Langsung ke konten utama

Tujuan assesmen

Tujuan-tujuan penilaian
Penilaian pendidikan khusus mempunyai beberapa tujuan karena penilaian memainkan peranan dalam masing-masing tahapam dari pemrograman untuk para siswa yang mengalami ketidakmampuan. Dari indikasi yang pertama dari sebuah masalah belajar, para guru pendidikan khusus dan yang lainnya mengumpulkan informasi untuk membantudalam pembuatan keputusan. Secara umum, informasi ini digunakan untuk kelayakan dokumen untuk layanan pendidikan khususdan / atau adaptasi dari kurikulum dari pendidikan umum dan untuk merencanakan dan memonitor keefektifan dari sebuah program pendidikan yang diindividualisasikan (IEP). Tujuan-tujuan utama dari penilaian secara langsung dihubungkan dengan langkah-langkah dalam proses-proses penilaian pendidikan khusus : identifikasi dan referral, determinasi dari kelayakan, perencanaan program, dan pelaksanaan program dan evaluasi. Langkah-langkah ini dideskripsikan dengan singkat dalam paragraph yang mengikutinya. Sebuah diskusi yang terinci dapat ditemukan dalam bab 2.

Identifikasi dan Referral
Identifikasi dari para siswa yang mungkin mempunyai ketidakmampuan merupakan tujuan yang pertama dari penilaian. Dua prosedur identifikasi yang digunakan adalah : strategi pemilihan dan pelimpahan awal (prereferal). Screening atau pemilihan merupakan aktivitas koleksi data yang berskala luas yang digunakan untuk mengidentifikasikan secara cepat siswa-siswa tersebut di luar dari seluruh populasi sekolah yang mungkin menjadi kepentingan dari stugi yang selanjutnya. Sebagai contoh, kebanyakan sekolah mengadministrasikan visi dan mendengarkan tes seleksi pada interval regular seluruh tingkatan. Ketika masalah-masalah potensial dideteksi, para siswa direferensikan untuk sebuah evaluasi yang lebih mendalam.
      Strategi-strategi prereferal. Secara kontras ditujukan pada pemecahan masalah prestasi sekolah dari individu para siswa. Intervensi prereferal mulai bermula ketika sebuah guru pendidikan umum berkonsultasi dengan orang lain di sekolah tentang siswa yang mengfalami kesulitan di sekola. Informasi dikumpulkan tentang prestasi siswa dalam area perhatian dan tentang lingkungan pengajaran. Dalam kebanyakan kasus , tim referral awal mengembangkan sebuah adaptasi dan modifikasi dalam sebuah usaha untuk menyesuaiakan kebutuhan akademik dan perilaku siswa. Intervensi-intervensi ini diimplementasikan dan data dikumpulkan untuk menentukan efektivitasnya. Jika hasilnya mengarah ke sebuah masalah belajar siswa yang sama, siswa mungkin dialih tangankan atau direferalkarena pertimbangan untuk layanan-layanan pendidikan khusus.
Penentuan Kelayakan
Kedua, penilaian pendidikan khusus dilakukan untuk menentukan apakah seorang siswa memenuhi criteria kelayakan untuk layanan-layanan pendidikan khusus. Kelayakan didasarkan pada dua criteria yang saling berrelasi: siswa harus mempunyai sebuah problem prestasi sekolah dan bahwa problem tersebut harus dihubungkan dengan sebuah ketidakmampuan. Masingf-masing Negara mengembangkan persyaratan kelayakannya sendiri yang didasarkan pada undang-undang federal , dan distrik-distrik individual mungkin menentukan pedoman tambahan untuk penilaian. Penilaian kelayakan lebih banyak dari pada penilaian untuk screening atau pemilihan dan referral awal. Hal ini juga diindividualisasikan ; tim penilai menentukan informasi tipe apa. Kemudian, para siswa dinilai untuk menentukan level keberadaannya dari prestasi di area yang berhubungan dengan ketidakmampuan yang didugakan. Secara tipikal, hal ini melibatkan investigasi dari ketrampilan-ketrampilan sekolah siswa, prestasi intelektual, pendengaran dan penglihatan , status social dan perilaku, dan kemampuan kebahasaan. Informasi juga dikumpulkan tentang sejarah sekolah siswa, prestrasi kelas sekarang, dan karakteristik dari lingkungan belajar. Perhatian khusus diberikan untuk kemajuan-kemajuan siswa dalam kurikulum pendidikan umum dan tipe-tipe dukungan yang diperlukan untuk memaksimalakan kemungkinan kesuksesan siswa dalam kelas pendidikan umum.
Perencanaan Program
Yang ketiga, data penilaian pendidikan digunakan untuk merencanakan IEP. Sesudah kepentingan pendidikan siswadiidentifikasikan dan diprioritaskan, tujuan-tujuan tahunan dikembangkan. Tim IEP memutuskan tipe-tipe dari pendidikan khusus dan berhubungan dengan layanan-layanan siswa yang akan menerima dan jenis bantuan pelengkap apa dan layanan-layanan yang diperlukan untuk membina siswa di dalam kelas pendidikan umum, jika memungkinkan sama sekali. IEP mengindikasikan yang akan accomplish tujuan-tujuan dan maksud-maksud, pengaturan yang di dalamnya layanan-layanan akan terjadi, dan jumlah dari waktu layanan yang akan menuntut. Rencana tersebut juga menguraikan bagaimana kemajuan-kemajuan siswa yang akan dimonitor dan bagaimana para orang tua akan diinformasikan tentang kemajuan anak mereka.
Implementasi program dan Evaluasi
Alasan yang keempat untuk penilaian adalah untuk memonitor kemajuan-kemajuan siswa dalam program pendidikan. Informasi dikumpulkan oleh para guru ( dan yang lainnya secukupnya) tentang efek-efek dari pengajaran dan tipe-tipe intervensi yang lainnya. Tipe penilaian ini biasanya dilakukan pada interval yang serin, mungkin mingguan atau bahkan harian . Sebuah variasi dari prosedur-prosedur yang digunakan , meskipun yang paling umum adalah tehnik-tehnik informal sepertihalnya pengamatan tentang perilaku siswa, ulasan dari pekerjaan siswa, dan pengukuran langsung tentang prestasi dalam ketrampilan di bidang minat. Pada tahap ini dalam proses tersebut, penilaian dan instruksi yang dikombinasikan secara bersama-sama, dengan data penilaian yang memberikan informasi yang diperlukan untuk membimbing modifikasi instruksional.
      Tujuan akhir untuk penilaian pendidikan khusus adalah program evaluasi. Undang-undang pendidikan khusus federal menuntut bahwa IEP dari semua siswa yang mengalami ketidakmampuan diulas secara periodic. Staf sekolah dan para orang tua memeriksa kemajuan-kemajuan dari siswa dan hasil-hasil dari program tersebiut dan memutuskan jika layanan-layanan pendidikan khusus yang harus dilanjutkan seolah-olah,dimodifikasi, atau tidak dilanjutkan. Lagi pula kelayakan siswa untuk layanan pendidikan khusus yang secara tipikal yang diulas setiap 3 tahun . Tipe-tipe dari program evaluasi ini didisain untuk menjamin bahwa para siswa dengan ketidakmampuan menerima intervensi yang memadai dan bahwa intervensi-intervensi tersebut hanya berlanjut sepanjang mereka dituntut.
Tipe-tipe dari prosedur-prosedur penilaian
Beberapa tipe prosedur penilaian tersedia, dan tipe-tipe ini bervariasi bersamaan dengan beberapa dimensi, termasuk jumlah dari keahlian yang dituntut untuk kegunaannya. Secara umum, tehnik penilaian pendidikan khusus dapat dibagi menjadi dua tipe besar. Strategi-strategi formal dan informal. Keduanya dipekerjakan dalam semua tahap penilaian, meskipun strategi-strategi formal sering dianggap lebih berguna untuk mengumpulkan informasi untuk keputusan kelayakan dan strategi-strategi informal yang lebih berguna untuk keputusan pengajaran kelas.
      Strategi-strategi penilaian formal yang distrukrisasikan untuk prosedur-prosedur penilaian dengan petunjuk khusus untuk administrasi, penskoran, dan interpretasi dari hasil-hasil. Contoh yang paling umum adalah tes yang distandarisasikan, yang kadang-kadang mengacu seperti tes-tes yang direferensikan dengan norma. Pengukuran-pengukuran ini didisain untuk membandingkan prestasi dari seorang individupada orang yang dari sebuah kelompok normative. Jadi, kegunaannya terbatas pada para siswa yang sangat mirip dengan kelompok yang digunakan dalam perkembangan dari tes tersebut.
