Rabu, 15 Desember 2010

METODE PEMBELAJARAN

1. METODE CERAMAH
            Ceramah adalah penuturan atau penerangan secara lisan oleh guru terhadap kelas. Alat interaksi yang terutama dalam hal ini adalah “berbicara”.
Penggunaan metode ceramah
Situasi di bawah ini sesuai untuk penggunaan metode ceramah
a)      kalau guru akan menyampaikan fakta atau pendapat dimana tidak terdapat bahan bacaan yang merangkum fakta yang dimaksud.
b)      Jika guru akan menyampaikan pembelajaran kepada sejumlah peserta didik yang besar (misalnya sekitar 75 orang atau lebih
c)      Kalau guru adalah pembicara bersemangat sehingga dapat memberi motivasi kepada peserta didik untuk mengerjakan suatu pekerjaan.
d)     Jika guru akan menyimpulkan pokok-pokok penting yang telah diajarkan, sehingga memungkinkan peserta didik untuk melihat lebih jelas hubungan antara pokok yang satu dengan lainnya.
e)      Kalau guru akan memperkenalkan pokok bahasan baru.
Kelebihan dan kelemahan metode ceramah
Kelebihan :
a.       Guru menguasai arah pembicaraan seluruh kelas
b.      Organisasi kelas sederhana
Kelemahan :
a. guru tak dapat mengetahui sampai dimana peserta didik telah mengerti pembicaraannya
b. kata-kata yang diucapkan guru, ditafsirkan lain oleh peserta didik.
Mempersiapkan ceramah yang efektif
Langkah-langkah di bawah ini dapat dipakai sebagai petunjuk untuk mempertinggi hasil metode ceramah
a.       Menetapkan tujuan pembicaraan
b.      Setelah menetapkan tujuan, harus diteliti apakah metode ceramah merupakan netode yang sudah tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
c.       Menyusun ceramah dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
·         Bahan ceramah dapat dimengerti dengan jelas, maksudnya setiap pengrtian
·         Dapat menangkap perhatian peserta didik
·         Memperlihatkan kepada pendengar bahwa bahan yang diperoleh berguna bagi kehidupannya.
d.      Menamkan pengertian yang jelas
e.       Menangkap perhatian peserta didik dengan menunjukkan penggunaannya.


2. METODE TANYA JAWAB
            Dalam penggunaan metode mengajar, tidah hanya guru saja yang senantiasa berbicara, melainkan mencakup pertanyaan-pertanyaan dan penyumbangan ide-ide dari pihak peserta didik. Cara pembelajaran yang serupa ini dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu :
v    Metode tanya jawab, dan
v    Metode diskusi
Perbedaan pokok diantara kedua metode ini terletak pada :
Ø    Corak pertanyaan yang diajukan guru
Ø    Sifat pengambilan keputusan bagian yang diharapkan dari pihak peserta didik
Penggunaan metode tanya jawab
a.                   Melanjutkan pelajaran yang lalu
b.                  Menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerjasama peserta didik
c.                   Memimpin pengamatan dan pemikiran peserta didik
d.                  Mencari jawaban dari peserta didik, tetpai membatasi jawaban yang dapat diterima
Kelebihan dan kelemahan metode tanya jawab
Kelebihan :
a)      Kelas lebih aktif karena peserta didik tidak sekedar mendengarkan
b)      Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, sehingga guru mengetahui hal-hal yang belum dimengerti oleh peserta didik
c)      Guru dapat mengetahi sampai dimana penangkapan peserta didik terhadap segala sesuatu yang diterangkan
Kelemahan :
a)      Dengan tanya jawab kadang-kadang pembicaraan menyimpang dari pokok persoalan
b)      Membutuhkan waktu lebih banyak
3. METODE DISKUSI
                  Metode diskusi adalah cara penyampaian bahan pelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpilakan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatifpemecahan masalah.
Penggunaan metode diskusi
      Dengan diskusi guru mengajak peserta didik untuk memecahkan masalah. Untuk memcahkan masalah diperlukan pendapat-pendapat berdasarkan pengetahuan yang ada, dengan sendirinya kemungkinan terdapat banyak jawaban yang benar.
