Langsung ke konten utama

Penilaian atau Assesmen Pendidikan Khusus

Istilah-istilah Kunci
Penilaian adalah proses pengumpulan informasi dengan tujuan membuat sebuah keputusan . Setiap orang membuat penilaian. Sebagai manusia , Kita semua mengumpulkan informasi, menggeser dan menimbang informasi dan membuat keputusan berdasarkan pada penilaian dan kesimpulan kita . Ketika bertemu dengan teman, mencintai seseorang atau kontak dengan teman, kita mempelajari perilaku mereka untuk menilai perasaannya. Sebelum kita membeli, kita menimbang keuntungan dari berbagai macam produk. Sebelum, kita memasuki kamar pemungutan suara, kita menyelidiki kelayakan dari para calon poitik, se[erti halnya, para guru, kita menilai siswa-siswa kita.
            Penilaian pendidikan adalah sebuah bagian yang integral dari proses pengajaran . Guru mengamati siswanya ketika mereka memasuki ruangan kelas, mengambil tempat duduk mereka, dan memulai bekerja. Para guru mengajukan pertanyaan dan mengevaluasi jawaban-jawaban siswa. Mereka memonitor perilaku siswa di kelas dan di dalam lingkungan sekolah yang lain.
            Kadang-kadang penilaian lebih terstruktur dan sistematik. Para guru memberikan  pertanyaan dan ujian. Mereka menandai sebuah kertas tertulis atau proyek dan mengevaluasi hasil-hasil tersebut. Para guru juga ambil bagian di sekolah atau administrasi distrik yang luas dari tes yang distandarisasikan untuk mengevaluasi ke,ajuan siswa dalam menguasai kuikulum.
            Meskipun penilaian merupakan sebuah sebuah ketrampilan penting untuk semua guru, hal  ini sangat lebih penting untuk para pendidik khusus-para guru yang melayani pendidikan umum siswa yang cacat didisain untuk para pelajar khusus ; sekolah khusus, sebuah perbedaan yang didisain untuk menyesuaikan kebutuhan-kebutuhan individu dari para siswa yang mengalami masalah prestasi. Rencana-rencana pengajaran bagi para siswa menentut ketepatan informasi tentang kekuatan siswa dan kelemahan dan bidabg pendidikan yang mereka perlukan. Dan di situ penilaian pendidikan khusus masuk.
Penilaian dalam Tindakan
Ini adalah tahun pertama pengajaran Ms. Hernandez, akhir bulan Mei , Ia lulusan universitas sesudah mendapatkan nilai yang baik dalam semua sumber-sumber pendidikan dan dengan sukses melengkapi pengalaman praktek mengajar siswa. Sekarang Ia merupakan seorang guru kelas pertama yang siap mengajar kelompok siswa pertama.Ms. Hernandez telah siap untuk bekerja keras , dan ia percaya bahwa ia akan menjadi seorang guru yang baik. Tetapi ia juga mengetahui bahwa banyak hal untuk dipelajari. Satu hal yang sedikit ia harus atasi adalah semua tipe dari penilaian siswa yang sekolah dan pemerintah distrik harapkan. Dia harus mengevaluasi bagaimana siswa-siswa mereka mengerjakan di dalam kelas agar supaya dapat mengadaptasikan pengajarannya untuk menyesesuaikan kebutuhan mereka. Dia perlu mengevaluasi untuk menentukan sejauh mana siswa-siswanya mengerjakan berkaitan dengan keadaan dan standar kurikulum distrik. Dan apakah kelasnya berisi siswa-siswa dengan kebutuhan khusus ? Bagaimana dia mengadaptasikan strategi-strategi penilaiannya untuk individu-individu tersebut ? Ms. Hernades memutuskan bahwa penilaian tersebut harus menjadi satu dari topic pertamanya yang ia diskusikan dengan guru pendampingnya. Ms. Trapp.
Apakah penilaian itu ?
Penilaian pendidikan khusus adalah penilaian  para siswa yang tidak mampu (cacat). Hal ini dapat didefinisikan sebagai proses-proses sistematis pengumpulan informasi pendidikan yang relevan untuk membuat keputusan-keputusan yang legal dan instruksional tentang kondisi dari layanan-layanan khusus. Ada beberapa aspek penting untuk definisi ini. Pertama-tama penilaian adalah proses yang terus terjadi , tidak hanya merupakan kejadian sesaat. Penilaian terjadi ketika pengalaman para siswa dengan sukar menyesuaikan permintaan dari kurikulum pendidikan senkolah umum dan diacukan untuk pertimbangan layanan-layanan pendidikan khusus. Suatu ketika para siswa ditemukan pantas untuk layanan-layanan pendidikan khusus, penilaian berlanjut dalam kelas pendidikan khusus dan lingkungan sekolah yang lain guru-guru pendidikan khusus dan yang lainnya mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan perhatian pengajaran setiap hari.
