Langsung ke konten utama

Telisik Hati


Aku duduk di sudut ini jika kau tahu. Mencarimu diantara daun yang bergoyang. Mencarimu di antara sekian banyak daun yang gugur. Mencarimu diantara orang yang berlalu lalang. Mencari di keheninganku, tetapi Tuhan tak menunjukkanmu padaku.

Aku berharap musik yang kuputar tak pernah berhenti agar bisa menemaniku sampai kau datang. Entah dalam wujud angin, hujan atau mega di atas sana. Aku rindu wajahmu saat tak senyum. Aku rindu tawamu yang tak pernah kau tunjukkan di depanku. Aku rindu semua yang ada padamu, saat Tuhan menciptakanmu dengan sempurna.

Aku lupa caraku mengingatmu, setiap kali aku memulai, berhenti dan menyerah. Aku lupa caraku memanggilmu di tengah keramaian, bahkan tempat yang mereka sebut sunyi. Aku merasa kau semakin tenggelam di dasar. Aku merasa aku tak mengenalmu. Mungkin pula kita memang tak pernah berkenalan sebelumnya.

Semakin lama semakin aku takut. Takut pada nyawaku, nyaliku dan kekuatanku. Aku takut tumbang sebelum tumbuh. Aku takut mati sebelum bertemu. Aku takut jatuh sebelum menjadi kuat.
Aku masih duduk di sudut ini. Sendiri diterpa angin. Dihantam perih dan dikoyak dalam. Aku masih ingat nama kecil itu, anak ingusan yang menjadi pahlawan kecil, menaikkan harapan hidupku. Aku masih ingat nama kecil itu yang membutakan mata dan memukul rata semua saingannya, tapi Tuhan menyembunyikannya.

Aku masih duduk di sudut ini. Mencoba menunjukkan  wajah palsu dalam tekanan. Mencoba mempertahankan topeng-topeng pengerat. Sembunyikan wajah asli.
Aku masih di kursi yang sama, menengadah ke langit dan memintanya membawamu ke sini. Aku masih mendengarkan lagu yang kuputar, meresapi dan mendendangkannya agar kau dengar dari angin.

Mereka mengajakku pergi sekarang. Padahal aku masih ingin mengenangmu bahwa kau pernah ada dan kita pernah bertemu meskipun suatu saat nanti kau lupa aku dan aku lupa kau. Andai saja tak ada yang memanggilku, mungkin aku masih terisak lama di kursi ini dan mendengarkan lagu ini. Menulis ini dan mengakhiri ini dengan indah. Di tempat ini dan spesial ini. Hanya di sudut ini dan posisi ini angin datang dari segala penjuru, akan lebih mudah bagiku menyampaikan pesan ini untukmu. Hanya di sudut ini aku teringat kamu, tidak di sudut lain.

Komentar