      Tes-tes yang mengacvu pada norma mungkin didisain untuk administrasi kelompok atau individual dan memadai untuk kebanyakan subyek akademik, prestasi intelektual, dan bidang-bidang belajar yang lain. Pengarahan untuk administrasi, pensloran, dan interpretasi dari pengukurean-pengukuran ini yang biasanya sangat eksplisit. Karena hal ini, para professional menuntut pelatihan sebelum mereka dapat dianggap terampil dalam penggunaan dari sebuah tes. Hasil-hasil tes diekspresikan dalam skor-skor yang quantitative seperti halnya skor-skor standard dan pertingkat percentile ,dan seperti yang dijelaskan dalam bab 4, tes manual memberikan informasi tentang factor-aktor seperti halnya perkembangan dari tes tersebut, sample standarisas, dan qualitas dari tes tersebut digunakan dalam sejumlah car, termasuk dokumentasi dari kelayakan untuk penndidikan khusus dan identifikasi dari kekuatan-kekuatan umum dan kelemahan-kelemahan dalam belajar di sekolah.
      Tes dapat didisain yntuk pengadministrasian pada sebuah kelompok individu-individu atau satu orang. Prosedur-prosedur kelompok sering memvonis para siswa yang mengalami ketidakmampuan karena tes-tes tersebut menuntut para siswa untuk membaca, mengikuti arahan secara bebas, dan bekerja dibawah kondisi yang ditentukan waktunya. Karena para siswa yangf mengalami ketidakmampuan sering kekurangan ketrampilan ini, hasil-hasil dari kelompok tes cenderung meremehkan kemampuan-kemampuan mereka. Akan tetapi, kelompok tes adalah norma dalam pendidikan umum karena kelompok tes tersebut lebih efisien dan menuntut sedikit banyak waktu untuk mengadministrasikannya. Ketika para siswa yang mengalami ketidakmampuan berpartisipasi dalam penilaian-penilaian semacam itu, akomodasi sering diperlukan.
      Tes yang diadministrasikan secara individual dipreferensikan dalam pendidikan khusus. Profesional yang mengadministrasika tes (biasanya, disebut penguji atau tester) membuat laporan dengan siswa dan memastikan dia memahami arahan untuk tugas-tugas tes tersebut. Ketrampilan-ketrampilan diukur secara terpisah sehingga hal ini memungkinkan untuk memisahkan sebuah prestasi siswa dalam membaca dari ketrampilannya atau pengetahuannya di bidang yang lainnya seperti halnya: matematika, IPA, atau IPS. Dalam beberap kasus, para siswa merespon secara lisan, sehingga kurang mempunyai ketrampilan menulis yang tidak dinilai ketika menulis bukan merupakan obyek penilaian. Lagi pulapara professional dapat secara hati-hati mengamati para siswa ketika mereka berinteraksi dengan tugas-tugas tes untuk memperoleh pemahaman yang lebih lanjut kepada kekuatan-kekuatan mereka, kelemahan-kelemahan, dan perilaku umum.
      Tabel alat penilaian dari isi pada awal dari buku ini mencatat masing-masing tes individual dan kelompok ( dan pengukuran-pengukuran lain yang diterbitkan)  yang didiskusikan secara mendalam dalam teks ini. Strategi-strategi penilaian informal juga dimasukkan dalam index tersebut. Inklusi dari sebuah tes atau strategi yang tidak boleh dianggap sebuah dukungan ; beberapa dari pengukuran-pengukuran yang kami telah gambarkan, meskipun popular, tidak sesuai standar-standar yang direkomendasikan untuk kecukupan tehnik. Deskripsi tes seluruh buku inimeliputi informasi tentang kecukupan tehnik seperti halnya pelatihan yang disyaratkan oleh para penguji. Dalam beberapa kasus, administrasi dibatasi untuk anggota-anggota dari kelompok professional tertent. Sebagai contoh kebanyakan Negara membatasi penggunaan ukuran-ukuran kemampuan individu untuk ahli jiwa sekolah yang berlisensi.
      Prosedur Penilaian Informal digunakan dalam penilaian pendidikan untuk menentukanlevel-level prestasi sekarang, dokumen kemajuan siswa, dan perubahan-perubahan langsung dalam program instruksional. Sebuah kejelasan sering dibuat antara pengukuran-pengukuran formal yang digambarkan dan tehnik-tehnik formal ini.
      Prosedur-prosedur informal biasanya kurang terstruktur atau diberi struktur yang berbeda dari tes yang distandarisasikan. Dari pada mengadministrasikan sebuah tes formal, seorang guru mungkin mengamati seorang siswa yang mengalami masalah perilaku , yang memberikan kelas sebuah tes tentang pengejaan kata-kata yang dipelajari minggu it, atau menandai pekerjaan matematik. Seperti kebanyakan pengukuran-pengukuran informal, hal ini didisain oleh guru tersebut dari pada oleh seorang penerbit yang komersial. Jadi, tujuan mereka adalah untuk mengumpulkan informasi secara langsung yang berhubungan dengan instruksi. Ada sebuah elemen dari subyektifitas dalam disain pengukuran-pengukuran informal tersebut seperti halnya dalam administrasi nya, penskoran (jika hal itu diberi skor), dan interpretasi. Kenyataannya, interpretasi sering sangat sulit karena kekurangan petunjuk.
      Meskipun prosedur-prosedur informal kekurangan bermacam-macam skor yang dihasilkan dengan tes-tes yang diostandarisasikan, hasil-hasilnya relevan untuk pengajaran karena dapat diekspresikan dalam istilah-istilah pengajaran. Alat-alat penilaian informal bervariasi dalam bagaimana secara langsung mereka mengukur prestasi siswa dan kondisi instruksional. Beberapa melibatkan siswa secara langsung, mengingat yang lainnya bersandar pada pemberi informasi seperti halnya para guru dan para orang tua. Pengamatan, penilaian berdasarkan kurikulum, dan prosedur-proseduir informal yang lainnyayang didiskusikan secara detail dalam bab 5, bab tentang penilaian kelas.
      Karena strategi-stratregi penilaian informal mempunyai sebuah koneksi yang jelas pada kurikulum tersebu, keberartiaan yang potensial dari hasil-hasil yang mereka hasilkan adalah tinggi. Akan tetapi, adalah penting untuk menunjukkan bahwa hanya karena sebuah tehnik penilaian yang informal yang tidak berarti bahwa hal ini baik untuk semua siswa yang mengalami ketidakmampuan. Pengukuran-pengukuran informal mungkin berisi pemghalang seperti yang dalam tes formal kelompok. Sebagai contoh, sebuah quiz kelas yang mungkin diberi waktu atau sebuiah tugas matematika yang menuntut kemampuan membaca dan menulis. Sebagai kasus dengan pengukuran-pengukuran forma, akomodasi sering diperlukan.
Para siswa yang memerlukan kebutuhan-kebutuhan khusus
Penilaian pendidikan khusus meliputi siswa-siswa yang mengalami ketidakmampuan :
Retardasi mental, seorang yang mengalami gangguan pendengaran (meliputi ketulian), seorang yang mengalami gangguan pembicaraan atau bahasa, seorang yang mengalami gangguan penglihatan (termasuk kebutaan), seseorang yang mengalami gangguan emosional serius, (hereinafter yang mengacu dalam bagian ini sebagai gangguan emosional), seseorang yang mengalami gangguan artopedi, autism, trauma luka otak, gangguan kesehatan yang lain; seseorang yang mengalami ketidakmampuan belajar, bisu-tuli, atau ketidakmampuan komplekyang dengan alasan tersebut memerlukan pendidikan khusus dan menghubungkan layanan-layanan. ( IDEA 2004 Regulasi fina, $300.8(a)(1))
Para siswa yang memenuhi persyaratan untuk layanan-layanan ini diijinkan untuk menerima pendidikan bebasa dan memadai dari para pendidik khusus dan para professional.
