendidikan yang lebih menekankan pada pengembangan belahan otak kiri/unsur kognitif (logika, matematika, berpikir sistematis dan lain-lain), tanpa mengimbanginya dengan pengembangan belahan otak kanan (seni, musik, berpikir holistic, keterampilan berbahasa, kreativitas, imajinasi dan lain-lain) tidaklah mencukupi, malah bisa membuat anak stres. 
Dengan teori Multiple Inteligensinya Gardner menekankan, bahwa kecerdasan tidak hanya berupa kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas di sekolah saja yang lebih banyak kaitannya dengan kemampuan verbal logis, melainkan kecerdasan itu adalah kumpulan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk memahami informasi, mengumpulkan fakta  dan menyampaikan pengetahuan yang didapatnya.
Multiple Intelegensi Kecerdasan (Inteligensi) secara umum dipahami pada dua tingkat yakni:
1.   Kecerdasan sebagai suatu kemampuan untuk memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran.
2.    Kecerdasan sebagai kemampuan untuk memproses informasi sehingga masalah-masalah yang kita hadapi dapat dipecahkan (Problem Solved) dan dengan demikian pengetahuan pun bertambah.

Gardner (1983) dalam bukunya Frame of Mind: The Theory of Multiple intelegences, ada delapan jenis kecerdasan yang dimiliki setiap individu yaitu linguistik, matematis-logis, spasial, kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Melalui delapan jenis kecerdasan ini, setiap individu mengakses informasi yang akan masuk ke dalam dirinya. Karena itu Amstrong (2002) menyebutkan, kecerdasan tersebut merupakan modalitas untuk melejitkan kemampuan setiap siswa dan menjadikan mereka sebagai sang juara, karena pada dasarnya setiap anak cerdas.

