Langsung ke konten utama

Pengenalan Gangguan Fungsi Akibat Hilangnya Anggota Gerak Karena Penyakit Bawaan atau diperoleh


a)      Cara pengenalan kelainan anggota gerak
Kelainan bawaan amelia dengan mudah dapat dikenal apabila seluruh anggota gerak hilang, bagi anggota gerak atas yang tertinggal hanya bahu, sehingga sendi bahu tidak ada atau untuk anggota gerak bawah yang hilang adalah sendi paha yang tertinggal hanya pantat saja. Dengan demikian seluruh fungsi anggota gerak hilang.
Kelainan bawaan phocomelia denga mudah diketahui apabila adanya jari-jari yang menempel pada gelang bahu atau gelang panggul. Pada anggota gerak atas jari-jari tangan akan meempel pada gelang bahu dan fungsi dari jari tersebut masih ada.
Kelainannnnn dari sebagian anggota gerak di mana bagian pangkal dan ujungnya masih utuh disebut meromelia, sedangkan bagian diantaranya hilanng atau tidak sempurna. Jenisnnya berannnneka ragam.
Secara sederhana dapat dikelompokkan berdasarkan bnagian yang hilang, terdapat di sebagian lenga bawah, di bawah senndi siku, dan sebagian tungkai di bawah sendi lutut tulangnya hilang. Hal ini berdampak negatif terhadap kekuatan bagiann anggota tersebut dan fungsinya akan berkurang.
Ditinjau dari segi fungsi hambatan pada anggota gerak atas, hanya terletak pada anggota kekuatan lengan bawah, sedangkan jari tangan fungsinya mungkin normal. Pada kaki kekuatan bawah lutut untuk menahan bebann akan berkurang bila sebagian dari tibia di bawah lutut hilannnnng atau tidak sempurna.. Dengan kelainan akan mudah dikenal dari hambatan sewaktu jalan  serta kelainan bentuk di bawah lutut.
Bentuk kelainan lainnya dari amputee yang sama keadaannya dengan amputee yang diperoleh setelah lahir, adalah amputee dimana anggota gerak tersebut seperti dipotong di atas atau di bawah siku, seperti dipotong di atas di atas atau di bawah lutut, seperti dipotong di atas atau di bawah pergelanga taga, sehingga telapak tanga dan jari tangan hilang.
Kelainan fungsi dengan mudah dapat dikenal apabila kita dapat membandingkan fungsi bagian anggota gerak yang sama pada sisi yang normal. Apabila jari-jari tangan atau kaki hilang biasanya mudah dikenal, dan gangguan funnnnnnnnsi akibatnya tidak terlalu berat. Dengan demikian pengenalan jenis kelainan  fungsi ini dapat ditentukan dari lokasi amputasi tersebut.
b)      Pengenalan gangguan fungsi akibat hilangnya anggota gerak
Jenis amputee secara garis besar akan dibagi atas 2 kelompok besar, yaitu amputee anggota gerak atas, dan amputee gerak bawah
Mengenal Gangguan Fungsi Akibat Hilangnya Anggota Gerak
1. Cara mengenal amputee anggota gerak atas
a.       Amputee gelang bahu dimana seluruh angota gerak atas hilang (shoulder disarticulation). Cara pengengenalan gangguann fungsinya adalah akibat seluruh anggota gerak sehingga fungsi kegiatan hilang dan perlu di buatkan alat palsu. Tugas ortopedi adalah merencanakan alat itu. Alat yang di buat komplekdan susah melatihnya, serta memakainya harus penuh dedikasi.
b.      Amputee di atas siku sehingga fungsi lengan bawah hilang. Cara pengenalan gangguan fungsi adalah hilangnya fungsi siku, pergelangan, telapak, dan jari tangan. Tugas prtopedi adalah memikirkan alat pengganti fungsi siku, lengan bawah, pergelangan, telapak dan jari.
c.       Amputee bawah siku keadaannya hampir sama dengan amputee atas siku apabila di tinjau dari segi gangguan fungsi anggota gerak. Alat yang di buat ada perbedaandi mana pada jenis amputee di bawah siku fungsisendi masih utuh sehingga tidak perlu sendi palsu dan cara mengoperasikan alatnya lebih mudah. Ortopedi akan merencanakan alat yang lebih sederhana.
d.      Ampute pergelangan tangan sehingga  telapak dan jari tangan hilang. Cara pengenalan gangguan fungsi dan alat yang di buat serta cara latihannya sama dengan alat amputee di bawah siku.
e.      Amputee telapak dan jari tangan sehingga fungsi tangan tidak seluruhnya hilang sebab sbagian jari atau telapak masih utuh. Alat yang di buat lebih sederhana sedang yang di tekankan adalah masalah kosmetika alat. 
2. Cara mengenal amputee anggota gerak bawah
a.       Amputee dimana seluruh anggota gerakbawah dari sendi paha hilang dan disebut hipdisarculation atau sebagian dari pinggul hilang dan di sebut hemicorporectomy. Cara pengenalan kelainan fungsinya  akibat hilangnya seluruh anggota gerak bawah fungsi jalannya akan terganggu berat. Karenanya, ortopedi sangat berperan dalam upaya pemulihan fungsinya dengan memberikan alat protese khusus yang komplek.
b.      Amputee bawah lutut sehingga bagian anggota gerak yang hilang adalah sendi lutut, tungkai bawah, pergelangan, dan telapak serta jari kaki. Fungsi jalan akan terganggu akan tetapi tidak seberat akibat hilangnya sendi paha. Bidang ortopedi akan menangani dalam upaya pemulihan fungsinya dengan pemberian alat protesa atas lutut dengan sendi lutut palsu.
c.       Amputee bawah lutut sehingga bagian anggota gerak yang hilang adalah sebagian tungakai bawah, pergelangan dan telapak, serta jari kaki. Cara pengenalan gangguan fungsinya sama dengan amputee atas lutut. Alat yang di buat adalah protesa bawah lutut di mana sendi lutut masih utuh.
d.      Amputee sampai pergelangan kaki dimana telapak dan jari kaki hilang. Cara pengenalannya diketahui telapak kaki yang hilang, akan tetapi secara fungsi dapat berjalan normal.

Komentar