Selasa, 29 Maret 2011

CI-BI (Anak Berbakat)

(Alasan Perlunya Pendidikan Luar Biasa Bagi  Anak Berbakat
  1. KONSEP KESAMAAN KESEMPATAN MEMPEROLEH PENDIDIKAN MENUNJUKKAN KESEMPATAN UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI INDIVIDUAL SEOPTIMAL MUNGKIN
  2. ANAK BERBAKAT SERING GAGAL MENCAPAI PRESTASI YANG SESUAI DENGAN POTENSI MEREKA TANPA DUKUNGAN TAMBAHAN
  3. KEBERBAKATAN DIPEROLEH DARI PELAYANAN KHUSUS
  4. KEGAGALAN MEMPERTEMUKAN KEBUTUHAN ANAK BERBAKAT, DAPAT MENIMBULKAN KERUGIAN YANG LUAR BIASA HEBAT, BUKAN HANYA BAGI ANAK BERBAKAT SENDIRI TETAPI JUGA BAGI MASYARAKAT SECARA KESELURUHAN

DEFINISI KEBERBAKATAN
KEBUDAYAAN YUNANI KUNO, orang yang memiliki kecakapan Luar Biasa hebat (di Roma: Insinyur atau prajurit, di Amerika: test IQ Stanford Binet à memiliki skor IQ 130 atau 140)
SEKARANG INI, anak berbakat ialah yang memperlihatkan secara konsisten penampilan luar biasa hebat dalam suatu bidang yang berfaedah
KELEMAHAN DEFINISI AWAL KEBERBAKATAN, (1) anak harus memperlihatkan melalui penampilan, sehingga berakibat menghambat kemungkinan melakukan identifikasi; (2) apa yang dimaksud dengan suatu bidang yang berfaedah tersebut

Macam keberbakatan
1.       ANALITIK, meliputi kemampuan memilah masalah dan memahami bagian dari masalah tersebut, orang ini mampu melaksanakan test intelegensi konvensional yang memerlukan penalaran analitis
2.       SINTETIK, tampak pada orang yang memiliki kemampuan memahami, intuitif, kreatif dan cakap mengatasi situasi yang relatif baru
3.       PRAKTIS, meliputi penerapan kemampuan analitik maupun sintetik dalam situasi pragmatig

Karakteristik ANak Berbakat
§  SEBAGAI MAHLUK SOSIAL, anak berbakat mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat, pemikiran, sikap dan aktivitas anggota masyarakat yang lain. Dalam pergaulan inilah emosi mereka merasa sedih atau bahagia
§  DITINJAU DARI BUDAYA, anak berbakat mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang dipengaruhi tingkat kebudayaan di mana mereka memperoleh pengalaman budaya. Selain itu faktor agama akan memberikan dasar dan norma pribadi anak berbakat

ASPEK UNTUK MENGENALI KARAKTERISTIK ANAK-ANAK BERBAKAT
  1. POTENSI
a.      BERKEMBANG LEBIH CEPAT ATAU BAHKAN SANGAT CEPAT BILA DIBANDINGKAN DENGAN UKURAN PERKEMBANGAN YANG NORMALà memiliki superioritas intelektual; mampu dengan cepat melakukan analisis; irama kemajuan yang mantap; pola berpikir sering meloncat dari urutan berpikir yang normal
b.      SELAIN POTENSI INTELEGENSI JUGA MEMILIKI KEUNGGULAN PADA ASPEK PSIKOLOGIS YANG LAIN, YAITU EMOSI
c.       KARAKTERISTIK SOSIAL YANG DIMILIKI IALAH CAKAP MENGEVALUASI KETERBATASAN DAN KELEBIHAN YANG DIMILIKI DIRINYA DAN  ORANG LAINà tampil bijaksana
  1. CARA MENGHADAPI MASALAH
a.      KETERLIBATAN SELURUH ASPEK PSIKOLOGIS DAN BIOLOGIS SETIAP ANAK BERBAKAT PADA SAAT MEREKA BERHADAPAN DENGAN MASALAH TERSEBUT
b.      PEMILIHAN METODE PENDEKATAN DAN ALAT YANG STRATEGIS, SEHINGGA DIPEROLEH PEMECAHAN MASALAH YANG EFISIEN DAN EFEKTIF
  1. KEMAMPUAN (PRESTASI) YANG DAPAT DICAPAI
a.      MAMPU MELIHAT HUBUNGAN PERMASALAHAN SECARA KOMPREHENSIF, DAN MENGAPLIKASIKAN KONSEP YANG KOMPLEKS DALAM SITUASI YANG KONGKRIT
b.      TERPUSAT PADA PENCAPAIAN TUJUAN YANG DITETAPKAN (Gearheart, 1980)
c.       SUKA BEKERJA INDEPENDENT DAN MEMBUTUHKAN KEBEBASAN DALAM BERGERAK DAN BERTINDAK
d.      MENYUKAI CARA-CARA BARU DALAM MENGERJAKAN SESUATU DAN MEMPUNYAI INTENS UNTUK BERKREASI (Meyen, 1978)

PRESTASI ANAK BERBAKAT
1.       DITINJAU DARI SEGI FISIK, PSIKOLOGIS, AKADEMIK DAN SOSIAL: mereka memiliki daya tahan tubuh yang prima serta koordinasi gerak fisik yang harmonis
2.       MAMPU BERJALAN DAN BERBICARA LEBIH AWAL DIBANDINGKAN DENGAN MASA BERJALAN DAN BERBICARA ANAK NORMAL (Swanson, 1979)
3.       SECARA PSIKOLOGIS, mereka memiliki kemampuan emosi yang unggul dan secara sosial pada umumnya mereka adalah anak-anak yang populer serta lebih mudah diterima (Gearheat, Heward, 1980)
4.       BERDASARKAN PRESTASI AKADEMIK, mereka memiliki sistem syaraf pusat (otak dan spinal cord) yang prima

KOGNITIF TINGKAT TINGGI MELIPUTI:
  1. BERPIKIR APLIKASI
  2. ANALISIS
  3. SINTESIS
  4. EVALUASI
KOGNITIF TINGKAT RENDAH TERDIRI DARI BERPIKIR MENGETAHUI DAN KOMPREHENSIF

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda di sini

Blogroll