            Kedua, penilaian pendidikan khusus adalah sistematik. Pada tahap awal dari proses penilaian, sebuah tim inter disipliner bertemu untuk merencanakan strategi-strategi untuk koleksi informasi uang berguna. Profesional- seperti halnya para pendidik khusus, ahli jiwa, dan klinik bahasa percakapan- bekerja bersama untuk menjamin informasi yang memadai yang dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting. Penilaian kelas dari siswa dengan ketidakmampuan (cacat) juga bersifat sistematik. Para guru secara teratur memonitor siswa terhadap tujuan-tujuan instruksional penting dan, bila perlu memodifikasi strategi-strategi pengajaran.
            Ketiga, penilaian pendidikan khusus berpusat pada kumpulan dari informasi pendidikan yang relevan. Prestasi sekolah adalah sebuah kepedulian yang besar, dan para guru dan para professional lainnya mengevaluasi kemajuan para siswa dalam semua area yang bermaknadari kurikulum sekolah. Lagi pula untuk prestasi akademik, para professional tertarik dalam ketrampilan bahasa siswa, ketrampilan social, dan ketrampilan berperilaku. Kemampuan belajar siswa dan strategi-strategi belajarnya merupakan perhatian, karena karakteristik-karakteristik dari lingkungan belajarnya yang di dalamnya para siswa diminta untuk berpartisipasi. Semua factor-faktor ini menyumbangkan pada sebuah pemahaman yang lebih baik dari kekuatan dan kelemahan siswa dan tipe-tipe dari dukungan yang mereka peroleh untuk berhasil di sekolah.
            Keempat, penilaian pendidikan khusus adalah bermakna. Informasidikumpulkan agar supaya dapat membuat keputusan penting tentang persekolahan untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus. Konsentrasi keputusan-keputusan tersebut mengeluarkan sepertihalnyapenentuan apakah para siswa sesuai dengan criteria yang legal untuk layanan-layanan pendidikan khusus, memilih program yang paling memadai dan penempatan para siswa, mengatur tujuan-tujuan pengajaran, memilih metode-metode pengajaran dan material-material, dan memonitor kemajuan siswa dan efektivitas dari pendekatan-pendekatan pengajaran.
            Penilaian pendidikan khusus meluas lebih lanjut karena bayi , para siswa pra sekolah, dan para orang dewasa muda yang berkekurangan yang dilayani oleh pendidikan khusus. Dalam tahun-tahun pra sekolah, penilaian berpusat pada perkembangan dalam area ketrampilan penting seperti halnya bahasa, pengenalan, perilaku social emosional , dan ketrampilan sensorik dan motorik. Pada orang-orang dewasa yang masih muda, kepedulian tersebut merupakan transisi yang sukses dari dunia sekolah menjadi dunia kerja, pendidikan yang lebih tinggi, karir, dan bidng-bidang lainnyadari kehidupan orang dewasa.
            Istilah penilaian kadang-kadang bingung dengan dua istilah yang lain: pengujian dan diagnosis. Tes adalah satu tipe dari tehnik penilaian dan, sepertinya, mereka merupakan satu dari beberapa strategi-strategi yang digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang para siswa dengan kebutuhan-kebutuhan khusus. Penilaian sedikit banyak lebih luas ; Penilaian merupakan proses pengumpulan keseluruhan data. Pengujian adalah satu-satunya aktivitas yang terjadi dalam penilaian, hanya seperti penggunaan buku teks atau beberapa alat pengajaran yang lainyang hanya merupakan bagian dari proses-proses pengajaran.