Pertanyaan-pertanyaan yang baik untuk metode diskusi :
a.       Menguji kemungkinan jawaban yang dapat dipertahankan lebih dari satu.
b.      Tidak menanyakan “manakah jawaban yang benar” tetapi lebih menekankan kepada “mempertimbangkan dan membandingkan”
c.       Menarik minat peserta didik dan sesuai dengan taraf kemampuannya.


Peranan guru atau pemimpin diskusi
            Pimpinan diskusi dapat dipegang oleh guru sendiri, tetapi dapat juag diserahkan kepada peserta didik bila guru ingin memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar memimpin.
Winarno Surakhmad (1986) mengatakan bahwa pemimpin diskusi mempuyai tiga peranan yaitu :
1)      Pemimpin sebagai pengatur lalu lintas
Sebagai seorang pemimpin, berhak :
Ø  Menunjukkan pertanyaan –pertanyaan kepada peserta
Ø  Menjaga agar tidak semua anggota berbicara serempak
Ø  Mencegah dikuasainya pembicaraan dan oleh orang-orang tertentu yang gemar berbicara
Ø  Membuka kesempatan bagi orang yang pemalu atau pendiam untuk menyumbangkan ide-ide kreatifnya
Ø  Mengatur sedemikian rupa sehungga setiap pembicaraan dapat ditangkap dengan jelas oleh pendengar.
2)      Pemimpin sebagai dinding penangkis
                  Pemimpin diskusi senantiasa menerima pertanyaan-pertanyaan dari para peserta dan dipantulakan kembali ke dalam kelompok.
                  Pada suatu saat mungkin diskusi mengalami jalan buntu, maka pada kesempatan ini pemimpin atau guru dapat bertindak sebagi penasehat dan memberi jawaban sehingga soal-soal pokok yang sedang didiskusikan dapat dilanjutkan.
3)      Pemimpin sebagai penunjuk jalan
Pemimpin mempunyai kewajiban menuntun anggota dalam menentukan langkah-langkah pemecahan masalah.
      Langkah langkah yang perlu dipakai dan dipahami sebagai pedoman menuntun diskusi kelas adalah :
·         Apakah masalah yang dihadapi?
·         Soal-soal penting mana yang terdapat dalam masalah itu ?
·         Kemngkinan-kemungkinan jawaban yang bagaimana yang dapat dirumuskan oleh kelas terhadap suatu masalah?
·         Hal manakah yang telah diterima oleh suara terbanyak sebagai persetujuan?
·         Tindakan apa yang sudah direncanakan ? siapakah uang melaksanakan dan bilamana ?
Kebaikan dan kelemahan metode diskusi
Kebaikan :
ü  Peserta didik belajar bermusyawarah
ü  Peserta didik mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetahuan masing-masing
ü  Belajar menghargai pendapat orang lain
ü  Mengembangkan cara berpikir dab sikap ilmiah


Kelemahan :
§  Pendapat serta pertanyaan peserta didik dapat menyimpang dari pokok persoalan
§  Kesulitan dalam menyimpulkan sering menyebabkan tidak ada penyelesaian
§  Membutuhkan waktu yang cukup banyak

4. METODE KERJA KELOMPOK
Kerja kelompok dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pembelajaran yang memandang peserta didik di dalam suatu kelas sebagai suatu kelompok atau dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Penggunaan metode kerja kelompok
a.       Pengelompokan untuk mengatasi kekurangan alat-alat pelajaran.
Pengelompokan ini dilakukan guru jika dalam sebuah kelas tidak semua murid memiliki alat-alat pelajaran yang dibutuhkan sehingga guru perlu mengelompokkan murid-muridnya ke dalam kelompok kecil dimana didalamnya terdapat anggota kelompok yang memiliki alat-alat pelajaran yang dibutuhkan. Jadi, dengan pengelompokan tersebut diharapkan semua murid dapat merasakan atau memakai  alat-alat pelajaran yang digunakan dalam proses belajar.
b.      Pengelompokan atas dasar kemampuan belajar.
