Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2011

Cara Pasang NetworksBlog

Ini saya buat untuk menanggapi pertanyaan yang sering dilontarkan teman-teman. Gimana sih cara bikin follow lewat blog seperti punya saya? Nah, saya akan menjawab sebatas kemampuan saya semoga Anda sekalian paham. Hihihihi.. kalau tidak paham silahkan bertanya daripada sesat di jalan.
Begini sebenarnya itu salah satu aplikasi di akun facebook. Coba Masuk saja lewat "follow this blog" di bawah blog saya. Klik follow.. nanti akan muncul pilihan.
Lalu klik tulisan “create a page”. Akan muncul seperti ini:

Blog Name*: Keep it short so it's not trimmed in listings. Add a tagline if you need to. Add Tagline Tagline (Optional): URL*: Link to the home page of the blog. Topics: , ,

Syukurilah Kawan

Pernahkah kita bersyukur atas nikmat-Nya yang diberikan kepada kita? Nikmat mempunyai organ tubuh yang lengkap tidak seperti saudara-saudara kita yang mengalaminya. Pernahkah kita bersyukur bisa menulis, bisa berjalan, bisa berekspresi, bisa melakukan aktivitas sendiri tanpa bantuan dan semua hal kecil, tetapi belum tentu bisa mereka lakukan?


Coba kalian lihat anak tunanetra sejak lahir pernahkah mereka menunjukkan ekspresinya: tersenyum, marah dan lain-lain kalau tidak diajari caranya. Coba perhatikan bagaimana sulitnya anak dengan gangguan motorik untuk menulis. Barangkali satu kalimat, satu katapun membutuhkan waktu yang lama.  Coba kalian lihat anak tunarungu yang tak bisa mendengar dan memanfaatkan sisa-sisa pendengarannya, betapa sulitnya mereka untuk bicara. Coba perhatikan mereka yang tak bisa melakukan semuanya sendiri dan masih bergantung pada orang lain karena akibat dari kecacatannya. Pernahkah kalian berpikir kita yang bisa melakukan sendiri saja sering kali merepotkan orang…

Sedikit Bicara Tentang Blogging

Apa sih menariknya nge-blog? Alasannya simple aja ngeluarin uneg-uneg, berbagi pengalaman dan belajar. Tapi apa sebatas itu saja. Nggak buat aku. Mengutak-atik dari template sampai bongkar pasang widget tak pernah membuatku bosan. Aku bersyukur ada dunia blogging karena cara membunuh waktu terampuh dan nggak membosankan.
Gimana nggak? Tiap kali ada keluhan, “blog kamu super berat, nggak kuat angkat udah nggak usah pakai widget”, “blognya keren…” ( langsung melayang) “tapi berat” (gubrak). Pernah ada yang komentar tapi mungkin masih punya rasa kasihan sehingga disingkat “superb..” begitulah. Selalu, selalu itu yang dikeluhkan, tetapi dari sanalah aku banyak belajar mengutak-atik HTML dan keluar masuk situs baru (ya yang nyangkut sama melebarkan sayap blogging). Setiap kali loadingnya lama, tangan ini sudah gatal untuk meng-edit HTML atau menghapus widget yang berat-berat. Padahal susah-susah nyarinya, ngopy kode HTML, memasang lewat add gadget bahkan diselipkan diantara template HTML y…

Aku adalah

Entah, sudah lama berawal dari entah Hujan jatuh dan aku terus menunggu Aliran darah serasa tercekat dan aku masih hidup, dalam fatamorgana yang menusuk jalanku
Aku adalah ceritaku Lugas dengan waktu yang selalu berselisih Berpendar dan meredup sesekali, bangkit dan jatuh Terbingkai dalam sekotak memori
Aku adalah nyaliku Mengkerut terenggut, meluap terkadang, mengempis sering Entah di sisi mana dulu ia bercampur hujan yang selalu kutunggu Lalu tak kembali dan aku menciut lagi
Aku adalah hidupku Berawal dari hidup dan menuju keabadian Pasti berawal dan pasti berakhir Seperti baris ini Inilah aku
Solo, 6 Mei

Ini sebuah puisi yang saya ikutkan dalam event lomba puisi.. Merupakan bagian baru dalam kotak kegagalan saya.. It's okey, karena saya baru belajar.. Bahasa saya terlalu lugas dan biasa pakai bangettt, tapi tetep aja nggak ada peningkatan ya.. Tanya kenapa? Karena saya belum sukses membawa pulang kamus KBBI sehingga kosa kata saya apa adanya.. Hahahaha..