Pembagian Kecerdasan Manusia:
Sebelum menerapkan MI sebagai suatu strategi dalam pengembangan potensi seseorang, perlu kita kenali atau pahami ciri-ciri yang dimiliki seseorang
1.      Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan dalam mengolah kata-kata secara efektif baik bicara ataupun menulis (jurnalis, penyair, pengacara)
Ciri-ciri :
a.       dapat berargumentasi, meyakinkan orang lain, menghibur atau mengajar dengan efektif lewat kata-kata
b.      gemar membaca dan dapat mengartikan bahasa tulisan dengan jelas
c.       suka menulis kreatif
d.      suka mengarang kisah khayal atau menceritakan lelucon
e.       sangat hafal nama, tempat, tanggal atau hal-hal kecil
f.       membaca di waktu senggang
g.      mengeja kata dengan tepat dan mudah
h.      suka mengisi teka-teki silang
i.         menikmati dengan cara mendengarkan
j.        unggul dalam mata pelajaran bahasa (membaca, menulis dan berkomunikasi)
2.      Kecerdasan Matematis-Logis
Kecerdasan dalam hal angka dan logika (ilmuwan, akuntan, programmer)
Ciri-ciri :
a.       mudah membuat klasifikasi dan kategorisasi
b.      berpikir dalam pola sebab akibat, menciptakan hipotesis
c.       pandangan hidupnya bersifat rasional
d.      menghitung problem aritmatika dengan cepat di luar kepala
e.       suka mengajukan pertanyaan yang sifatnya analisis, misalnya mengapa hujan turun?
f.       ahli dalam permainan catur, halma dsb
g.      mampu menjelaskan masalah secara logis
h.      suka merancang eksperimen untuk membuktikan sesuatu
i.        menghabiskan waktu dengan permainan logika seperti teka-teki, berprestasi dalam Matematika dan IPA
3.      Kecerdasan Visual-Spasial
Kecerdasan yang mencakup berpikir dalam gambar, serta mampu untuk menyerap, mengubah dan menciptakan kembali berbagai macam aspek visual (arsitek, fotografer, designer, pilot, insinyur)
Ciri-ciri :
a.       kepekaan tajam untuk detail visual, keseimbangan, warna, garis, bentuk dan ruang
b.      mudah memperkirakan jarak dan ruang
c.       membuat sketsa ide dengan jelas
d.      memberikan gambaran visual yang jelas ketika menjelaskan sesuatu
e.       mudah membaca peta atau diagram
f.       menggambar sosok orang atau benda persis aslinya
g.      senang melihat film, slide foto,atau karya seni lainnya
h.      sangat menikmati kegiatan visual,seperti teka-teki atau sejenisnya
i.        suka melamun dan berfantasi
j.        mencoret-coret di atas kertas atau buku tugas sekolah
k.      lebih memahamai informasi lewat gambar daripada kata-kata atau uraian
l.        menonjol dalam mata pelajaran seni
4.      Kecerdasan Kinestetik-Jasmani
Kecerdasan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresiakan gagasan dan perasaan (atlet, pengrajin, montir, menjahit, merakit model)
Ciri-ciri :
a. cekatan dan tidak bisa tinggal diam
b.berminat dengan segala sesuatu
c. banyak bergerak ketika duduk atau mendengarkan sesuatu
d. aktif dalam kegiatan fisik seperti berenang, bersepeda, hiking atau skateboard
e. perlu menyentuh sesuatu yang sedang dipelajarinya
f. menikmati kegiatan melompat, lari, gulat atau kegiatan fisik lainnya
g.memperlihatkan keterampilan dalam bidang kerajinan tangan seperti mengukir, menjahit, memahat
h.pandai menirukan gerakan, kebiasaan atau prilaku orang lain,
i.  bereaksi secara fisik terhadap jawaban masalah yang dihadapinya
j.  suka membongkar berbagai benda kemudian menyusunnya lagi
k.berprestasi dalam mata pelajaran olahraga dan yang bersifat kompetitif
5.      Kecerdasan Musikal
Kecerdasan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk musik dan suara (konduktor, pencipta lagu, penyanyi dsb)
Ciri-ciri :
a. peka nada dan menyanyi lagu dengan tepat
b.dapat mengikuti irama
c. mendengar musik dengan tingkat ketajaman lebih
d.suka memainkan alat musik di rumah atau di sekolah
e. mudah mengingat melodi suatu lagu
f. lebih bisa belajar dengan iringan music
g.bernyanyi atau bersenandung untuk diri sendiri atau orang lain
h.mudah mengikuti irama music
i.  mempunyai suara bagus untuk bernyanyi
j.  berprestasi bagus dalam mata pelajaran musik
6.      Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan untuk mengerti dan peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak dan temperamen orang lain (networker, negotiator, guru)
Ciri-ciri :
a. menghadapi orang lain dengan penuh perhatian, terbuka
b.menjalin kontak mata dengan baik
c. menunjukan empati pada orang lain
d. mendorong orang lain menyampaikan kisahnya
e. mempunyai banyak teman
f. suka bersosialisasi di sekolah atau di lingkungan tempat tinggalnya
g.banyak terlibat dalam kegiatan kelompok di luar jam sekolah
h.berperan sebagai penengah ketika terjadi konflik antartemannya
i.  berempati besar terhadap perasaan atau penderitaan orang lain
j.  sangat menikmati pekerjaan mengajari orang lain
k.berbakat menjadi pemimpin dan berperestasi dalam mata pelajaran ilmu sosial
7.      Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan pengetahuan akan diri sendiri dan mampu bertidak secara adaptif berdasar pengenalan diri (konselor, teolog)
Ciri-ciri :
a.       membedakan berbagai macam emosi
b.      mudah mengakses perasaan sendiri
c.       menggunakan pemahamannya untuk memperkaya dan membimbing hidupnya
d.      mawas diri dan suka meditasi
e.       lebih suka kerja sendiri
f.       memperlihatkan sikap independen dan kemauan kuat
g.      bekerja atau belajar dengan baik seorang diri
h.      memiliki rasa percaya diri yang tinggi
i.        banyak belajar dari kesalahan masa lalu
j.        berpikir fokus dan terarah pada pencapaian tujuan
k.      banyak terlibat dalam hobi atau proyek yang dikerjakan sendiri.
8.      Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan memahami dan menikmati alam dan menggunakanya secara produktif dan mengembangkam pengetahuan akan alam
(petani, nelayan, pendaki, pemburu)
Ciri-ciri :
a. mencintai lingkungan
b.mampu mengenali sifat dan tingkah laku binatang
c. senang kegiatan di luar (alam)
d.suka dan akrab pada berbagai hewan peliharaan
e. sangat menikmati berjalan-jalan di alam terbuka
f. suka berkebun atau dekat dengan taman dan memelihara binatang
g.menghabiskan waktu di dekat akuarium atau sistem kehidupan alam
h.suka membawa pulang serangga, daun bunga atau benda alam lainnya
i.  berprestasi dalam mata pelajaran IPA, Biologi, dan lingkungan hidup

Gaya Belajar
Model Multiple Inteligensi ini dapat digunakan untuk mengenali gaya belajar anak sesuai dengan jenis kecerdasan anak yang menonjol.
1.      Anak Visual (spasial)
Anak visual banyak belajar dan menyerap informasi dari apa-apa yang dilihatnya. Mereka sangat menyukai gambar, warna, diagram, dan segala yang terlihat, baik dalam bentuk 2 dimensi atau 3 dimensi. Anak visual biasanya juga spasial, pandai membayangkan ruang 3 dimensi. Jika bepergian ke suatu tempat, mereka tidak mengingat berdasarkan nama jalan, tetapi bangunan atau simbol yang mereka lihat sebagai penanda visual.
Media dan cara belajar:
a.       menggunakan gambar, diagram, grafik, warna-warni, besar-kecil,
b.      belajar berkhayal secara visual, membayangkan sebuah konsep/informasi dengan: tempat, bentuk, warna, menggunakan layout, spasial, peta, maket, realitas
c.       mainan: kamera, pensil/spidol warna, balok aneka warna,
d.      ganti kata dengan gambar; bantu pemahaman kata dengan warna