      IDEA 2004, seperti pendahulunya tahun 1997, yang memperluas definisi dari “ anak yang mengalami ketidakmampuan” untuk melibatkan anak-anak usia 3 tahun sampai 9 tahun yang “mengalami penundaan perkembangan…dan yang, dengan alasan thereof, memerlukan pendidikan khusus dan berhubungan dengan layanan” (IDEA 2004, Bagian A, Seksi 602(309(B). Hal ini menjadikan anak yang masih kecil untuk menerima layanan-layanan khusus tanpa kebutuhan untuk member label pada merekasebagai mempunyai ketidakmampuan khusus. Undang-undang teresebut menuntut bahwa penundaan didokumentasikan dalam satu atau lebih area –area ini: perkembangan fisik, kognitif, komunikasi, social atau emosional ataupun perkembangan adaptasi.
      Kelompok yang lain dari para siswa diuntungkan dari proteksi federal yang diidentifikasi sebagai mempunyai penyakit hiperaktif kekurang perhatian (ADHD). Penyakit ini digambarkan oleh Lerner, Lowenthal, dan Lerner (1995) sebagai sebuah “ sebuah kondisi yang dikarakterisasikan dengan ketrampilan perhatian yang tidak mencukupi yang berkembang, impulsivity, dan, dalam beberapa hal, hiperaktivitas” (hal. 4). Departemen Pendidikan Amerika Serikat pada tahun 1991 bahwa para siswa yang mengalami (ADHD) yang layak untuk layanan-layanan di bawah seksi 504 dari Akta rehabilitasi Tahun 1973. Peraturan untuk IDEA tahun 2004 meliputi keduanya, baik ADHD maupun penyakit kekurang perhatian (ADD) dalam daftar kondisi yang mencakup “ gangguan kesehatan yang lainnya” kategori ketidakmampuan. Menurut definisi federal, gangguan kesehatan yang lain “ berarti mempunyai kekuatan yang terbata, vitalitas atau kesadara, meliputi sebuah kesadaran yang ditinggikan untuk stimuli lingkungan, yang menghasilkan kesadaran yang terbatas dengan menghargai lingkungan pendidikan” (IDEA 2004 Regulasi akhir, $300,8©(9), ditambahkan penekanan). Pembatasan-pembatasan ini mungkin berfungsi untuk sebuah variasidari masalah kesehatan meliputi keduanya, baik penyakit kekurang perhatian dan penyakit kekurang perhatian hiperktif.
      Buku ini focus pada penilaian pendidikan siswa dengan ketidakmampuan yang mudah terjadi. Ketidakmampuan yang mudah meliputi retardasi mental, gangguan emosional, dan ketidakmampuan belajar. Seperti table 1-1 yang mengindikasikan bahwa hukum federal mengakui kebutuhan untuk layanan-layanan pendidikan khusus untuk para siswa yang mengalami dalam area-area ini. Siswa-siswa ini terdiri dari kelompok yang paling besar dari semua siswa yang mengalami ketidakmampuan, kira-kira 6 % sampai 7 % dari populasi usia sekolah total dan sekitar 70 % dari populasi akan siswa-siswa yang diidentifikasikan sebagai tidak mampu (Departemen Pendidikan Amerika Serikat , 2006). Karena ketidakmampuan mereka terlalu mudah terjadi, anak-anak ini sering menjadi anggota dari kelas pendidikan umum dan menerima layanan-layanan pendidikan khusus pada basis sebagian waktunya.
      Dari perspektif pendidikan, para siswa dengan ketidak mampuan yang mudah menjadikan masalah-masalah psikologi, akademik, dan perilaku social yang menuntut penilaian. Para siswa dengan penyakit kekurang perhatian Hiperaktif juga mempunyai karakter-karakter ini. Strategi-strategi penilaian pendidikan digambarkan dalam buku ini yang mengaplikasikan tipe-tipe siswa ini. Beberapa prosedur juga berguna untuk para siswa yang mengalami ketidakmampuan tipe yang lain, akan tetapipenilaian pendidikan untuk para siswa dengan ketidakmampuan yang sangat dan yang mengalami ketidakmampuan sensori dan fisikal menuntut pertimbangan khusus di luar lingkup dari teks ini.
Buku ini secara mendasar berkaitan dengan para siswa umur sekolah dengan masalah belajar di kelas. Akan tetap, prosedur-prosedur untuk penilaian dari anak-anak pra sekolah dan keluarga-keluarga mereka yang dideskripsikan dalam bab 15 dan anak-anak untuk penilaian masa remaja dan orang dewasa dalam program transisi dalam bab 16.
Pendekatan kolaborasi Pendekatan Tim
Keputusan pendidikan penting tentang para siswa yang mengalami ketidakmampuan yang dibuat oleh tim, dari pada oleh seorang seorang individu. Pendekatan tim tersebut membawa secara bersama-sama individu-individu dari perspektif yang berbeda yang menyumbangkan keahlian mereka untuk proses-proses pengambilan keputusa. Tim tersebut mungkin disusun dari para orang tua siswa dan para profesional yang menggambarkan pendidikan umum, pendidikan khusus, psikologi, kelainan bicara dan bahasa, kedokteran, dan area-area yang lain seperti yang diperlukan. Masing-masing anggota tim mengumpulkan data tentang siswa dan menginterpretasikannya dari sudut pandangnya, membagi-bagi dengan yang lainnya pada tim tersebut. Tim tersebut kemudian menganalisa semua kontribusinya, termasuk sumbangan-sumbangan dari orang tua siswa, dalam sebuah usaha untuk membuat keputusan yang paling memadai.
      Pendekatan tim tersebutadalah tidak baru untuk pendidikan khusus, meskipun tim tersebut telah memperoleh impetus dalam tahun baru-baru ini. Undang-undang federal sepertihalnya Akta Pendidikan untuk individu-individu yang mengalami ketidakmampuan dan amandemennya yang secara eksplisit menuntut bahwa tim-tim daripada secara individual membuat keputusan-keputusan berikut ini :
1.      Evaluasi dari kelayakan para siswa untuk pendidikan khusus dan layanan-layanan yang berhubungan;
2.      Formulasi dari Program pendidikan yang diindividualisasikan (IEPs);
3.      Evaluasi dan modifikasi dari IEPs; dan
4.      Ulasan periodik dari kebutuhan untuk pendidikan khusus dan layanan-layanan yang berhubungan.
Keanggotaan dari tim pembuatan keputusan pendidikan bervariasi. Tujuan yang berbeda menuntut jumlah yang berbeda dari anggota tim dan menggambarkan disiplin yang berbeda. Sebagai contoh, tim yang menilai seorang siswa untuk kelayakan demi lyanan-layananang memungkinkan untuk mempunyai anggota-anggota yang lebih banyak dari pada kedisiplinan-kedisiplinan dari pada seorang siswa yang mengalami ketidakmampuan dengan begitu mudah.
            Undang-undang federal menuntut bahwa keputusan-keputusan tim membawa pertimbangan beberapa area dari pemfungsian siswa, jika area-area tersebut relevan untuk kebutuhan-kebutuhan pendidikan dari seorang siswa khusus. Tabel 1-2 mencatat beberapa kemungkinan area dari perhatian dan para anggota tim mempunyai tanggung jawab yang lebih besar untuk penilaian dalam area tertentu, beberapa tim mungkin memberikan informasi tambahan.
            Buku ini ditulis dari perspektif satu anggota tim, pendidik khusus. Meskipun beberapa prosedur penilaian yang  digambarkan di sini dapat digunakan dengan profesional yang lainnya, pendidik khusus merupakan anggota tim yang berpusat pada kebutuhan para siswa yang mengalami ketidakmampuan. Mempunyai tanggung jawab ganda penilaian dan pengajaran, pendidik khusus berada dalam sebuah posisi unik untuk mempertahankan sebuah fokus pendidikaan dalam proses-proses penilaian pendidikan khusus.
Personel sekolah
Para guru pendidikan umum menyumbangkan informasi yang berharga tentang ketrampilan sosial siswa dalam membahas kelompoknya. Mereka juga merupakan sumber sumber informasi besar tentang program instruksional dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam ruangan kelas mereka dan mempunyai pengetahuan tangan pertama tentang respon siswa pada program-program dan prosedur-prosedur itu. Prosedur-prosedur penilaian mereka sering terdiri dari tes prestasiyang diadministrasikan secara kelompok, tes informal, pengamatan kelas, dan portofoli. Konsequensinya, mereka dapat menggambarkan betapa bagusnya siswa yang mengalami ketidakmampuan mengalami kemajuan dalam kurikulum pendidikan umum yang dikomparasikan kepada yang lainnya dalam ruangan kelas. Tipe-tipe informasi ini sungguh berguna dalam menentukan macam-macam adaptasi dan akomodasi siswa yang akan perlu berhasil dalam lingkungan kelas reguler.