Kepada Malamku

Aku ingin tidur malamku : berselimut embun yang tak kau tampakkan di malam hari,   berselimut mentari yang kau ganti dengan cahaya redup, yang kau lumat dalam setitik cahaya kunang
Aku ingin tidur malamku : berbeda dengan malam-malam sebelumnya, tidur bersama asaku sebelum pagi dan mendekapmu erat dalam balutan sepi
Aku ingin tidur bersamamu malam : saat jiwaku redup terpenjara dalam sayatan sunyimu, karena malam mulai enggan menghampiriku dengan suaranya
Aku tidur malamku, di tempat aku tidur menyambut pagi Mendekap asaku dan mengikatnya erat agar tak lari Seperti dulu aku mengikatmu sebelum kau berpaling dengan kelam, dan sebelum aku menunduk pasrah karena kehilangan pesonamu

Karanganyar, 16 Mei 2011

Sekotak Kegagalan

Aku terlahir bukan menjadi seorang pengarang, bukan pula menjadi seorang penulis. Aku hanya terlahir menjadi diriku dan bisa berbuat sebatas kemampuanku. Wajar saja aku gagal lagi dan gagal lagi karena kata orang pasti ada pemenang dan ada yang kalah. Itu hukumnya agar terjadi keseimbangan dan anehnya kegagalan itu selalu menjadi kawan baikku. Apa memang benar aku tercipta menjadi seorang pecundang dengan sekotak kegagalan. Mungkin aku juga yang salah mengapa dari kecil tak suka pelajaran menulis dan mengarang. Saat di SD setiap kali, setiap waktu setiap saat aku disuguhi kata lalu dipaksa membuat beberapa kalimat dengan satu atau dua kata yang telah disajikan. Kata yang selalu tak kuketahui maknanya dan mereka menyuruhku mengembangkannya. Kata yang selalu kucurigai dan asing saat kubaca. Tapi mereka memaksaku untuk membuatnya, merangkainya menjadi kalimat. Bahkan dipaksanya pula menjadi beberapa paragraf dan diminta unjuk gigi dengan lantang. Mereka memberiku tema sempit yang tak mud…

Di Sebuah Toko Buku

Di sebuah toko buku pertama kali aku membaca sajakmu Sajak-sajak cinta yang melambungkan asaku Menikam kuat membuatku tersipu Sungguh ikatan rima yang harmonis dan membuat degup jantung berpacu Lalu aku bertanya siapakah kamu?
Di sebuah toko buku pertama kali kubaca namamu Nama indah senada dengan sajakmu Jiwa-jiwa patah kau tinggikan dengan syairmu Laksana embun penyejuk hati yang biru Lalu aku bertanya darimana kamu?
Di sebuah toko buku aku mulai mencintai sajakmu Sajak cinta yang membongkar ingatan burukku Menenggelamkannya ke lautan karam Lalu menajamkan ingatanku tentang masa-masa percobaanku Lalu aku bertanya kapan aku bisa sepertimu?
Solo, 6 Mei 2011

Melihatmu

Melihatmu sekilas bagai melihatmu sepersekian detik, setengah dari putaran gasing yang tak lengkap, setengah putaran poros tak sempurna, dan bercermin pada setengah kaca Melihatmu lagi seperti berjalan di atas mimpi, iya tak iya, tidak tak tidak, seolah mengawali lagi desir-desir hati yang bergejolak lama
Akhirnya di tempat yang sama, bukan perpustakaan kecil, bukan ruangan yang sempit, bukan tempat buku-buku bersarang, bukan pula pada jalanan yang rancu tapi pada kedai makan di samping persimpangan jalan tempatku berlalu
Kau duduk di atas bambu bercengkrama dengan teman wanitamu sedang mataku hanya melintas lewat singgah tak sempat, berharap tak mau
Beberapa tahun kita dalam ruang waktu yang sama, tapi dua tahun kita tak ada, tak jumpa dan tiga tahun lalu bagai dunia masa buta, satu kali kita bicara, satu kali kita bertatap muka, satu kali pula kau lupa, selebihnya kau tak mengingatnya
Melihatmu membongkar waktu, mengulas senyumku, meneropong cinta, mengikis rindu, menandaskan benci, me…

Malam-Malamku Menggila

Malam apa ini, kawan? Aku merasa menggila Tiba-tiba saja kau datang singgah di kepalaku Menyusuri setiap saraf-sarafku lalu merasuk ke dalam aliran darahku Menuju jantungku dan ikut memompanya
Apa malam ini aku benar-benar gila? Begitu saja kau terlintas dan aku tertawa
Ku harap malam ini saja aku memikirkanmu Karena malam ini aku merasa gila Selebihnya jangan lagi, kawan Aku tak kan membiarkanmu masuk ke otakku
Jangan kau racuni otakku dengan virus canggihmu Lihat, baru beberapa menit saja otakku meyakini kau ada di sini Jangan lagi, kawan kau sangat jauh bahkan butuh waktu tiga jam untuk memintamu hadir di sini
Kurasa aku ingin tertawa, kawan karena ini lucu Kau tak datang dengan pesanmu malam-malam Lalu tak ucapkan selamat malam Mengapa tiba-tiba aku memikirkanmu?
Hanya tulisan namamu yang tak sengaja berlalu dan kubaca Lalu seharusnya itu juga cepat berlalu Tapi otakku kawan, otakku tak bisa menahanmu Kurasa malam ini aku gila karena namamu tak mau berhenti mengelitikku Ia tetap di posisi itu t…