2.      Anak Aural (auditori-musikal).
Anak aural menyerap informasi dengan pendengaran; baik suara maupun musik. Mereka sensitif dengan intonasi, irama, dinamika, tempo, keras-pelan, suara jauh-dekat. Anak aural belajar sambil mendengarkan musik, tidak menyukai “kesunyian”. Mereka senang bersenandung, membuat nada/rima sendiri. Bagi anak aural, bunyi/nada/lagu membawa pada sebuah emosi atau peristiwa tertentu. Walaupun sedang membaca buku, mereka membutuhkan suara/musik untuk menemaninya.
Media dan cara belajar:
a.       menggunakan metode ceramah/kuliah
b.      menggunakan melodi untuk teks; bergumam
c.       membaca dengan suara keras (read aloud)
d.      membangun suasana musikal utk menciptakan suasana
e.       menggunakan media audio visual CD/VCD
f.       mendengarkan kuliah/pidato/radio di rumah dan jalan

3.      Anak Verbal (linguistik).
Anak verbal menyukai kata dan bahasa. Mereka pandai membuat distingsi makna kata, baik secara lisan maupun tulisan. Anak-anak verbal memilih kata, berkata-kata atau menulis secara terstruktur dengan pilihan kata/kalimat yang baik. Mereka sensitif terhadap pilihan kata dan mengingat sebuah tempat/peristiwa/konsep dengan nama dan kata-kata kunci. Anak-anak verbal biasanya senang membaca dan menulis; membuat sajak, puisi, diari, rima, berpidato, dan sebagainya.
Media dan cara belajar:
a.       menggunakan cara yang umum seperti di kelas; buku dan ceramah
b.      melakukan diskusi
c.       membaca dan menulis
d.      bermain peran (role-playing)

4.      Anak Fisik (kinestetik).
Anak fisik menggunakan anggota badan mereka untuk belajar. Mereka senang mencoba dan melakukan segala sesuatu sendiri (learning by doing). Mereka belajar dengan cara: menyentuh, membangun, memperbaiki, membuat. Mereka seringkali tidak sabar membaca buku petunjuk atau diagram, dan langsung ingin mencoba melakukan sendiri. Anak-anak fisik sensitif terhadap tekstur, cara kerja, dan realitas fisik yang terlihat nyata di hadapannya. Mereka tidak suka berkhayal atau membayangkan.
Media dan cara belajar:
a.       menggunakan pekerjaan tangan, hands-on projects
b.      menulis, menggambar, membuat maket
c.       merakit benda, memperbaiki barang rusak, membuat rancangan
d.      berolahraga dan permainan
e.       aktivitas di luar rumah (outdoor activities)
f.       drama dan permainan peran
g.      balok, robot, mesin, alat-alat olahraga

5.      Anak Logis (matematis).
Anak logis menggunakan logika, argumen, dan mencari pola keteraturan. Anak logis senang mencari struktur dan pola dari segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Mereka pandai mencari hubungan, membuat perbandingan, memilah dan membuat klasifikasi. Anak logis senang melakukan pekerjaan mental/berfikir. Anak logis adalah tipikal anak yang berhasil di model belajar seperti sekolah. Masyarakat saat ini sangat menghargai anak logis.
Media dan cara belajar:
a.       menggunakan buku dan teori mengenai berbagai hal
b.      bermain puzzle dan teka-teki
c.       membuat aturan dan prosedur yang jelas
d.      membuat rencana dan jadwal

6.      Anak Sosial (interpersonal).
Anak sosial memiliki kecenderungan untuk bergaul dan berkelompok secara sosial. Mereka supel dan pandai bergaul dengan siapapun, baik dengan teman sebaya maupun orang yang lebih tua/lebih muda. Orang mendengarkan dan menyukai mereka. Mereka menikmati pertemanan, berbagi cerita atau ilmu dengan orang lain. Anak sosial mendapatkan ilmu dari mendengarkan orang lain atau mencari umpan balik dari respon orang lain terhadap apa-apa yang disampaikannya.
Media dan cara belajar:
a.       mengikuti kelompok, klub, organisasi
b.      melakukan proyek yang dikerjakan bersama
c.       berdiskusi dan bermain peran (role-playing)
d.      melakukan kegiatan lapangan yang melibatkan banyak orang
e.       mengikuti seminar atau training dengan sistem kelas

7.      Anak Penyendiri (intrapersonal).
Anak penyendiri memiliki kecenderungan pendiam dan reflektif. Mereka lebih efektif untuk belajar jika seorang diri, bukan dalam kelompok. Anak penyendiri biasanya memiliki kecenderungan untuk mandiri, mengenali kekuatan dan kekurangan pribadi. Anak penyendiri sensitif terhadap pribadi dan kedalaman saat mempelajari atau mengerjakan sesuatu.
Media dan cara belajar:
a.       menekuni hobi atau sesuatu yang ditekuni
b.      mengeksplorasi buku atau materi-materi yang bisa dilakukan sendiri
c.       mengerjakan proyek mandiri
d.      membuat jurnal, diari, blog

SUMBER :


Komentar