                        Para pendidik khusus menawarkan sebuah perspektif yang berbeda. Prosedur penialaian mereka pada umumnya lebih diindividualisasikan; mereka mengumpulkan data formal dan informal tidak hanya tentang ketrampilan-ketrampilan akademik tetapi juga tentang prestasi dalam area seperti halnya bahasa dan perilaku. Informasi ini, ketika ditambahkan pada informasi dari para pendidik umum, membantu tim tersebut untuk membuat keputusan tentang tipe-tipe dari layanan-layanan yang dibutuhkan oleh para siswa yang mengalami ketidakmampuan.
            Para guru pendidikan khusus sering menjadi anggota dari tim yang didasarkan sekolah yang berkolaborasi dengan dan dan memberikan konsultasi untuk para guru kelas. Dalam peranan ini, para pendidik khusus mungkin melakukan pengamatan kelas dan kerja dengan tim tersebut untuk mengembangkan strategi-strategi yang memungkinkan untuk membahas masalah-masalah belajar dan perilakudalam lingkungan pendidikan umum . Ketika para siswa direferensikan untuk pertimbangan demi layanan-layanan pendidikan khusus, para pendidik khusus memainkan peranan yang besar dalam proses-proses penilaia, melayani seperti anggota-anggota penting dari tim dengan tanggung jawab untuk mengumpulkan informasi tentang level-level prestasi siswa sekarang dalam sejumalah area.
            Para administrator sekolah pada tim yang membuat keputusan mungkin meliputi prinsip-prinsip pembangunan, direktur-direktur dari pendidikan khusus, atau supervisi personel yang lain. Kepala pembangunan atau wakil kepala sering dilibatkan untuk merekrut kerja sama mereka dalam pendidikan siswa yang mengalami ketidakmampuan pada sisi sekolahdan untuk mendorong dukungan pendidikan khusus mereka dan program-program yang dimasukkan. Para administrator pendidikan khusus dan personel supervisor yang lainnya, mampu untuk berbagi pengetahuan mereka tentang opsi-opsi pemrograman pendidikan khusus tersebut yang tersedia dalam sekolah distrik atau divisinya.
Kekuarga-keluarga dan siswa-siswa
Maksud dari undang-undang pendidikan khusus federal adalah untuk mendorong partisipasi yang berarti dari para orang tua siswa yang mengalami ketidakmampuan dan siswa itu sendiri, jika mencukupi, dalam proses-proses pembuatan keputusan. Para orang tua dan anggota family yang lainnya telah banyak memberikan sumbangan untuk tim tersebut. Mereka dapat berpengatahuan tentang perilaku anak dan telah berakta sebagai pendidik anak sebagai bagian dari peran pemberi perhatian mereka.   
Seperti para pendidik, para orang tua memberikan informasi tentang beberapa aspek dari prestasi siswa sekarang.Akan tetapi, orang tua, dan anggota keluarga yang lainnya mempunyai perspektif yang berbeda karena pengamatan mereka terjadi di rumah, di tetangga, dan di masyarakat. Kontribusi penting lainnya dari para orang tua adalah informasi tentang pengalaman-pengalaman pendidikan masa lalu anak, sejarah kesehatan, dan kemajuan melalui tahap-tahap perkembangan. Para orang tua dapat melengkapi angket tentang anak-anak mereka atau diinterview oleh personel sekolah. Mereka dapat diobservasi di rumah sementara berinteraksi dengan anak mereka, atau mereka dapat diminta untuk mengumpulkan data pengamatan informal tentang anak mereka dalam lingkungan rumah. Ketika para orang tua menjadi partisipan yang penuh dalam proses tim , mereka menyumbangkan keputusan pendidikan yang lebih baik dan mungkin lebih banyak untuk mendukung program instruksional anak.
            Para siswa itu sendiri juga merupakan anggota dari beberapa tim pendidikan, terutama dalam kelas-kelas tingg. Para siswa dapat menyumbangkan informasi tentang semua aspek dari prestasi sekolahsebaik seperti perasaan mereka, sikap, tujuan, dan aspirasinya untuk masa depan. Para siswa membantu dalam proses pengumpulan data dalam beberapa ha. Lagi pula untuk berpartisipasi dalam prosedur-prosedur penilaian seperti halnya, tes-tes formal dan penemuan-penemuan informa, yang mereka mungkin menjawab pertanyaan interview, melengkapi skala peringkat, atau menjawab pertanyaan tentang sebuah kuesioner.
Dukungan personel sekolah
Para ahli psikologi, patologi bahasa-bicara dan para spesialis yang membantu sering mendukung para pendidik umum dan spesial, damn mereka sering menjadi anggota dari tim-tim yang mengambil keputusan,. Selama penilaian para ahli psikologi sekolah mengumpulkan data untuk membantu menentukan apakah para siswa layak untuk program-program pendidikan khusus. Dalam peranan ini, para ahli psikologi sekolah biasanya bertanggung jawab secara profesional untuk mengadministrasikan dan menginterpretasikan hasil-hasil dari tes formal untuk menentukan level kecerdasan umum.
            Laporan penilaian yang disiapkan oleh para ahli psikologi menujukan perhatiannya pada level kemampuan umum sisw, status dari ketrampilan spesifik dilibatkan dalam belaja, dan status perilaku dan emosional. Ketika dikombinasikan dengan hasil-hasil dari laporan akademik dari para guru, laporan-laporan psikologis menjadikan tim tersebut untuk membandingkan sebuah prestasi aktual kelas siswa dengan level-level prestasi yang diharapkan. Dalam merencanakan program pendidikan, para ahli kejiwaan dapat membantu dalam membentuk tujuan-tujuan yang masuk akal dan menyediakan informasi tentang kemampuan belajar spesifik siswa.
            Para ahli patologis bahasa-bicara dilibatkan dalam penilaian dan pengajaran siswa yang mengalami gangguan bicara-bahasa. Mereka bertanggung jawab untuk mengevaluasikan ketrampilan berkomunikasi dari para sisw, yang mereferensikan siswa ke para ahli spesialis yang lainnya kalau diperluka, yang menyediakan layanan-layanan pengajaran langsung, dan mengkonsultasikan dengan para profesional yang lain yang bekerja dengan para siswa tersebut.
            Prosedur-prosedur penilaianyang digunakan dengan bahasa-bicara para profesional adalah baik formal maupun informa; mereka seringmeminta input dari para pendidik tentang sebuah pembicaraan kelas para siswa dan prestasi bahasa. Para pendidik khusus mungkin memilih siswa-siswa untuk masalah bicara dan bahasa, kemudian mengacu siswa dengan masalah yang diduga untuk para ahli patologi bahasaa-bicara untuk evaluasi yang lebih dalam. Lebih lanjut, pengetahuan dari status komunikatif dari seorang siswa yang membantu tim tersebut memahami masalah-masalah akademik dan masalah perilaku dengan komponen bahasa-bicara. Dalam merencanakan IEP, tujuan-tujuan khusus para ahli patologi bahasa-bicara untuk siswa tersebut dan mengindikasikan bagaimana yang lain dapat mendukung tujuan-tujuan tersebut. Untuk beberapa siswa yang mengalami ketidakmampuan, pengajaran bahasa-bicara merupakan layanan spesial satu-satunya yang diterima; untuk yang lainnya, hal ini merupakan satu dari beberapa layanan.
            Para ahli tenologi yang membantu (AT) secara relative merupakan anggota dari tim pendidikan. Peranan mereka termasuk kegunaan dari tehnologi yang membantu untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berpartisipasi dalam program pendidikan . IDEA 2004 secara khusus menuntut bahwa tim IEP “ menganggap apakah anak tersebuit memerlukan peralatan tehnologi yang membantu dan layanan-layanan nya” (IDEA 2004 regulasi final, $300,324 (2) (v)). Para spesialis AT membantu dengan mengevaluasi level-level fungsi sekarang dari siswa tersebut dan cara-cara yang di dalamnya alat-alat seperti halnya komputer yang diadaptasikan, alat-alat komunikasi, dan bantuan untuk para siswa yang mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran yang mungkin memajukan prestasi sekarang.    
Personel Medis    
Informasi medis tentang siswa diperileh dari dokter anak, perawat sekolah, dan spesialismedis yang lain. Informasi ini mungkin meliputi hasil-hasil penglihatan dan pendengaran pemilihan,sejarah kesehatan siswa, seperti halnya status fisiknya sekarang.
