Langsung ke konten utama

Sesal Diucapkan


Kata sesal menjerat di ujung,
tiap menukik tajam aku jadi geram
lagi-lagi lelaki itu berkoar-koar 
: aku tak butuh ketegasan

Gambar sama wajah semu
bolak-balik bertanya 
lagi-lagi tak ada alasan
: mengapa dulu mabuk asmara

Topeng-topeng dialihkan
berwujud senja tapi datangnya pagi
ia bertanya
: mengapa harus sesal yang kau rasakan


Solo, 16 Februari 2011


Komentar