Langsung ke konten utama

Betapa Sulitnya Aku


Banyak waktu yang habis saat terbungkam
Mencari celah menembus batas tapi tembok kertas pun tak berhasil kubobol
Membatu menepis keadaan berubah kikuk sendiri
Menundukkan kepala mengheningkan cipta
Mencari lubang di sepanjang jalan
Tersenyum lebar dan tertawa perih
Kurasa seperti anak autis yang tertarik dengan dunianya
Melupakan orang-orang di sisinya
Dan tak mengerti sebelum disentuh
Seolah menutup diri

Begitu sulit saat mata-mata berbisik
Sedang tak tahu apa yang mereka bisikkan
Begitu sulit menjabat mereka
Sedang tak tahu makna jabatan itu apa
Begitu sulit kuucap sapa
Sedang aku tak belajar cara menyapa

Aku bukan mereka yang pandai bicara dan berbahasa
Aku bukan mereka yang berani menatap mata saat lawan berbicara
Kadang kupikirkan enak bermain dengan dunia maya
Karena tak harus saling bertatap muka
Kadang kupikir enak bermain dunia maya
Karena tak butuh pandai bicara
Tak harus susah payah berekspresi memilih mimik muka
Karena mereka yang menerka-nerka
Tak perlu takut mengungkapkan suka duka
Karena mereka hanya mendengar tak butuh mengingat


Solo, 17 Februari 2011

Komentar