           Semua siswa harus diseleksi untuk kemungkinan gangguan penglihatan dan pendengaran. Pemilihan ini pada umumnya dilaksanakan oleh perawat sekolah ( atau pembantu kesehatan sekolah), yang kemudian mereferensikan siswa dengan masalah-masalah yang memungkinkan untuk para spesialis yang memadai. Hasil-hasil dari seleksi dan beberapa evaluasi yang berurutan dilaporkan kepada tim oleh perawat sekolah . Dari minat tertentu kepada tim adalah bagaimana masalah penglihatan dan pendengaran mempengaruhi prestasi penilaian dan pemrograman yang berurutan.
           Perawat sekolah atau dokter mungkin juga melaporkan informasi tentang beberapa masalah kesehatan yang releva, kondisi, atau penyakit. Dokter anak , dokter neurologi, dokter jiwa dan dokter umum mungkin dilibatkan . Juga dari minat apakah siswa sedang menerima beberapa perawatan medis, seperti halnya terapi obat terlarang. Semua informasi kedokteran harus dilaporkan sehingga implikasi pendidikan jelas. Data dari penilaian tentang prestasi kelas dan area-area yang lain dari fungsi yang harus dipertimbangkan oleh tim dalam kejelasan dari masalah-masalah kesehatan.
Para pekerja sosial dan konselor
Para pekerja sosial dan konselor sekolah menyediakan informasi tentanfg status sosial dan emosional dari siswa tersebut. Di sekolah, para pekerja sosial membantu dengan mempersiapkan sebuah sejarah sosial atau perkembangan dari kelompok siswa yang melakukandan konseling individu dengan anak tersebut dan keluargany, yang bekerja dengan masalah-masalahdalam sebuah situasi hidup siswa yang mempengaruhi penyesuaian di sekolah, dan memobilisasi sekolah dan sumber-sumber masyarakat.
           Proseduyr-prosedur penilaian yang digunakan oleh para pekerja sosial meliputi interviw-interview dan kunjungan rumah. Data yang dikumpulkan mengenai latar belakang siswa dan lingkungan rumah yang dapat membantu tim tersebut menginterpretasikan data penilaian yang lainnya.Para pekerja sosial mungkin juga membantu para anggota tim, terutama para orang tua, dalam mengidentifikasikan tujuan-tujuan dan strategi-strategi untuk tindakan di rumah dan di masyarakat.
           Konselor juga membantu dalam area perkembangan emosional tersebut. Layanan-layanan konselin, menurut undang-undang pendidikan khusus federal, yang mungkin diberikan dengan sebuah variasi dari para profesional sepertihalnyapara pekerja sosial dan konselor rehabilitasi vokasional.Para konselor menggunakan keduanya, baik prosedur-prosedur formal, maupun informal untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan sosial dan emosional dari siswa tersebut, dan kadang-kadang yang dari anggota keluarga yang lain. Para konselor dapat menambahkan informasi penting untuk profil siswa tersebut. Sebagai contoh, data dari konseling mungkin mengindikasikan kebutuhan untuk tujuan-tujuan spesifik atau mungkin membentuk keputusan-keputusan tentang strategi-strategi enematan atau pengajaran.    
Para ahli spesialis Transisi
Undang-undang federal sekarang menuntut bahwa IEPs untuk para siswa yang lebih tua yang berisi deskripsi dari layanan-layanan transisi yang diperlukan oleh para siswa untuk menyesuaikan dengan tujuan kedua “ yang berhubungan dengan pelatihan, pendidikan, kesempatan kerja, dan, dimana ketrampilan-ketrampilan hidup yang independen dan memadai” (IDEA regulasi akhir 2004, $300.320(b)(I). Para profesional yang menyumbangkan pada penilaian dan pengajaran dalam area ini yang meliputi konselor rehabilitasi vokasional, para pendidik khusus pada level kedua yang memberikan pengajaran dalam area yang berhubungan dengan transisi, dan orang-orang dengan pelatihan khusus dalam penilaian , pengajaran dan ketrampilan koordinasi yang diperlukan untuk kondisi layanan-layan transisi. Sementara para ahli transisi berpusat pada area dalam penilaian ini, tim yang lain –seperti halnyapara guru,para orang tua dan para siswa itu sendiri-yang dapat juga menyumbangkan informasi yang berharga.
Para ahli ketrampilan Motorik
Informasi tentang perkembangan motorik dari siswa yang mungkin diperoleh dari para guru pendidikan penyesuaian fisi, para ahli terapi fisik, dan para ahli terapi pekerjaan. Lagi pula, perawat sekolahatau seorang dokter umum, seperti halnya sebuah operasi ortopedi yang mungkin juga memberikan informasi tentang ketrampilan motorik.
            Guru pendidikan fisik yang menyesuaikan terlibat dengan pengajaran siswa yang menuntut program pendidikan fisik spesial, dan dia dapat memberikan informasi tentang kemampuan-kemampuan motorik siswa sekarang . Para guru, ahli psikologi, dan yang lainnyamungkin juga mempunyai input tentang ketrampilan motorik yang kasar dan yang baik dari siswa tersebut. Dalam beberapa hal, masalah-masalah ketrampilan motorik yang dihubungkan dengan macam-macam kesulitan yang lainnya, seperti halnya tulisan tangan yang kurang. Para guru pendidikan fisik yang adaptif mengkhususkan tujuan untuk siswa dan membantu para anggota tim dalam pemrograman untuk kebutuhan-kebutuhan motorik.
Para ahli terapi fisik dan pekerjaan juga menyumbangkan informasi. Beberapa pengarang membedakan antara ara ahli terai fisik, yang peduli dengan perkembangan perkembangan motorik kasar dan para ahli terapi pekerjaan, yang bekerja dengan perkembangan motorik yang halu. Menurut Asosiasi Terapi Fisik Amerika (2006), Para ahli terapi fisik membantu para individual dengan” masalah-masalah medis atau kesehatan yang lain yang berhubungan dengan kondisi yang membatasi kemampuan-kemampuan mereka untuk bergerak dan melakukan aktivitas-aktivitas fungsional dalam kehidupan sehari-harinya”. Secara kontras para ahli terapi pekerjaan memberikan bantuan untuk membantu siswa “ berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas atau pekerjaan kehidupan sehari-hari . (Asosiasi terapi pekerjaan Amerika, 2003, hal. 1). Kedua macam terapi, baik menggunakan prosedur-prosedur penilaian yang dispesialisasikan ; data mereka mungkin dilengkapi dengan hasil-hasil interview atau pengalaman-pengalaman dari anggota-anggota tim yang lain.
Para guru dapat melaporkan tentang permintaan-permintaan untuk ketrampilan-ketrampilan motorik dan pengamatannya tentang kekuatan dan kelemahan siswa. Para orang tua mungkin juga mempunyai data yang berguna . IEP berisi tujuan-tujuan yang berhubungan dengan perkembangan motorik, jika perlu, dan mengijinkan para ahli terapi menyarankan strategi-strategi yang berguna dalam perkembangan dari koordinasi motorik yang lebih baik atau tujuan-tujuan transisi yang realistis.
Personel yang lain
Sesekali, anggota tim yang lain dari pada yang hanya digambarkan, yang diperlukan untuk menghadirkan informasi penting tentang siswa tersebut. Para tutor atau para profesional membantu siapa yang bekerja dengan erat dengan siswa yang mungkin memberikan pemahaman berdasarkan pada pengalaman-pengalaman mereka. Para anggota dari masyarakat, seperti halnyapara pekerja atau supervisor pekerjaan, yang mungkin dapat memberikan tim tersebut sebuah pemahaman yang lebih baik tentang tujuan-tujuan vokasional yang realistis dan diperlukan layanan-layanan transisi. Anggota keluarga yang lain, seerti halnya kakek dan nenek, kadang-kadang daat melengkai inut dari ara orang tua dan anak.
            Secara ringkas, tujuan dari endekatan tim adalah untuk menggabungkan semua informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan pendidikan melalui para amggota yang mengkombinasikan ketrampilan-ketrampilan, pengetahuan, pengalaman, dan keahlian. Tim-tim yang dipandang sebagai menjadi lebih obyektif dari pada individu-individu karena titik pandang yang banyak direpresentasikan. Tim-tim berbeda dalam ukuran tergantung pada tipe-tipe keputusan di bawah pertimbangan. Akan tetapi, sebagai sebuah aturan, tim-tim harus dijaga sekecil mungkin sehingga para orang tua merasa nyaman memberikan kontribusi. Dalam beberapa hal, seperti halnya beberapa tim IEP, hanya para orang tua dan para pendidikyang mungkin berpartisipasi. Dengan kata lain, ada sebuah kebutuhan untuk representasi yang lebih luas karena beberapa tipe-tipe yang berbeda dari informasi dituntut.
