Langsung ke konten utama

PENYUSUP HATI


Entah menyusup dari sudut mana kamu,
Sudah kututup rapat pintu dan jendela saat senja menghempaskan senyumku
Tapi kau diam-diam tetap bergulir di dalam dan aku tercenung merenung menggila

Hidupku mungkin tak seperti dulu mungkin pula dirimu
Bak sebuah merpati kau lepas dan aku terkurung
Mana mungkin kau masuk disela-selanya?
Kita bagai dua sisi mata uang asal kau tahu

Sudah kuusir ribuan kali sampai aku jengah sendiri
Tapi lagi-lagi kau berdalih aku mengantung pernyataanku
Kau kembali dan merasuk secara sembunyi-sembunyi

Entah mengapa terus saja kukunci rapat-rapat pintu dan jendelaku
Sementara kau masih saja bisa menerobos masuk ke dalam
Apakah harus kuganti pintu dan jendelaku dengan baja
Lalu kupanggil kau penyusup jika berhasil menerobos lagi


Solo, 19 Februari 2011

Komentar