Pengelompokan ini dilakukan guru untuk mengetahui kemampuan siswa dalam belajar, jika guru sudah mengelompokkan muridnya kemudian ketahuan mana siswa yang memiliki kemampuan belajar yang baik dan mana siswa yang memiliki kemampuan belajar yang kurang maka guru bias member tugas dan perhatian sesuai dengan kemampuan masing-masing kelompok.
c.       Pengelompokan atas dasar minat belajar.
Mengelompokkan siswa sesuai dengan minat dan kecenderungan masing-masing siswa.
d.      Pengelompokan untuk memperbesar partisipasi peserta didik.
Pengelompokan ini biasa dilakukan dalam kelompok-kelompok diskusi siswa. Pengelompokan ini biasanya dilakukan dengan memberikan sebuah masalah pada siswa, lalu masalh tersebut diselesiakan dengan cara diskusi kelompok. Setelah mereka selesai berdiskusi, maka tiap kelompok wajib mengutarakan hasil diskusi mereka di depan kelas. Metode ini sering juga disebut dengan rapat kilat.
e.       Pengelompokan untuk  pembagian pekerjaan.
Pengelompokan ini hamper sama seperti rapat kilat, Cuma bedanya terdapat pada masalah yang diberikan guru. Pada pengelompokan ini, guru memberika sebuah masalah yang memiliki cakupan yang luas sehingga siswa di dorong untuk membaginya kedalam sub-sub bagian.  Lalu, sub-sub bagian yang sudah dibagikan kepada tiap-tiap anggota kelompok itu dicari datanya baik dari buku maupun lingkungan sekitar.  Oleh karena itu, maka tugas yang diberikan tidak dapat diselesaikan hanya dalam waktu beberapa jam. Perlu paling tidak waktu 1 minggu untuk menyelesaikan tugas itu.
f.       Pengelompokan untuk belajar bekerjasama secara efisien menuju ke suatu tujuan.
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengelompokan ini:
-  Menjelaskan tujuan dan tugas yang harus dikerjakan peserta didik.
- Membagi peserta didik menurut jenis dan sifat tugas.
- Mengawasi jalannya kerja kelompok
Dari langkah-langkah tersebut maka peserta didik dapat bekerja di kelompoknya dengan tugas dan bagiannya masing-masing.  Hal yang perlu diperhatikan adalah siswa harus memusatkan perhatian pada tujuan yang akan dicapai, dan menjaga agar siswa tidak keluar dari persolan lain. Dengan begitu, tugas dapat diselesaikan denagn lebih cepat.
Kelebihan dan kelemahan kerja kelompok
a.       Kelebihan :
·         Dapat memupuk rasa kerjasama.
·         Suatu tugas yang luas dapat segera diselesaikan.
·         Adanya persaingan yang sehat.
b.      Kelemahan “
·         Adanya sifat-sifat pribadi yang ingin menonjolkan diri atau merasa lemah dalam kelompok.
·         Perbedaan kemampuan tiap siswa dalam satu kelompok dapat menghambat kelancaran  tugas atau mungkin didominasi oleh seseorang.
5. METODE DEMONSTRASI DAN EKSPEIMEN
            Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang dilakuakn guru, orang luar atau manusia sumber yang sengaja diminta atau peserta didik menunjukkan kepada kelas suatu benda aslinya, tiruan atau suatu proses, misalnya bagaimana cara membuat peta timbul, menggunakan kamera dengan hasil yang baik, dan sebagainya.
            Metode eksperimen adalah suatu metode mengajar yang melibatkan guru bersama peserta didik mencoba mengerjakan sesuatu dan mencoba mengamati proses dan hasil percobaan itu.
Penggunaan metode demonstrasi dan eksperimen
            Berikut ini merupakan tujuan-tujuan dalam menggunakan metode demostrasi dan eksperimen yang dapat memberikan gambarab tentang pelaksanaannya :
a.       Untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana cara mengatur sesuatu”
b.      Untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana membuatnya”
c.       Untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana bekerjanya”
d.      Untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana mengerjakannya”
e.       Untuk menjawab pertanyaan “Cara manakah yang lebih baik”
f.       Untuk menjawab pertanyaan “Terdiri dari apa”
g.      Untuk mengetahui “Kebenaran dari sesuatu”
Kelebihan dan kelemahan metode demonstrasi
a.       Kelebihan
·         Perhatian peserta didik dapat dipusatkan, dan pokok bahasan yang dianggap penting oleh guru dapat diartikan seperlunya.
