Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2011

Disebut Hati

Hati, Masihkah mereka sebut itu hati? Ketika jatuh terpingkal Masihkah mereka sebut itu hati? Ketika remuk seremuk-remuknya remuk
Kadang kutemukan ini disela-sela rasa Kadang kupertanyakan ini disaat tertidur Inikah yang mereka sebut hati? Ketika panas dingin saling terbentur, dan rasa sakit itu terasa


Solo, 22 Januari 2011

Sebuah Skenario Kecil: ENTAH..

Sampai saat ini aku belum mendapat jawaban mengapa aku harus menunggu…
Part #1                 Pagi itu Tita berjalan terseok-seok  karena hak sepatu tua yang ia pakai patah. Wajar saja, sepatu itu milik mamanya yang telah usang dimakan zaman. Apalagi baru saja ia pakai untuk mengejar laki-laki angkuh, belagu dan tak tahu diri. Orang menyebutnya Bryan, si baik hati. Pengecualian untuk Tita, lelaki seperti Bryan tak pantas dikatakan baik.
Tita:
(Sepanjang jalan menggerutu. Wajah sudah tak berbentuk dan kakinya tak sanggup untuk berjalan lagi) “Cowok belagu, angkuh dan sombong!! Awas kamu, aku akan membalasmu. Lihat saja nanti aku tak segan-segan menjatuhkan harga dirimu itu di hadapan banyak orang. Huff, capek!!!” (Duduk di tengah jalan berharap ada orang yang menawari tumpangan)

Lima menit berlalu tak ada satupun mobil yang lewat dan tiba-tiba saja suara klakson menggetarkan gendang telinganya. Ciiiiiiiiiiiittttttt!!!!! Mobil sedan putih nyaris memakan nyawanya. Tita menoleh ke belakang.

Kadang Kupikir Ini Permainan

Kadang aku merasa berhadapan dengan orang yang terlalu melebih-lebihkan di kehidupan mereka atau aku yang sebenarnya tak bersinergi dengan hidup..
Kadang aku merasa aku tak pernah bisa berpikir seperti mereka atau memang aku ditakdirkan untuk berpikir di luar pikiran mereka
Kadang aku merasa aku tak bisa bersama mereka atau aku yang tak bisa menyeret aku dan hidupku kedunia ini..
Seolah dunia tak berkawan denganku Penat dan bosan selalu silih berganti membunuh jiwa-jiwa kecil yang sudah terkulai lemas...
Solo, 21 Januari 2011