            Diagnosa adalah sebuah istilah yang dipinjam dari profesi kedokteran. Dalam sebuah kontek kedokteran, penyebab dari penyakit atau kondisi yang diidentifikasikan atau didiagnosakan, sehingga perawatan atau pengobatan yang layak dapat ditawarkan. Diagnosa tersebut secara tipikal mengasilkan sebuah label seperti halnya “ Autisme” dan label tersebut dihubungkan dengan perawatan atau perlakuan tersebut. Sebaliknya, penilaian pendidikan tidak didisain untuk membentuk sebab-sebab , menandai label-label untuk siswa, atau menentukan perlakuan pendidikan yang didasarkan pada label. Ketika para siswa diidentifikasi sebagai mengalami kekurangan, yang deskripsinya hanya diberikan untuk kelayakan dokumen untuk layanan-layanan khusus. Lebih lanjut, program pengajaran khusus dikembangkan untuk para siswa individual yang didasarkan pada kekuatan dan kelemahan –kelemahan dalam belajar di sekolah., tidak pada label-label untuk syndrome atau sekumpulan gejala  dan kondisi yang global. Dengan kata lain para pendidik khusus akan menyimpulkan dari sebuah penilaian bahwa seorang siswa mempunyai kebutuhan dalam area membaca, dari pada pemberian label seperti “ dyslexic”.
            Bidang-bidang yang lain telah juga menyumbangkan untuk praktek-praktek penilaian dalam pendidikan khusus. Pengujian dari persepsi yang memungkinkan studi dari bagaimana informasi yang diproses melalui penglihatan, pendengaran, dan indra-indra yang lain. Urutan tes yang mendidik secara kejiwaan yang mengkombinasikan analisa dari factor-faktor kejiwaan dan mendidik. Penerapan dari psikologi perilaku telah menghasilkan dalam penggunaan beberapa system untuk pengamatan perilaku dari para siswa dalam lingkungan sekolah , meliputi sebuah minat khusus dalam kurikulum tersebut dan tugas-tugas instruksional dengan siswa yang mana berinteraksi. Bentuk-bentuk yang lain dari penilaian informal, seperti interview, yang telah dipinjam dan diadaptasikan dari bidang-bidang seperti halnya antropologi dan sosiologi.
            Dengan berakhirnya perang dunia ke-2 dan lonjakan bayi pada tahun 50-an, layanan-layanan untuk para siswa yang mengalami ketidak mampuan tumbuh dengan hebat, dengan sebuah pertumbuhan yang berurutan dalam prosedur penilaian, terutama tes, Tes atau pengujian yang dirancang untuk administrasi para siswa individual dikembangkan dalam semua area akademik – dan bahasa , ketrampilan social, dan ketrampilan vokasional- dengan bantuan para penerbit yang komersial. Lagi pula, para pendidik khusus dan para professional yang lain menciptakan prosedur-prosedur informal yang secara langsung berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan kelas. Kriteria yang direferensikan dengan tes memainkan sebuah peranan yang besar dalam menghubungkan penilaian dan pemrograman pengajaran.
            Malangnya, beberapa penyalah gunaan dan perlakuan yang salah dari prosedur-prosedur penilaian menyertai pertumbuhan ini. Pengukuran-pengukuran yang tidak valid dan tidak reliable (tidak tetap) digunakan, kadang, kadang diadministrasikan oleh individu-individu yang tidak terlatih. Beberapa penilaian terlalu sempit secara alami; beberapa mendiskriminasikan pada basis bahasa siswa, latar belakang cultural, atau jenis kelamin. Hasil-hasil digunakan secara tidak memadai, dengan para siswa yang di beri label dengan salah  “ orang cacat”. Hak para siswa yang mengalami ketidakmampuan dan dari orang tua mereka untuk melakukan proses sesuai hukum diabaikan.
            Pada tahun 1975, pembukaan dari PL-142, Pendidikan untuk semua Kegiatan Anak CACAT, menerapkan sebuah pengaruh yang kuat dan positif pada isi dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam penilaian dari para siswa yang mengalami ketidakmampuan. Perubahan-perubahan yang dikenalkan dalam undang-undang federal ini dipelihara dan diperluas pada seluruh tahun- tahun dengan very seperti halnya PL-108-446, Para individu dengan Akta Kemajuan Pendidikan yang mengalami Ketidakmampuan tahun 2000 ( IDEA 2004).Yang pertama dan ke depan, undang-undang tersebut menjamin bahwa para siswa yang mengalami ketidakmampuan harus menerima pendidikan umum yang memadai dan bebas dalam setidak-tidaknya lingkungan pendidikan yang terbatas. Dalam area penelitian,  hukum member mandate sejumlah prosedur-prosedur proses ysng harus dilakukan untuk melindungi siswa-siswa dan orang tua mereka dan pedoman yang rinci untuk mengkoreksi masa masalah-masalah masa lalu. Para siswa dengan ketidakmampuan harus dinilai secara memadai oleh sebuah tim dan sebuah program pendidikan yang diindividualisasikan (IEP) yang harus dikembangkan. Lagi pula departemen pendidikan Negara harus memenuhi persyaratan federal untuk menerima pendanaan untuk pemrograman pendidikan khusus.