·         Peserta didik ikut serta aktif bila demonstrasi sekaligus dilanjutkan dengan eksperimen.
·         Dapat mengurangi-mengurangi kesalahan yang mungki terjadi sekiranya peseta didik hendak mencoba mempelajari suatu proses dari buku bacaan.
·         Beberapa persoalan yang belum dimengerti ditanyakan langsung saat prose situ ditunjukkan sehnnga terjawab dengan jelas.
b.      Kelemahan
·         Demonstrasi menjadi tidak efektif bila tidak semua peserta didik dapat ikut serta, misalnya alat terlalu sedikit sedangkan jumlah peserta didik banyak.
·         Bila tidak dilanjutkan dengan eksperimen ada kemungkinan peserta didik menjadi lupa, dan pelajaran tidak akan berarti karena tidak akan menjadikan pengalaman bagi peserta didik.
Kelebihan dan kelemahan metode eksperimen
a.       Kelebihan
·         Peserta didik aktif mengalami sendiri
·         Peserta didik dapat membuktikan teori-teori yang pernah diterima
·         Mendapatkan kesempatan melakukan langkah-langkah berpikir ilmiah
b.      Kelemahan
·         Akan kurang berhasil apabila alat-alat yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan peserta didik .
·         Kemungkinan tidak membawa hasil yang diharapkan bila peserta didik belum cukup penglaman.
·         Kadang-kadang ada eksperimen yang memerlukan waktu panjang sehingga tidak praktis dilaksanakan di sekolah, lebih merugikan lagi bila untuk dapat melanjutkan pelajaran menunggu hasil eksperimen.
6. METODE SOSIODRAMA DAN BERMAIN PERANAN
            Istilah sosiodrama berasal dari kata “sosio” : “social” dan ”drama”. Kata drama adalah suatu kejadian atau peristiwa dalam kehidupan manusia yang mengandung konflik kejiwaan, pergolaka, clash atau benturan antara dua orang atau lebih. Bermain peranan berarti memegang fungsi sebagai  orang yang dimainkannya. Kedua metode tersebut biasanya disingkat menjadi metode “sosiodrama” yang merupakan metode mengajar dengan cara mempertunjukkan kepada peserta didik tentang masalah-masalah hubungan social, untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Masalah hubungan social tersebut didramatisasi oleh peserta didik dibawah pimpinan guru. Melalui metode ini guru ingin mengajarkan cara-cara bertingkah laku dalam hubungan antar sesame manusia.
            Cara yang paling baik untuk memahami nilai sosiodrama adalah : mengalami sendiri sosiodrama, mengikuti penuturan terjadinya sosiodrama dan mengikuti langkah-langkah guru pada saat memimpin sosiodrama.
Langkah-langkah pelaksanaan sosiodrama
            Agar lebih mudah dalam memahami langkah-langkah guru dalam memimpin sosiodrama, berikut langkah-langkahnya :
·         Guru menjelaskan pengertian sosiodrama dan menceritakan sebuah cerita yang dapat memancing imajinasi siswa.
·         Guru menjelaskan tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita dan menunjuk beberapa siswa sebagai pemerannya.
·         Guru menjadi narator yang mengarahkan para pemainnya agar bermain sesuai alur cerita.
·         Guru menghentikan drama dan mengarahkan siswa pada sesi diskusi.
·         Di sesi diskusi,  guru menawarkan kepada beberapa siswa yang tidak ikut berperan dalam drama untuk memberikan pendapat  atau mencari pemecahan masalah yang terjadi dalam drama.
Manfaat menggunakan metode ini :
·         Siswa  menjadi lebih perhatian pada pelajaran.
·         Siswa tidak saja mengerti persoalan social psikologis, tetapi mereka juga ikut merasakan perasaan dan pikiran orang lain bila berhubungan dengan sesama manusia.
·         Siswa dapat menempatkan diri pada tempat orang lain dan ng lain.