Sebuah Kerangka Kerja Untuk Penilaian Pendidikan Khusus
Satu dari cara yang paling baik untuk menjamin praktek yang efektif dalam penilaian pendidikan khusus adalah kegunaan dari sebuah struktur yang sistematik atau kerangka kerja untuk membimbing proses dari pengumulan dat, menganalisa hasil-hasil, dan membuat keutusan endidikan yang penting. Dalam buku ini, kerangka kerja didasarkan pada langkah-langkah dalam proses penilaian dan pertanyaan penilaian yang penting yang harus dialamatkan dalam masing-masing langkah tersebut. Seperti figur 1-1yang mengilustrasikan, empat langkah-langkah dalam proses penilaian yang dihubungkan dengan pertanyaan lima penilaian besar. Masing-masing dari pertanyaan ini didiskusikan secara singkat dalam paragraf yang mengikuti.
Apakah sebuah masalah prestasi sekolah ?
Pertanyaan besar ini ditanyakan dalam langkah pertama dari proses-proses penilaian, identifikasi dari masalah-masalah potensial dan referal atau alih tangan yang memungkinkan untuk penilaian pendidikan khusussecara mendalam. Para siswa dengan masalah-masalah sekolah yang memungkinkan dioidentifikasi melalui prosedur-prosedur pemilihan yang rutin atau melalui alih tangan guru atau referral. Guru pendidikan siswa pendidikan umum mungkin membawa siswa tersebutkepada perhatian dari sebuah tim yang berdasarkan sekolah dalam sebuah usaha untuk menemukan solusi untuk masalah-masalah belajar siswa. Beberapa tipe dari data penilaian dapat dikumpulkan, meliputi data sejarah sekolah (sebagai contoh, lulusan yang lampau dan hasil-hasil tyes dari prestasi ); informasi dari para orang tuatentang latar belakang keluarga dan kesehatan siswa, sejarah perkembangan dan pendidikan; kelas-kelas sekarang dan sampel-sampel kerja kelas; dan laporan-laporan dari para guru sekarangtentang tipe-tipe pendekatan-pendekatan pengajaran yang digunakan dan kesuksesan mereka.
            Prosedur-prosedur penilaian kelas dapat juga digunakan untuk menentukan apakah sebuah masalah belajar eksis. Pengamatan perilaku yang sistematik mungkin mengidentifikasikan sebuah pola dari kejadian-kejadian yang mempengaruhi prestasi siswa. Para guru mungkin melihat sebuah pola dari kesulitan ketika mereka secara sistematik menganalisa aktivitas-aktivitas kelas dan respon-respon siswa berikutnya. Kurikulum pendidikan umum itu sendiri berfungsi sebagai kerangka kerja untuk penilaian seperti keahlian siswa dalam ketrampilan-ketrampilan komponen dan prestasi pada level yang berbeda-beda yang diujikan.
            Berdasarkan pada informasi in, para guru mungkin membuat modifikasi lingkungan dan pengajaran dan menunjukkan sebuah perubahan yang segera dalam prestasi sekolah siswa. Dalam hal ini, beberapa siswadengan masalah belajar temporer atau situasional akan diidentifikasikan, dan lebih lanjut perhatian dan penilaian dapat dihindari. Para siswa yang tidak merespon pada usaha-usaha ini dan yang kesulitan belajarnya secara jelas didokumentasikan yang kemudian direferensikan untuk penilaian yang mendalam. Hasil dari pemberian pertanyaan adalah identifikasidari bidang masalah umum, sebuah penilaian dari kekerasan mereka, dan sebuah indikasi yang jelas dari kebutuhan untuk penilaian lebih lanjut.
Apakah masalah prestasi sekolah berhubungan dengan sebuah ketidakmampuan ?
Sesudah seorang siswa telah secara formal direferensikan untuk pertimbangan layanan pendidikan khusus, sebuah tim penilaian membentuk membentuk untuk menentukan kelayakan siswa. Para siswa yang mengalami masalah belajar berqualitas untuk pendidikan khusus hanya jika mereka sesuai dengan kriteria untuk sebuah ketidakmampuan seperti ditetapkan lebih lanjut dalam petunjuk –petunjuk federal, negara dan lokal. Meskipun kriteria ini berbeda dengan apa saja dari suatu lokasi dengan yang lainnya, ada dua persyaratan besar yang harus disesuaikan: siswa tersebut mempunyai sebuah masalah prestasi sekolah dan bahwa masalah itu dihubungkan dengan sebuah ketidakmampuan. Menurutundang-undang pendidikan khusus federal, ketidakmampuan tersebut harus mempunyai sebuah efek yang tidak diinginkan pada prestasi sekolah, Kehadiran dari sebuah ketidakmampuan itu sendiri, tanpa sebuah masalah sekolah yang menyertainya, tidaklah cukup.  Jadi, para siswa yang mengalami masalah prestasi sekolah tidak berhubungan dengan ketidakmampuan-ketidakmampuan yang tidak layak untuk pendidikan khusus.
            Para siswa yang mengalamisegala tipe ketidakmampuan menunjukkan masalah prestasi sekolah . Masalah-masalah ini didokumentasikan dengan informasi referal, hasil-hasil dari tes prestasi akademik, dan data yang berkaitan kemampuan siswa untuk menyesuaikan persyaratan perilaku kelas. Semua siswa juga dinilai untuk menentukan kemampuan umum untuk belajar. Dalam hal kebanyakan ketidakmampuan yang mudah terjadi para siswa menunjukkan prestasi intelektual rata-rata atau di atas rata-rata. Akan tetapi, dalam retardasi mental, prestasi intelektual seperti halnya, ketrampilan-ketrampilan perilaku adaptif yang di bawah rata-rata. Sebuah ketidakmampuan belajar didokumentasikan dengan prestasi yang kurang dalam satu atau lebih kemampuan belajar yang spesifik atau strategi-strategi belajar. Para siswa yang diidentifikasikan sebagai menjadi terganggu secara emosional  harus sesuai kriteria yang berhubungan dengan perilaku kelas, hubungan interpersonal, dan perkembangan sosial emosional. Untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk membuat tipe-tipe darikeputusan ini , empat pertanyaan penilaian diajukan.
Apa level siswa dari prestasi akademik dan kekuatan-kekutan dan kelemahan-kelemahan dalam belajar di sekolah ?
Informasi tersebut diperlukan di sini sebagai sebuah penilaian yang diindividualisasikan dari prestasi sekolah siswa sekarang. Meskipun telah ada indikasi yang kuat dari masalah belajar yang memungkinka, data tambahan dikumpulkan untuk menggambarkan kekuatan dan kelemahan siswa. Tes prestasi yang berdasarkan acuan norma , diadministrasikan secara individua,yang mengindikasikan level prestasi seluruh siswa dalam hubungan dengan siswa-siswa yang lain dari umur yang sama atau dalam kelas yang sama. Hasil-hasil ini membantu menentukan apakah sebuah masalah yang serius ada. Prosedur-prosedur yang lain , seperti halnya interview, pengamatan kelas,dan analisis dari sampel kerja siswa, yang membantu menggambarkan level ketrampilan siswa yang sekarang. Sebuah penilaian akademik harus mengidentifikasikan area global dari kebutuhan untuk penilaian lebih lanjut dan mengindikasikan artea-area masalah yang lebih keras.
Apakah level prestasi intelektual siswa dan perilaku adaptive itu ?
Dua area ini dinilai untuk menentukan kemampuan umum untuk belajar. Fungsi intelektual melibatkan sebuah komposisi dari ketrampilan-ketrampilan yang berhubungan dengan berfikir, pemecahan masalah, dan kemampuan akademik umum. Perilaku adaptif melibatkan kemampuan untuk mengatasi lingkungan yang lain dari ruang kelas sekolah. Termasuk bantuan diri, komunikasi, dan ketrampilan-ketrampilan sosial dan inter personal. Data normative diperlukan dalam masing-masing area . Tim tersebut harus menentukan bagaimana para siswa melakukan dalam perbandingan dengan kelompok sebaya mereka dan apakah prestasi tersebut jatuh di dalam range atau rentang rata-rata. Informasi ini harus dihubungkan dengan prestasi akademik dan pdata prestasi yang lainnyasebelum penilaian akhir dilakukan.
