Langsung ke konten utama

Melihatmu



Melihatmu sekilas bagai melihatmu sepersekian detik, setengah dari putaran gasing yang tak lengkap, setengah putaran poros tak sempurna, dan bercermin pada setengah kaca
Melihatmu lagi seperti berjalan di atas mimpi, iya tak iya, tidak tak tidak, seolah mengawali lagi desir-desir hati yang bergejolak lama

Akhirnya di tempat yang sama, bukan perpustakaan kecil, bukan ruangan yang sempit, bukan tempat buku-buku bersarang, bukan pula pada jalanan yang rancu tapi pada kedai makan di samping persimpangan jalan tempatku berlalu

Kau duduk di atas bambu bercengkrama dengan teman wanitamu sedang mataku hanya melintas lewat singgah tak sempat, berharap tak mau

Beberapa tahun kita dalam ruang waktu yang sama, tapi dua tahun kita tak ada, tak jumpa dan  tiga tahun lalu bagai dunia masa buta, satu kali kita bicara, satu kali kita bertatap muka, satu kali pula kau lupa, selebihnya kau tak mengingatnya

Melihatmu membongkar waktu, mengulas senyumku, meneropong cinta, mengikis rindu, menandaskan benci, memenuhi hati, tak menyisakan rongga dan membuatku tergoda
Kurasa aku mulai gila



Solo, 3 Mei 2011

Komentar