            IDEA 2004 menempatkan penekanan-penekanan khusus pada penilaiuan akan keterlibatan siswa dan kemajuan dalam kurikulum pendidikan umum. Area-area ini harus ditujukan dalam perkembangan IEPs seperti halnya bagaimana para siswa akan berpartisipasi dalam penilain Negara dan distrik akan prestasi sekolah. Tim IEP harus juga memikirkan susunan dari factor-faktor khusus yang meliputi intervensi perilaku khusus dan dukungan-dukungan untuk para siswa yang mengalami masalah perilaku, kebutuhan bahasa dari para siswa yang tidak terampil dalam bahasa Inggris dan beberapa persyaratan para siswa mungkin mempunyai peralatan tehnologi yang membantu dan layanan-layanan.
            Kecenderungan dalam bidang-bidang pendidikan dan pendidikan khusus tersebut telah juga mempengaruhi perkembangan tehnik-tehnik penilaiandan prosedur-prosedur penilaian. Dalam tahun-tahun awal dari pendidikan khusus penilaian secara eksklusif berfokus pada para siswa dan kekurangannya. Pendekatan itu member jalan untuk penekanan-penekanan yang meningkat pada kurikulim sekolah dan tugas-tugas pengajaran yang spesifik yang dengannya para siswa menghalami kesuliotan. Sekarang, pendekatan tersebut lebih seimbang. Baik siswa maupun lingkungan pendidikan keduanya mempunyai minat, khususnya cara-cara yang di dalamnya interaksi terjadi antara individu-individu dan permintaan sekolah. Lagi pula, pengaruh-pengaruh dari teori-teori pendidikan seperti halnya teori konstruksi yang telah menyumbangkan kepada para pendidik khusus pesrspektif tentang penilaian. Dalam pandangan kaum konstruktif, para siswa menyususn pengetahuan mereka dengan membangun pengetahuan prioritas yang mereka bawa ke dalam situasi belajar ( Bransford, Brown, & Cocking, 2000; Cegelka, 1995a).
            Satu tantangan bahwa pendidikan khusus yang terus berlanjut adalah perkembangan dari prosedur-prosedur yang memadai untuk menilai secara budaya dan secara lingguistik bermaca-macam siswa yang diduga mempunyai sebuah ketidakmampuan (Benson, 2003). Masalah-masalah yang tidak terpecahkan dalam area ibi telah menyumbangkan penggambaran yang berlebihan dari beberapa kelompok dalam program pendidikan khusus dan penggambaran yang kurang dari yang lainnya (Artiles & Trent, 1994, Losen & Ortfield, 2002, Patton, 1980). Issue ini mungkin sama seperti halnya populasi dari Amerika Serikat yang menjadi lebih beragam dalam decade berikutnya.
            Gerakan untuk mendidik siswa yang mengalami ketidakmampuan dalam latar belakang yang lebih eksklusif telah menciptakan sebuah kebutuhan yang lebih besar bagi keduanya, baik guru pada umumnya, maupun guru pendidikan khusus untuk mempuanyai peralatan untuk menilai para siswa ini dalam lingkungan yang beragam, termasuk ruangan kelas pendidikan umum. Para pendidik siswa-seiswa yang mengalami ketidakmampuan diselenggarakan dengan bertanggung jawab untuk evaluasi belajar yang terus berlangsung. Mereka perlu sering memonitor kemajuan para siswa, tanpa kebutuhan mengadministrasikan tes-tes yang distandarisasikan. Tes-tes semacam itu terlalu mahal dalam hal waktu maupun uang, dan hasil mereka tidak secara langsung menterjemahkan pada intervensi ruangan kelas. Di samping itu, para pendidik telah berubah menjadi penilaian berbasis kurikulum, yaitu, prosedur-prosedur dan tehnik-tehnik yang mengevaluasi pertumbuhan siswa sehubungan dengan kurikulum kelas sekarang. Pendekatan-prndekatan yang berdasarkan kurikulum seperti halnya, penilaian acuan criteria pengukuran berdasarkan kurikulum, dan penilaian portofolio menghasilkan hasil-hasil yang membantu dalam perkembangan tujuan instruksional, tujuan-tujuan, dan prosedur-prosedur.
