Minggu, 22 Mei 2011

Cara Pasang NetworksBlog



Ini saya buat untuk menanggapi pertanyaan yang sering dilontarkan teman-teman. Gimana sih cara bikin follow lewat blog seperti punya saya? Nah, saya akan menjawab sebatas kemampuan saya semoga Anda sekalian paham. Hihihihi.. kalau tidak paham silahkan bertanya daripada sesat di jalan.

Begini sebenarnya itu salah satu aplikasi di akun facebook.
Coba Masuk saja lewat "follow this blog" di bawah blog saya. Klik follow.. nanti akan muncul pilihan.

Lalu klik tulisan “create a page”.
Akan muncul  seperti ini:


Blog Name*:
Keep it short so it's not trimmed in listings. Add a tagline if you need to.
Link to the home page of the blog.
, ,
Select topics under which your blog will be classified. Choose common words so readers can find you when they search by that topic



Isi aja apa yang harus di isi.. Hihihi
Kalau sudah klik next. Ikuti petunjuknya terus sampai punya akun di networksBlog.
Masuk aja ke profil.
Cari tulisan “Blog I Write” di bawahnya ada tulisan nama blog yang sudah kamu masukkan tadi.  Klik nama blogmu bukan url-nya. Nanti akan masuk ke information,  follower blog kamu contohnya bisa dilihat seperti ini
Cari tulisan “widget” klik aja tulisan itu. Di situ di sediakan dua pilihan.
Pilih aja yang “Choose the widged or the badge” klik install widget.
Copy kodenya. Letakkan di add gadget yang HTML. Terus di save. Jadi deh..

Selamat Mencoba..
Semoga berhasil.. ^^



Jumat, 20 Mei 2011

Syukurilah Kawan

Pernahkah kita bersyukur atas nikmat-Nya yang diberikan kepada kita?
Nikmat mempunyai organ tubuh yang lengkap tidak seperti saudara-saudara kita yang mengalaminya.
Pernahkah kita bersyukur bisa menulis, bisa berjalan, bisa berekspresi, bisa melakukan aktivitas sendiri tanpa bantuan dan semua hal kecil, tetapi belum tentu bisa mereka lakukan?



Coba kalian lihat anak tunanetra sejak lahir pernahkah mereka menunjukkan ekspresinya: tersenyum, marah dan lain-lain kalau tidak diajari caranya.
Coba perhatikan bagaimana sulitnya anak dengan gangguan motorik untuk menulis. Barangkali satu kalimat, satu katapun membutuhkan waktu yang lama. 
Coba kalian lihat anak tunarungu yang tak bisa mendengar dan memanfaatkan sisa-sisa pendengarannya, betapa sulitnya mereka untuk bicara.
Coba perhatikan mereka yang tak bisa melakukan semuanya sendiri dan masih bergantung pada orang lain karena akibat dari kecacatannya. Pernahkah kalian berpikir kita yang bisa melakukan sendiri saja sering kali merepotkan orang lain?

Bukannya mereka malas, bukannya mereka tak ingin melakukan hal yang bisa kita lakukan, tetapi karena keterbatasan mereka yang menjadikannya seperti itu, Kawan.

Dulu tak pernah kubayangkan mendengarkan lagu D'masiv "Jangan Menyerah" dinyanyikan langsung oleh anak-anak yang berkebutuhan khusus dan dalam dua tahun yang berlangsung lagu ini seperti lagu wajib yang mereka nyanyikan.

Sungguh menyentuh dan tak bisa kupungkiri saat mendengar mereka menyanyi lagu itu jiwa-jiwa melankolisku muncul.

: tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi


kita pasti pernah
dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini
tak ada artinya lagi

reff1:
syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik
tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi

repeat reff1
reff2:

Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa

repeat reff1
repeat reff2

===========================================
Pernahkah berpikir sampai sedemikian rupa? Bersyukurlah kawan. Jangan menyerah! Kalau kita menyerah bagaimana dengan mereka. Apakah kita kalah dengan mereka di dalam semua keterbatasan masih ingin maju? Seharusnya kita memberikan contoh yang kepada mereka, agar mereka tidak kehilangan rasa bersyukur juga.


Kamis, 19 Mei 2011

Sedikit Bicara Tentang Blogging




Apa sih menariknya nge-blog?
Alasannya simple aja ngeluarin uneg-uneg, berbagi pengalaman dan belajar. Tapi apa sebatas itu saja. Nggak buat aku. Mengutak-atik dari template sampai bongkar pasang widget tak pernah membuatku bosan. Aku bersyukur ada dunia blogging karena cara membunuh waktu terampuh dan nggak membosankan.