            Tes-tes acuan norma, diadministrasikan secara individual, yang memberikan informasi tentang prestasiintelektual. Baik prosedur formal maupun prosedur informal memadai untk menilai ketrampilan perilaku adaptive . Para orang tuia, guru, dan yang lainnya familiar dengan siswatersebut yang mungkin diinterview atau diminta untuk melengkapi skala peringkat perilaku adaptif. Pengamatan sekolah dan pengamatan rumah dan ujian praktek-praktek budaya menyumbangkan kepada sebuah pemahaman yang jelasdari penguasaan siswa tentang ketrampilan fungsional. Hasil-hasil dari penilaian ini mengindikasikan apakah para siswa berbeda secara jelas dari teman sebayadalamketrampilan kognitif global dan perilaku adaptif. Informasi ini berguna dalam pengambilan keputusan tentang keberadaan dari ketidakmampuan yang mudah terjadidan dalam mendisain IEP.
Level perkembangan siswa apa dari kemampuan belajar spesifikdan strategi-strategi belajar ?
Kemampuan belajar yang spesifik secara umum dianggap meremehkan ketrampilan-ketrampilan akademik dan aea-area yang lain dari perkembangan. Contoh-contoh adalah kemempuan-kemampuan belajar mereka yang spesifik, seperti halnya perhatian, persepsi, dan memori. Strategi-strategi belajar , sebaliknya, berhubiungan dengan cara-cara yang di dalamnya para siswa menggunakan kemempuan-kemampuan belajar merekadalam melengkapi tugas-tugas sekolah. Para siswa yang mengalami ketidakmampuan belajar sering mengalami kesulitan tidak hanya dalam satu atau lebih kemampuan-kemampuan yang spesifik tetapi juga dalam styrategi-strategi untuk belajar. Informasi ini jelas pada masalah-masalah siswa yang ditemukan dalam area akademik dan perilaku; hal ini juga perlu untuk dokumentasidari ketidakmampuan dari ketidakmampuan belajar.
Apa status dari perkembangan  perilaku dan perkembangan sosial-emosional ?
Untuk menjawab pertanyaan ini,tim tersebut menilai perilaku kelas siswa , meliputi masalah cara berperilak, berinteraksi dengan para guru dan teman sebaya , dan pengaruh-pengaruh dari lingkungan fisik dan lingkungan pengajaran pada kemampuan siswa untuk menyesuaiakan dengan harapan. Dari minat apakah para siswa sekaran mempunyai ketrampilan sosial dan ketrampilan berperilaku untuk terlibat dalam aktivitas-aktivitas belajar dalam sebuah pendidikan umum.
            Beberapa tipe dari prosedur-prosedur yang digunakan dalam penilaian dari status perilaku. Sebagai contoh hasil dari skala peringkat acuan referensiyang dilengkapi oleh para orang tua, para guru, dan yang lainnya yang digunakan untuk identifikasi perilaku yang mana di sekolah dan di lingkungan yang lain yang dianggaptidak memadai untukumur siswa, kelas,dan jenis kelamin. Pengamatan perilaku yang sistematik digunakanuntuk mempelajari perilaku spesifik,perhatian tertentuyang diberikan untuk kondisi di bawah masalah perilaku yang terjadi dan konsequensi-konequensi dari perilaku tersebut. Prosedur-prosedur yang lain meliputi sosiogram, analisa interaksi antara siswa dan guru, dan memeriksa beberapa hubungan antara pertimbangan perilaku,dan medis, dan psikologis. Hasil-hasil dari penilaian-penilaian ini mengidentifikasikan masalah-masalah dalam area perilaku dan menyumbangkan untuk keputusan tentang apakah siswa tersebut sesuai kriteria untuk ketidakmampuan , seperti halnya gangguan emosional. Lagi pula, informasi tentang masalah perilaku yang spesifikyang berguna untuk merencanakan program-program intervensi.
Apa yang para siswa perlukan ?
Suatu  ketika hal ini telah dibentuk bahwa siswa mungkin menyesuaikan kriteria untuk layanan-layanan pendidikan khusus, pertanyaan tentang kebutuhan-kebutuhan pendidikan harus dipertimbangkan. Dua pertanyan penilaian besar di tanyakan. Yang pertama berhubungan dengan ketrampilan-ketrampilan sekolah dasar: membaca, matematika, menulis bahasa, bahasa lisan. Para siswa yang mengalami ketidakmampuan sering mempunyai kesulitan-kesulitan dala satu atau lebih area ini,dan masalah-masalah mereka dengan ketrampilan akuisisi memperlambat belajar tentang subyek sekolah yang lain, seperti halnya ilmu pengetahuan dan sejarah. Pertanyaan besar yang kedua berhubungan dengan hubungan antara masalah prestasi sekolah dan permintaan dari kelas siswa atau ruang kelas.
Apa kebutuhan pendidikan siswa dalam membaca ? matematika ? bahasa tulis dan bahasa lisan ?
Informasi yang diperlukan dalam masing-masing area ketrampilan adalah sama : a) sebuah indikasi dari level prestasi sekarang dan apakah prestasinya dibawah rata-rata dibandingkan dengan siswa-siswa yang lain; b) kekuatan-kekuatan spesifik dan kelemahan-kelemahan ;dan c). hubungan ketrampilan dalam satu area ke pada ketrampilan-ketrampilan dalam area-area yang lain , seperti halnya. Pengaruhnya pada membaca matematika.  Baik peralatan formal, maupun informal dan prosedur-prosedur yang diperlukan untuk mengumpulkan informasi ini. Tiga area perhatian utama dalam penilaian membacaadalah kemampuan siswa untuk mengenali atau memberi kode kata-kata, untuk memahami apa yang dibaca, dan untuk menggunakan membacasebagai alat mempelajari materi baru . Tes-tes formal memberikan informasi tentang level keseluruhan siswa tentang prestasi membacadalam hubungan dengan teman sebaya; tes ini juga membantu mengidentifikasikan area-area ketrampilan yang merupakan kekuatan yang memungkinkanatau kelemahan-kelemahan potensial untuk siswa tersebut. Area-area ketrampilan ini kemudian dipelajari secara lebih detail dalam menggunakan prosedur-prosedur informal seperti halnya tes acuan kriteria, penemuan-penemuan membaca informal, checklist yang dibuat guru,dan analisa –analisa dari kesalahan-kesalahan membacadan material-material membaca.
            Dalam matematika, area perhatian tersebut dalam penilaian kebutuhan-kebutuhan pendidikanadalah menghitung, pemecahan masalah, dan ketrampilan-ketrampilan aplikasi. Seperti membaca, baik tehnik-tehnik formal maupun informal digunakan. Sebagai contoh, penilaian mungkin dimulai dengan sebuah tes diagnostik matematika. Prosedur-prosedur informal seperti halnya pengamatan kelas dan analisa-analisa dari sampel kerja siswa yang kemudian digunakan untuk mengumpulkan informasi tambahan tentang area dari kebutuhan.
            Ketrampilan mengeja, tulisan tangan, dan komposisi merupakan perhatin besar dalam mempelajari bahasa tuis. Penilaian sering dimulai dengan sebuah tes yang luas tentang ketrampilan menulisyang meliputi koleksi dari seorang anak yang menulis sederhana. Skala peringkatmungkin digunakan untuk mengevaluasi tulisan tangan, tes formal untuk mengevaluasi ketrampilan mengeja, dan prosedur-proseur informal menyumbangkan pemahaman tim dari kebutuhan-kebutuhan pendidikan siswa.
            Dalam bahasa lisan, area besaryang dinilai berhubungan dengan kemampuan siswa untuk memahami dan mengungkapkan 4 dimensi dari bahasa lisan: phonologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Dimensi-dimensi ini dikaitkan dengan sistem suara bahasa, aturan-aturan bahasa, aspek kebermaknaan bahasa, dan kegunaanbahasa untuk komunikasi. Juga minat dengan siswa-siswa yang berbicara bahasa lain dari bahasa Inggris adalah keahlian mereka dalam bahasa Inggris dan dalam bahasa lain yang diucapkan. Lagi, baik pengukuran formal maupun informal digunakan dalam penilaian kebutuhan pendidikan. Dalam beberapa hal, tugas-tugas penilaian dalam bahasa lisan dibagi-bagi dengan para ahli patologi bahasa bicara dan pendidik yang bilingual (menguasai dua bahasa).