            Reformasi pendidikan mayor di Amerika Serikat sedang melakukan perubahan-perubahan yang reflektif dalam penilaian dan evaluasi tentang semua siswa-siswa, termauk siswa-siswa yang mengalami ketidakmampuan. Pada akhir tahun 1990-an, kebanyakan Negara telah mengadopsikan seperangkat standar akademik dan mulai menghubungkan penilaian dari hasil-hasil pendidikan dengan standar-standar ini (Federasi guru Amerika, 1996,; Olson, 2006). Dalam model evaluasi ini, hasiul-hasil dari penilaian berbasis standar digunakan sebagai basis untuk penilaian prestasi siswa, memutuskan apakah sekolah-sekolah dan para guru berfungsi dengan baik, dan bahkan memaksakan perubahan-perubahan fundamental dalam metode mengajar dan struktur-struktur sekolah.
            Gerakan standar bahkan menjadi lebih penting dengan pembukaan inisiatif pendidikan dari Gerge W. Bush, “ Tidak ada anak yang tertinggal”. Menurut Bush (2001), inisiatif ini mempunyai empat tujuan mayor:
·         Meningkatkan akuntability untuk prestasi siswa: Negara, distrik dan sekolah-sekolah yang prestasinya meningkat, akan diberi penghargaan. Kegagalan akan diberi sanksi. Para orang tua akan mengetahui bagaimana anak mereka sedang belajar, dan bahwa sekolah-sekolah akan diselenggarakan dengan tanggung jawab profesionalisme untuk keefektifan mereka dengan kondisi membaca tahunan dan penilain matematika pada kelas 3 sampai 8.
·         Berpusat pada apa yang menjadi pekerjaan. Uang-uang federal akan dihabiskan pada program-program yang efektif yang didasarkan pada penelitian dan praktek-praktek. Pendanaan akan ditargetkan untuk memajukan sekolah dan meningkatkan kualitas guru.
·         Mengurangi birokrasi dan meningkatkan fleksibilitas: Fleksibilitas tambahan akan didisediakan untuk sekolah –sekolah Negara dan distrik, dan pendanaan yang fleksibel akan ditingkatkan pada level local.
·         Para orang tua yang bersemangat akan mempunyai informasi yang lebih banyak tentang kualitas dari sekolah anak-anak mereka . Siswa-siswa di sekolah-sekolah yang prestasinya rendah akan diberi pilihan.
Ketika Negara, distrik dan sekolah-sekolah menghadapi tekanan yang meningkat untuk menyediakan data yang komparatif tentang kemampuan-kemampuan solastik dari sisw-siswa Amerika, isu0isu sekitar siswa yang mengalami ketidakmampuan dalam pengujian yang beresiko tinggi menjadi sebuah perhatian yang besar. Undang-undang pendidikan khusus federal menuntut bahwa para siswa yang mengalami ketidakmampuan berpartisipasi dalam penilaian Negara dan local dari prestasi akademik bersama-sama dengan kelompok pendidikan umum. Meskipun hal ini penting untuk menjamin bahwa para siswa dengan ketidakmampuan tidak dikeluarkan,pada waktu yang sama, akomodasi dan modifikasi tes yang memadai seperti halnya pengukuran-pengukuran alternative yang harus disediakan untuk menjamin evaluasi yang valid dan reliable.
            Ringkasannya, penilaian pendidikan khusus sekarang dapat digambarkan dalam cara-cara berikut ini :
·         Penilaian pendidikan khusus, seperti pengajaran pendidikan khusus, diindividualisasikan. Penilaian ini harus dimodifikasi untuk kebutuhan masing-masing siswa yang mengalami ketidajmampuan.
·         Data penilaian digunakan untuk membuat keputusan tentangkelayakan siswa untuk layanan-layanan pendidikan khusus yang diberikan. Jadi , keputusannya lega dan instruksional.
·         Penilaian berfokus pada keterlibatan siswa dan kemajuan dalam kurikulum pendidikan umum.
·         Siswa bukanlah merupakan satu-satunya subyek penelitian. Lingkungan belajar juga dievaluasi seperti halnya interaksi siswa dengan tugas-tugas kelas.
·         Sebuah variasi prosedur digunakan dalam penilaian. Penilaiantidak dibatasi untuk administrasi tes yang distandarisasikan.
·         Penilaian dikarakterisasikan dengan sebuah pendekatan tim. Orang tua dan para pendidik khusus maupun umum merupakan anggota penting dari tim itu.
·         Para professional berusaha keras untuk penilaian dari semua siswa yang tidak sebagian , terutama untuk para siswa dari kelompok-kelompokyang berbeda secar kultur dan bahasanya.
·         Penilaian tidak berhenti ketika pengajaran mulai. Progran-progran pengajaran secara terus menerus dimonitor dan dievaluasikan.

Komentar