Gimana nggak? Tiap kali ada keluhan, “blog kamu super berat, nggak kuat angkat udah nggak usah pakai widget”, “blognya keren…” ( langsung melayang) “tapi berat” (gubrak). Pernah ada yang komentar tapi mungkin masih punya rasa kasihan sehingga disingkat “superb..”  begitulah. Selalu, selalu itu yang dikeluhkan, tetapi dari sanalah aku banyak belajar mengutak-atik HTML dan keluar masuk situs baru (ya yang nyangkut sama melebarkan sayap blogging). Setiap kali loadingnya lama, tangan ini sudah gatal untuk meng-edit HTML atau menghapus widget yang berat-berat. Padahal susah-susah nyarinya, ngopy kode HTML, memasang lewat add gadget bahkan diselipkan diantara template HTML yang berjubel kode </head>, ]] b: skin de el el. Lama-lama sampai hafal letak tuh kode (hahaha padahal kalau suruh nyari tinggal diturunin aja pasti ketemu).. Yah, paling tidak udah nggak pakai CTRL+F buat nyari tuh kode..

Sombong? Nggak juga cuma mau congkak. Lho?

Balik lagi ke topik. Apa cuma tampilan aja yang bisa memancing orang berkunjung? Nggak juga. Justru karena sering banyak dipasang widget yang berat-berat pengunjung pada kabur gara-gara nggak sabar nunggu. Mau bukti silahkan saja. Close tab Anda. (Curhat nih karena bukan orang sabar :P)

Saranku sih pasang widget seadanya, jangan semua widget yang ditemukan dipasang karena kasihan mbah blog tidak kuat mengangkat beban. Kalau nggak letakkan widget itu dengan loading yang ringan baru yang berat. Penting untuk menghitung berapa lama loading blog. Kalau aku biasanya sampai 28 detik nggak mau muncul tanda-tanda tangan gatal beraksi.  Ya, nggak bisa dipungkiri juga sih blog yang tampilannya bagus tapi lama pengunjungnya sedikit. Ada juga yang lama tapi berpengunjung banyak. Tinggal pinter-pinter aja berkunjung dan minta dikunjungi.. Hihihihi

Harapan terbesar dari nge-blog naikin page rank. Masa’ dari dulu 0 melulu. Hahaha.. Ya iyalah, nggak ada yang backlink. Bercanda.. Harapannya ya saling sharing ilmu aja dan mengeluarkan uneg-uneg yang terpendam, termasuk semua kegagalan di dunia nyata. Tak apalah mengalir saja ambil enaknya.

Pokoknya nggak ada bosannya. Semoga saya menemukan template baru dengan kecepatan extra tetapi desainnya unik. Hemm.. Kenapa nggak menciptakan sendiri aja?
Jawabannya adalah bukan basic saya karena saya tidak menguasai ilmu HTML-HTML-an.               Utak-atik HTML hanya berdasarkan petunjuk ahlinya dengan sedikit utak-atik juga sih kalau berhasil.. Hihihihi

 Cukup sekian. Semoga ketika membuka blog saya tidak ada istilah “berlalu tak berkesan... blasss”.

Selasa, 17 Mei 2011

Aku adalah



Entah, sudah lama berawal dari entah
Hujan jatuh dan aku terus menunggu
Aliran darah serasa tercekat dan aku masih hidup,
dalam fatamorgana yang menusuk jalanku

Aku adalah ceritaku
Lugas dengan waktu yang selalu berselisih
Berpendar dan meredup sesekali, bangkit dan jatuh
Terbingkai dalam sekotak memori

Aku adalah nyaliku
Mengkerut terenggut, meluap terkadang, mengempis sering
Entah di sisi mana dulu ia bercampur hujan yang selalu kutunggu
Lalu tak kembali dan aku menciut lagi

Aku adalah hidupku
Berawal dari hidup dan menuju keabadian
Pasti berawal dan pasti berakhir
Seperti baris ini
Inilah aku

Solo, 6 Mei


Ini sebuah puisi yang saya ikutkan dalam event lomba puisi.. Merupakan bagian baru dalam kotak kegagalan saya.. It's okey, karena saya baru belajar.. Bahasa saya terlalu lugas dan biasa pakai bangettt, tapi tetep aja nggak ada peningkatan ya.. Tanya kenapa? Karena saya belum sukses membawa pulang kamus KBBI sehingga kosa kata saya apa adanya.. Hahahaha..

