Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Juli, 2011

Bujang dan Rahmi

Rahmi: "Sadarkan aku kalau ini bukan kegilaan. Sudah lama mulut ini berkoar tapi tak juga dia datang." Bujang: "Kau sedang apa?" Rahmi: "Aku sedang menunggu. Tidak-tidak-tidak aku sedang menanti." Bujang: "Kau ini kenapa, Mi? Tak ada angin tak ada badai, tahu-tahu kau..." Rahmi: "Diam. Aku sedang bicara pada angin. Sstttss.. Angin kenapa kau datang tanpa kabar darinya? Seharusnya kau tak pulang kemari dengan tangan hampa. Seharusnya kau bawa dia ke sini, tunjukkan padanya kalau aku di sini. Dalam bui yang tak bisa kusebut dengan bui karena sebenarnya tak terperangkap pula aku di sini. Aku cuma ingin dia kau bawa ke sini, paling tidak kau bawa kabar kalau dia baik-baik saja di sana." Bujang: "Kau gila? Bicara pada angin yang tak punya daya untuk membalas celotehanmu." Rahmi: "Aku memang sudah gila. Bahkan sudah dari kecil. Apa tak kau lihat tanda-tandanya? Aku ini gila. Gila karena cintaku tak tahu di mana." Bujang:…

Cinta Sahabat

“Selanjutnya dari Tita buat Cinta ‘sobat aku minta maaf’ request lagunya Rebeca yang Maafkan Aku Mencintai Kekasihmu. Langsung deh aku puterin. Ya udah cekidot aja.” Teman ada yang ingin kusampaikan namun ini tak pantas tuk kau dengar, ku ada di tempat yang salah karena dibutakan cinta. Yang kau lihat tak seperti yang kau lihat semua telah terjadi di luar kendaliku, jika bisa kuarahkan saja cinta ini ke lain cinta. Maafkan aku mencintai kekasihmu kekasihmu namun kutak ingin menjadi penyebab kehancuran antara kau dan dia dan aku.. Teman takkan kupaksa kau maafkan diriku yang terlanjur bersalah hanyalah maaf tulus dariku takkan pernah kubuat lagi.. Cinta mematikan radionya dengan lemas. Matanya membendung air. Badannya terkulai di lantai. Isak tangisnya pecah. “Ya ampun, Cin. Kamu kenapa?” Lita berlari melihat keadaan Cinta. Dibangunkannya badan Cinta yang tak bertenaga. Isaknya semakin pecah dipelukan Lita. “Nggak semua persoalan bisa diselesaikan dengan tangisan, Cin. Ada apa? Ceritakan p…

BAGAIMANA KALAU ANAK TUNARUNGU BERKOMUNIKASI?

"Pakai bahasa isyarat, membaca gerak bibir atau bicara verbal?” Belajar bahasa isyarat apakah enak? Iya jelas. Ketika sama-sama tahu bisa bicara rahasia sehingga orang-orang lain tidak tahu apa yang dibicarakan. Lho ngelantur?
Belajar bahasa isyarat ya tujuannya untuk bisa berkomunikasi dengan anak tunarungu. Tetapi pada kenyataannya harus bersabar. Dulu saya pikir bahasa isyarat itu tiap daerah satu dengan yang lain sama, tiap Negara satu dengan yang lain sama, tapi ternyata sekolah satu dengan sekolah lain saja sudah berbeda. Meskipun di Indonesia ada SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia), pada prakteknya terlalu sulit mungkin hanya sebatas huruf abjad yang biasanya dipakai untuk memperkenalkan nama serta beberapa gerakan yang ringan dan mudah dihafal. Untuk selebihnya biasanya menggunakan gerakan sehari-hari yang telah disepakati bersama dalam kelas. Orang biasa akan sangat kesulitan menangkap pembicaraan anak tunarungu. Apa yang dikatakan tidak akan langsung mudah ditangkap …

Surat Cinta Kaleng

“Lin, kunci buat buka mading mana?” tanya Damar yang tiba-tiba datang mengusik obrolanku dengan Dira, teman sebangkuku. Padahal kami tengah asyik membicarakan Jolie, si cewek centil dan seksi. Begitulah julukan dari  anak-anak cowok di sekolah. Okey, kuakui dia memang berkuasa sebagai ketua mading di sekolahku sedangkan aku hanya penjaga kunci dan penempel ulung tapi bukan begitu caranya untuk meminta sesuatu. Aku balik bertanya, “Kunci mading? Buat apa, Dam? Bukannya udah aku tempelin semua ya yang kamu perintahin kemarin?” Aku merasa sudah menjalankan tugasku dengan baik tapi sepertinya berbeda dengan pikiran si Damar. “Kalau gitu lo ikut gue!” ajak Damar. Ia berjalan duluan di depan sementara aku dengan setengah berlari mengikutinya dari belakang tanpa Dira. Mendadak ia berhenti setelah sampai di depan mading. “Ini siapa yang nempelin? Kamu? Aku dapat teguran dari Pak Kepsek gara-gara surat kaleng ini. Kamu satu-satunya orang yang memegang kunci mading kita kan? Seharusnya ini tang…