Langsung ke konten utama

HAKIKAT TERAPI PERMAINAN

A.    Pengertian Terapi Permainan
      Menurut Martha Wakenshaw (2001) terapi permainan adalah suatu pendekatan sistematis untuk mendapatkan kesadaran dalam dunia anak atau wawasan anak melalui wahana utama komunikasi mereka, yaitu bermain yang merupakan cara yang terbaik untuk anak mengekspresikan perasaannya.

B.     Tujuan Terapi Permainan
      Tujuan umum diadakannya terapi permainan yaitu untuk mengurangi atau menghilangkan gangguan-gangguan perilaku, fisik, psikis, social, sensori dan komunikasi dan mengembangkan kemampuan yang masih dimiliki secara optimal melalui kegiatan terapi permainan.

C.    Peran dan Fungsi Terapi Permainan dalam Pendidikan
  1. Fungsi terapi permainan dalam pendidikan yaitu untuk membantu kelancaran belajar dengan kegiatan dalam bentuk permainan yang menyenangkan dan tidak membosankan.
  2.  Peran terapi permainan dalam pendidikan:
a.       Terapi permainan sebagai sarana pencegahan
Terapi permainan diupayakan untuk mencegah agar tidak menambah   permasalahan yang baru dan tidak menghambat proses belajarnya.
b.      Terapi permainan sebagai sarana penyembuhan
Anak berkelainan dapat disembuhkan dengan kegiatan permainan yang berfungsi sebagai sarana belajar melaluibentuk-bentuk permainan yang berfungsi sebagai sarana belajar melalui bentuk-bentuk permainan dengan tujuan mengembalikan fungsi fisik, social dan sebagainya.
 c.       Terapi permainan sebagai sarana penyesuaian diri
Dengan terapi permainan anak dilatih bermain kelompok agar bisa bekerjasama dalam aktivitas permainan tersebut.
d.      Terapi permainan sebagai sarana untuk mengembangkan ketajaman penginderaan
Misalkan anak mengalami gangguan penglihatan dapat dilatih dengan permainan untuk menjernihkan penglihatan (visual)
e.       Terapi permainan sebagai sarana mengembangkan kepribadian
Dengan terapi permainan anak bisa mengembangkan bakat, minat, daya imajinasi, kreativitas, dan kepribadiannya.
f.       Terapi permainan sebagai sarana latihan aktivitas kehidupan sehari-hari
Latihan aktivitas sehari-hari dapat dikemas dalam bentuk permainan.

D.    Permainan sebagai terapi
      Permainan adalah suatu kegiatan yang menyenangkan yang dilakukan dengan sukarela dan menggunakan aktivitas fisik, sensori emosi, komunikasi dan fikiran. Dengan berbagai jenis permainan yang dilakukan anak dengan kegiatan fisik, komunikasi, penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan bahwa permainan sebagai sumber belajar untuk merangsang kreativitas dan sebagainya.
Sumampaw Tilly J menyusun dan menerjemahkan dari buku The Exellence of Play (Goorge W Maxim (1989)) dan The Very Young (Carol Seefeladt & Nita Barbour (1949)) bahwa permainan adalah:
1.      Bagian integral dari kehidupan anak
2.      Proses alamiah, menyenangkan, sukarela, spontan, tanpa tujuan terarah
3.      Aktivitas yang spontan
4.      Mempengaruhi semua bidang perkembangan, intelektual, social, emosional, fisik
5.      Pencarian yang menyenangkan
6.      Media dimana anak mempraktekkan ketrampilan untuk memecahkan masalah, sosialisasi, bekerja sama komunikasi
7.      Suatu keaktifan anak untuk menghabiskan waktu dan energy

E.     Sasaran Terapi
Anak yang memerlukan layanan pendidikan khusus yaitu anak yang berkelainan dengan sasaran terapi:
1.      Anak dengan gangguan mental dengan cacat penyerta gangguan psikis, social-emosional, komunikasi dan sasarannya mental, psikologi, social-emosional dan komunikasinya.
2.      Anak dengan kesulitan belajar gangguan penyertanya psikologis, social-emosi, tremor, kelayuhan dan sasaran terapinya pada kesulitan belajar, gangguan psikis, social-emosi, gerak motorik ringan.
3.      Anak gangguan perilaku dengan gangguan penyertanya gangguan psikologis dan hubungan sosialnya. Sasarannya perilaku yang menyimpang, psikologis dan sosialisasinya.
4.      Anak dengan gangguan bahasa dengan gangguan penyertanya psikis, social-emosi dan terbelakan mental.Sasarannya kemampuan bahas, psikis, social emosi.
5.      Anak dengan gangguan pendengaran dan gangguan penyertanya bahasa, psikis, social-emosional, mental. Sasarannya pada indera pendengaran, kemampuan bahasa, psikis, social-emosi dan mental.
6.      Anak dengan gangguan penglihatan dan gangguan penyertanya psikis, social-emosional. Sasaran terapinya penglihatan yang terganggu, psikis, social-emosional.
7.      Anak dengan gangguan fisik dan kesehatan, gangguan penyerta psikis, social-emosional. Sasarannya fisik, psikis, social-emosional.
8.      Anak cacat ganda, gangguan penyerta fisik, sensori, psikis dan lain-lain. Sasarannya adalah gangguan utamanya maupun gangguan penyertanya.
9.      Anak yang berkecerdasan luar biasa atau berbakat memiliki efek samping sisi psikologis, social-emosional. Sasarannya psikis, social-emosional dengan terapi permainan yang disesuaikan dengan minat dan bakat anak tersebut.

F.     Ruang Lingkup Terapi Permainan
      Terapi permainan dan jenisnya bagi anak yang memerlukan layanan pendidikan khusus sama dengan anak normal hanya penerapannya disesuaikan dengan jenis kelainan dan kemampuan masing-masing anak. Terapi permainan merupakan aktivitas sederhana yang diterapkan pada semua anak sehingga ruang lingkupnya tidak terbatas asalkan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan anak.
Sumampauw mengutip dari Robin, Fein dan Pandenberg (1983) dan Smilansky (1968) tingkatan bermain disesuaikan dengan perkembangan usia anak yaitu:
1.      Usia 1-2 tahun
                    Gerakan motorik sederhana atau tanpa obyek
2.      Usia 3-6 tahun
            Menciptakan atau membangun sesuatu
3.      Usia 3-7 tahun
Aktivitas bermain meningkat pada suatu peran yang ada pada kehidupan sehari-hari dan imajinasikan bahwa mereka berperilaku seperti peran tersebut.
4.      Usia 6-11 tahun
Bermain dengan menggunakan kemampuan berpikir dan menciptakan suatu aturan yang harus dipatuhi.
      Bermain dengan menggunakan kemampuan berpikir dan menciptakan suatu aturan yang harus dipatuhi.
Program terapi permainan yang diadopsi dari program terapi okupasi antara lain:
1.      Permainan dengan berbagai alat atau benda
2.      Permainan dengan berbagai bentuk gerakan
3.      Permainan dengan berbagai macam ketepatan arah atau sasaran
4.      Permainan dengan memerlukan keberanian
5.      Aktivitas kesenian

SUMBER: 
Ellah Siti Chalidah. 2005. Terapi Permainan Bagi Anak yangMemerlukan Layanan Pendidikan Khusus. Jakarta: Depdikbud

Komentar