Senin, 16 Mei 2011

Kepada Malamku



Aku ingin tidur malamku
: berselimut embun yang tak kau tampakkan di malam hari,
  berselimut mentari yang kau ganti dengan cahaya redup,
  yang kau lumat dalam setitik cahaya kunang

Aku ingin tidur malamku
: berbeda dengan malam-malam sebelumnya,
  tidur bersama asaku sebelum pagi
  dan mendekapmu erat dalam balutan sepi

Aku ingin tidur bersamamu malam
: saat jiwaku redup terpenjara dalam sayatan sunyimu,
  karena malam mulai enggan menghampiriku dengan suaranya

Aku tidur malamku, di tempat aku tidur menyambut pagi
Mendekap asaku dan mengikatnya erat agar tak lari
Seperti dulu aku mengikatmu sebelum kau berpaling dengan kelam,
dan sebelum aku menunduk pasrah karena kehilangan pesonamu


Karanganyar, 16 Mei 2011


Minggu, 15 Mei 2011

Sekotak Kegagalan



Aku terlahir bukan menjadi seorang pengarang, bukan pula menjadi seorang penulis. Aku hanya terlahir menjadi diriku dan bisa berbuat sebatas kemampuanku. Wajar saja aku gagal lagi dan gagal lagi karena kata orang pasti ada pemenang dan ada yang kalah. Itu hukumnya agar terjadi keseimbangan dan anehnya kegagalan itu selalu menjadi kawan baikku. Apa memang benar aku tercipta menjadi seorang pecundang dengan sekotak kegagalan.
Mungkin aku juga yang salah mengapa dari kecil tak suka pelajaran menulis dan mengarang. Saat di SD setiap kali, setiap waktu setiap saat aku disuguhi kata lalu dipaksa membuat beberapa kalimat dengan satu atau dua kata yang telah disajikan. Kata yang selalu tak kuketahui maknanya dan mereka menyuruhku mengembangkannya. Kata yang selalu kucurigai dan asing saat kubaca. Tapi mereka memaksaku untuk membuatnya, merangkainya menjadi kalimat. Bahkan dipaksanya pula menjadi beberapa paragraf dan diminta unjuk gigi dengan lantang. Mereka memberiku tema sempit yang tak mudah kupahami. Lalu aku dipaksa lagi untuk menulis, menulis dan terus menulis sampai aku pada titik jengah dan benci untuk menulis. Bahkan sampai jenjang SMP aku masih dipaksa untuk menulis, menulis dan menulis, tapi berawal dari sana aku mulai terbiasa untuk menulis.
Ternyata hal yang kubenci menyimpan kesenangan tersendiri. Aku senang meletakkan penaku di atas kertas kosong dan membuatnya menari. Aku senang melihat kertas kosongku terisi penuh oleh tulisanku. Aku senang ketika menuliskan judul di atas, artinya aku telah membuat satu karya lagi. Aku senang melihat kertas kosongku terisi dan menumpuk tinggi meskipun isinya masih tak sempurna. Aku senang tapi lagi-lagi kegagalan membuntutiku. Sudah kuusir agar dia pergi, tapi apalah daya sekotak kegagalan kian lama kian menumpukkan kertas-kertas di jidatku “aku pecundang”.
Terbukti sudah aku pecundang, kini keberanianku sudah sirna. Mentalku benar-benar “mental” down. Apa yang dulu kuyakini menjadi tidak kuyakini. Sudah kubilang aku bukan terlahir menjadi seorang pengarang. Jiwaku memang sering berpetualang, mencari inspirasi dan dituang, tetapi keadaan kini benar-benar tak memungkinkan. Lihat tempelan kata pecundang sudah mengelilingi kepalaku. Sungguh ternyata kehilangan motivasi diri itu menutup semua pintu. Ambisi dan harapan perlahan hilang, meskipun orang berkata “semangat, tetaplah menulis, jangan menyerah” entah mengapa hatiku tak begitu mengiyakan.
Hei, bangun! Wake up! Lihat seberapa usahamu! Apa sudah sebegitu kerasnya kau berusaha? Berapa kali kau mencoba, bukankah belum ratusan kali? Dimana keteguhan hatimu, kau lupa kau punya mimpi? Kau punya harapan itu sudah baik. Jangan kau buang harapanmu itu, atau kau akan hidup tapi jiwamu tak hidup. Kau akan menjadi mayat lapuk yang setengah mati. Karena menghapus mimpi dan harapanmu. Kau akan hidup tapi seperti kehilangan separuh nyawamu.
Ini kesekian kalinya aku mencoba tuk bangkitkan mentalku lagi. Ini kesekian kalinya aku memacu semangatku lagi. Semoga selalu ada kesempatan untuk membangkitkannya dan tak terlalu terpuruk berlama-lama. Ini adalah cobaan. Ini adalah latihan terbaik untuk mendapatkan mental baja. Apapun itu memang harus kuterima. Allah tak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya.
Aku memang tak terlahir menjadi pengarang ataupun penulis, tetapi aku hanya punya mimpi dan berharap suatu saat Tuhan akan mendengar doaku. Amin.
Tak ada orang yang seumur hidupnya belum pernah menemui kegagalan, sekalipun mereka orang sukses pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya.
Akan kuganti kata sekotak kegagalan itu menjadi cambuk semangatku dan aku akan belajar untuk lebih maju.

