Langsung ke konten utama

Hentikanlah



Sobat pejamkan saja matamu jika kau tak bisa menghadapi kenyataan.
Goyahkan saja tiang keegoisan yang menjatuhkan rasa itu.
Abaikan rasa sakitnya, hentikan atau kau akan tercekat dan tak bisa bernafas.
Jangan siksa lagi dengan perasaan-perasaan yang muncul karena keadaan.
Dia datang memang disaat yang tepat tapi tidakkah kau lihat isyaratnya.
Dia tak melihatmu, dia tak tahu bagaimana caramu bangun.
Lihatlah dengan seksama.
Dia masih tak berubah sedang kau berubah.
Dia masih menganggapmu sama tapi kau menganggapnya beda.
Hempaskan saja rasamu.
Jangan tinggikan lagi rasa egoismu.
Terkadang kita dipaksa tuk menerima meski sebagian mengelak.

Jangan tinggikan lagi kemunafikan, jujurlah pada dunia.
Kau sedang tak bermimpi, jangan paksa dirimu bermimpi.
Berdirilah tegak dan jatuhkan kembali rasa itu.
Jangan kau pungut lagi.
Jangan sisakan sedikitpun, hentikan.
Bangunlah tembokmu yang kokoh agar tak mudah dihancurkan.
Jangan buang linangan itu dengan sia-sia.
Melegakan hanya sesaat selanjutnya penderitaan.

Jangan jadikan rasa itu sebagai puncaknya.
Ratakan hancurkan saja.
Kau gali sendiri lubang itu maka tutuplah.
Kau bilang kau akan berjuang, tunjukanlah.
Buktikanlah bahwa itu bukan hanya sebuah kata-kata yang tak berguna.
Kau pernah mengembangkan sayapmu dan terbang tinggi.
Lalu kau apakan kini sampai kau lupa caranya tuk terbang.

Mana senyummu yang mengembang.
Mana optimisme yang kau bilang dulu.
Mungkin salahku membiarkanmu mengalir sedang kau tak tahu arahnya.
Mungkin salahku tak menghentikanmu saat aliran itu mulai bercabang.

Hapuslah



Komentar