            Hasil dari penilaian kebutuhan pendidikan adalah pernyataan yang jelas tentang level prestasi siswa, kekuatan, dan kelemahan-kelemahan dalam masing-masing bidang atau area yang penting. Ketika hasil-hasil peninjauan kembali, hal ini merupakan hal yang penting untuk menguji bagaimana tugas-tugas mempengaruhi prestasi. Sebagai contoh, seorang siswa yang mungkin melakukan dengan baik komputasi tertulis tetapi mempunyi kesulitan dengan komputasi mentral. Strategi-strategi belajar dari siswa tersebut menjadi lebih nyata kalau prestasi yang bervariasi berdasarkan pada karakteristik dari tugas-tugas.
            Hal ini juga penting untuk menanyakan bagaimana masalah dalam satu area yang mungkin mempengaruhi prestasi dalam area yang lain. Sebagai contoh, ketrampilan membaca lisan yang kurang mungkindihubungkan dengan ketrampilan mengeja yang kurang. Hubungan seperti ini mungkin menyarankan sebuah faktor yang umum dan mengarakan ke sebuah rencana untuk sebuah intervensi pengajaran.
Apa itu hubungan masalah-masalah belajar dengan permintaan kelas ?
Untuk memperoleh gambar tentang kebutuhan pendidikan yang jelas , prestasi sekolah siswa sekarang harus dipertimbangkan dalam kontek permintaan ruangan kelas: Lingkungan fisik dari kelas dan tugas-tugas , metode, dan material-material yang digunakan dalam pengajaran.Analisa tugas adalah sebuah tehnik yang berguna untuk menentukan aspek apa dari sebuah tugas belajar yang menciptakan kesulitan untuk siswa tersebut. Jika siswa tersebut kekurangan ketrampilan yang menjadi prasyarat, hal ini dapat menjadi bagian dari pengajatran. Analisa tugas adalah sebuah tehnik yang berguna untuk menentukan aspek apa dari sebuah tugas belajaryang menciptakan kesulitan untuk siswa tersebut. Kadang-kadang hal ini juga berguna untuk memodifikasikan tugas itu sendiri; sebagai contoh, membiarkan siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan secara lisandari pada dalam tulisan yang mungkin secara dramatis meningkatkan prestasi pada sebuah tes ilmu pengetahuan.
            Lingkungan belajar kelas dapat dipelajari melalui pengamatan, interview dan materi analisa instruksional. Pertanyaan yang memungkinkan penilaiantim mungkin adalah ;
1.      Apa bentuk dari materi pengajaran ? Ketrampilan yang menjadi prasyarat apa yang dituntut ? Apa tujuan-tujuan material tersebut ? Apakah kecepatan instruksi atau pengajaran mencukupi ? Apakah formatnya jelas ? Apakah material ini cocok dengan kebutuhan belajardari siswa tersebut?
2.      Prosedur-prosedur instruksional apa yang digunakan oleh guru tersebut ? apakah guru tersebut menggunakan model, tepat pada waktunya, dan menguatkan ? Apakah metode-metode pengajarannya memadai untuk kebutuhan-kebutuhan siswa ?
3.      Apakah lingkungan fisik (pencahayaan, panas, ruang kerja, level kebisingan) kondusif untuk belajar ? Akankah lingkungan fisik memfasilitasi belajar siswa dari pada memperlambatnya ?
Prestasi siswa yang kurang dalam satu atau dua ketrampilan mungkin berhubungan secara langsung pada kondisi kelas yang tidak memadai. Jika hal ini menjadi kasus, kemudian masalahnya terletak pada lingkungannya, tidak dengan siswanya. Modifikasi lingkungan menjadi sebuah prioritas, dan data ini dapat mebimbing perubahan tersebut.
      Tim penilai dapat membuat keputusan lebih baikkalau perencanaan program pengajaran menunjukkan interrelasi antara tipe-tipe informasi yang berbeda yang dikumpulkan dan menyatukan penemuan-penemuan dari bermacam-macam anggota dari tim penilai. Hal ini membantu untukmeletakkan hasil-hasil penilaian dalam konteks penilaian. Sebagai contoh, meskipun kurang penglihatan yang mungkin secara parsial menjelaskan sebuah ketidakmampuan membaca, baik bersifat korektif maupun sebuah program pengajaran dalam membaca yang mungkin diperukan. Atau sebuah masalah dalam prestasi akademikyang mungkin dipertimbangkan kurang ekstrim jika kemampuan para siswa untuk mempelajari rendah, jika dia berada dalam kelas yang tidak perhatian, jika tugas-tugas dalam kelas mempunyai persyaratan respon yang belum memadai, atau jika siswa tersebut kehilangan pendengaran. Menunjukkan interrelasi yang menghasilkan sebuah pemahaman yang lebih jelas dari kebutuhan pendidikan siswa.
Apakah program pendidikan dituntut sesuai dengan kebutuhan mereka ?
Tim dari para profesional yang peduli dan para orang tua siswa (seperti halnya siswa dalam beberapa kasus) yang telah siap untuk mengembangkan sebuah rencana pendidikan. Untuk para siswa dengan ketidakmampuan, ada beberapa area untuk mempertimbangkan. Persyaratan-persyaratan untuk IEP, dikeluarkan dimuat dalam undang-undang federal seperti halnya IDEA 2004, membentuk basis untuk kelompok pertanyaan penilaian ini.
Apa tujuan tahunannya ?
Langkah yang pertama dalam perkembangan dari rencana tersebut adalah sebuah deskripsi dari kebutuhan pendidikan siswa yang paling mendesakdan identifikasi dari prioritas tujuan . Pertama-tama, level prestasi siswa sekarang dalam semua area yang penting digambarkan. Kedua, Tim tersebut menentukan masalah-masalah yang mana yang diidentifikasikan dalam proses-proses penilaian yang merupakan kebutuhan pendidikan yang paling penting. Untuk melakukan hal ini, adalah perlu untuk mempertimbangkan usia siswa dan kelasnya di sekolah, perhatian dan prioritas dari para orang tua dan dari para siswa , dan budaya keluarga dan sistem nilai. Sebagai contoh , jika seorang anak berada di sekolah menengah atas dikaitkan dengan persiapan untuk sebuah karir, pengajaran dalam ketrampilan bunyi atau phonic mungkin dianggap pentingsebagai belajar membaca yang berhubungan dengan kosa kata tentang pekerjaan.
      Berikutnya, tim tersebut menetapkan tujuan tahunan untuk siswa tersebut. Tujuan-tujuan ini membentuh arah dari program siswa dan menjadi petunjuk untuk evaluasidari efektivitasnya. Dalam bahasa IDEA 2004, IEP harus berisi” sebuah pernyataandari tujuan tahunan yang dapat diukur, termasuk tujuan akademik dan fungsional (IDEA 2004, $614(d)(i)(II). Target atau istilah singkatnya tujuan mungkin kemudian diidentifikasikan untuk masing-masing tujuan. Meskipun tidak dituntut lebih lma oleh undang-undang federal, tujuan-tujuan ini menggambarkan langkah-langkah transisionalyang siswa harus lengkapiuntuk mencapai tujuan-tujuan tahunan; seperti halnya, mereka membimbing para guru dan yang lainnya bertanggung jawab untuk implementasi program tersebut.
Faktor spesial apa yang harus dipertimbangkan ?
Dalam mengembangkan rencana pendidikan, tim tersebut harus mempertimbangkan beberapa faktor khusus ketika mengidentifikasikan tujuan-tujuan dan membuat keputusan tentang layanan-layanan. Faktor-faktor ini :
·         Kebutuhan siswa yang mempunyai masalah perilaku, meliputi kebutuhan untuk intervensi perilaku positif dan dukungan-dukungan;
·         Kebutuhan bahasa dari siswayang keahliannya dalam bahasa inggris terbatas;
·         Kebutuhan untuk pengajaran dalam huruf Braille untuk para siswayang buta atau mengalami gangguan penglihatan;
·         Kebutuhan-kebutuhan komunikasi dari semua siswa, meliputi siswa yang tuli atau sulit mendengarkan; dan
·         Kebutuhan untuk peralatan tehnologi yang membantu dan layanan-layanan untuk semua siswa.
Faktor-faktor ini fokus pada dimensi yang penting, meskipun hal ini tidak memungkinkan bahwa semua dapat mengaplikasikan pada  setiap individu.

Komentar