SEMANGAT ^^

Sabtu, 07 Mei 2011

Di Sebuah Toko Buku


Di sebuah toko buku pertama kali aku membaca sajakmu
Sajak-sajak cinta yang melambungkan asaku
Menikam kuat membuatku tersipu
Sungguh ikatan rima yang harmonis dan membuat degup jantung berpacu
Lalu aku bertanya siapakah kamu?

Di sebuah toko buku pertama kali kubaca namamu
Nama indah senada dengan sajakmu
Jiwa-jiwa patah kau tinggikan dengan syairmu
Laksana embun penyejuk hati yang biru
Lalu aku bertanya darimana kamu?

Di sebuah toko buku aku mulai mencintai sajakmu
Sajak cinta yang membongkar ingatan burukku
Menenggelamkannya ke lautan karam
Lalu menajamkan ingatanku tentang masa-masa percobaanku
Lalu aku bertanya kapan aku bisa sepertimu?

Solo, 6 Mei 2011

Selasa, 03 Mei 2011

Melihatmu



Melihatmu sekilas bagai melihatmu sepersekian detik, setengah dari putaran gasing yang tak lengkap, setengah putaran poros tak sempurna, dan bercermin pada setengah kaca
Melihatmu lagi seperti berjalan di atas mimpi, iya tak iya, tidak tak tidak, seolah mengawali lagi desir-desir hati yang bergejolak lama

Akhirnya di tempat yang sama, bukan perpustakaan kecil, bukan ruangan yang sempit, bukan tempat buku-buku bersarang, bukan pula pada jalanan yang rancu tapi pada kedai makan di samping persimpangan jalan tempatku berlalu

Kau duduk di atas bambu bercengkrama dengan teman wanitamu sedang mataku hanya melintas lewat singgah tak sempat, berharap tak mau

Beberapa tahun kita dalam ruang waktu yang sama, tapi dua tahun kita tak ada, tak jumpa dan  tiga tahun lalu bagai dunia masa buta, satu kali kita bicara, satu kali kita bertatap muka, satu kali pula kau lupa, selebihnya kau tak mengingatnya

Melihatmu membongkar waktu, mengulas senyumku, meneropong cinta, mengikis rindu, menandaskan benci, memenuhi hati, tak menyisakan rongga dan membuatku tergoda
Kurasa aku mulai gila



Solo, 3 Mei 2011

Senin, 02 Mei 2011

Malam-Malamku Menggila


Malam apa ini, kawan? Aku merasa menggila
Tiba-tiba saja kau datang singgah di kepalaku
Menyusuri setiap saraf-sarafku lalu merasuk ke dalam aliran darahku
Menuju jantungku dan ikut memompanya

Apa malam ini aku benar-benar gila?
Begitu saja kau terlintas dan aku tertawa

Ku harap malam ini saja aku memikirkanmu
Karena malam ini aku merasa gila
Selebihnya jangan lagi, kawan
Aku tak kan membiarkanmu masuk ke otakku

Jangan kau racuni otakku dengan virus canggihmu
Lihat, baru beberapa menit saja otakku meyakini kau ada di sini
Jangan lagi, kawan kau sangat jauh bahkan butuh waktu tiga jam untuk memintamu hadir di sini

Kurasa aku ingin tertawa, kawan karena ini lucu
Kau tak datang dengan pesanmu malam-malam
Lalu tak ucapkan selamat malam
Mengapa tiba-tiba aku memikirkanmu?

Hanya tulisan namamu yang tak sengaja berlalu dan kubaca
Lalu seharusnya itu juga cepat berlalu
Tapi otakku kawan, otakku tak bisa menahanmu
Kurasa malam ini aku gila karena namamu tak mau berhenti mengelitikku
Ia tetap di posisi itu tak bergeser seperti mataku tapi tak seperti tanganku
Tanganku ingin melihatmu, melihatmu dan melihatmu
Mungkin memang saraf  telah memberi pesan ke otak untuk melihatmu, melihatmu dan melihatmu

Izinkan aku memikirkanmu malam ini, kawan
Kau begitu lucu dan aku jadi merindu
Kurasa aku sedang menggila dan besok pagi pasti reda


Solo, 2 Mei 2011

Kegagalan Mengajariku Arti Kebahagiaan

Aku mendarat di depan rumah berpagar abu-abu. Aku turun dari mobil dan menatap rumah itu. Tanganku ditarik dan dia melangkah lebih du...