Kelebihan dan kelemahan sosiodrama
a.       Kelebihan
·         Mengembangkan kreatifitas peserta didik.
·         Memupuk kerjasama antar peserta didik.
·         Menumbuhkan bakat peserta didik dalam seni drama.
·         Peserta didik lebih memperhatikan pelajaran karena menghayati sendiri.
·         Memupuk keberanian berpendapat di depan kelas.
·         Melatih peserta didik untuk menganalisis masalah dan memngambil kesimpulan dalam waktu singkat.
b.      Kelemahan
·         Adanya kurang kesungguhan para pemain menyebabkan tujuan tak tercapai.
·         Penonton (siswa yang tak berperan) sering menertawakan pemain sehingga merusak suasana.
7. METODE PEMBERIAN TUGAS BELAJAR DAN RESITASI
            Metode ini mengandung tiga unsur , yaitu:
a.       Pemberian tugas
b.      Belajar
c.       Resitasi
Metode pemberian tugas belajar dan resitasi atau biasanya disingkat dengan metode resitasi merupakan suatu metode mengajar dengan cara guru memberikan tugas, kemudian peserta didik harus mempertanggungjawabkan hasil  tugas tersebut.
Tujuan pemberian tugas dialkukan oleh guru karena pelajaran tidak sempat diberikan di kelas. Menurut pandangan yang baru, tugas diberikan dengan pendapat bahwa kurikulum itu merupakan segala aktivitas yang dilaksanakan oleh sekolah, baik kurikuler maupun ekstra kurikuler.
Penggunaan tugas belajar dan resitasi dikatakan wajar bila bertujuan :
a.       Memperdalam pengertian peserta didik terhadap pelajaran yang telah diterima.
b.      Melatih peserta didik ke arah belajar mandiri.
c.       Peserta didik dapat membagi waktu secara teratur.
d.      Peserta didik dapat memanfaatkan waktu luang untuk menyelesaikan tugas,
e.       Melatih peserta didik untuk menemukan sendiri cara-cara yang tepat untuk menyelesaikan tugas.
f.       Memperkaya pengalaman-pengalaman di sekolahmelalui kegiatan-kegiatan di luar kelas.

Kelebihan dan kelemahan
a.       Kelebihan
·         Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk belajar lebih banyak.
·         Memupuk rasa tanggung jawab.
·         Memperkuat motivasi belajar.
·         Menjamin hubungan antara sekolah dengan keluarga.
·         Mengembangkan keberanian berinisiatif.
b.      Kelemahan
·         Memerlukan pengawasan yang ketat, baik oleh guru maupun orang tua.
·         Sukar menetapkan pakah tugas dikerjakan oleh peserta didik sendiri atau atas bantuan orang lain.
·         Banyak kecenderungan untuk saling mencontoh dengan teman-teman.
·         Agak sulit diselesaikan oleh peserta didik yang tinggal bersama keluarga yang kurang teratur.
·         Dapat mennimbulkan frustasi bila gagal menyelesaikan tugas.
8. METODE DRILL (LATIHAN)
            Drill merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah dipelajari peserta didik sehinnga memperoleh suatu ketrampilan tertentu.
            Drill wajar digunkan untuk :
·         Kecakapan motorik
·         Kecakapan mental
Hal-hal yang harus diperhatikan :
·         Tujuan harus dijelaskan kepada siswa,
·         Menentukan dengan jelas kebiasaan yang dilatihkan sehingga peserta didik mengetahui apa yang harus dikerjakan.
·         Lama latihan harus disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.
·         Selingi latihan agar tidak membosankan.
·         Melakukan perbaikan terus-menerus.


Kelebihan dan kelemahan
a.       Kelebihan
·         Pengertian peserta didik lebih luas melalui latihan berulang-ulang.
·         Peserta didik siap menggunakan ketrampilannya karena sudah dibiasakan.
b.      Kelemahan
·         Peserta didik cenderung belajar secara mekanis.
·         Dapat menyebabkan kebosanan.
·         Mematikan kreasi peserta didik.
·         Menimbulkan verbalisme.
9. METODE KARYAWISATA
            Dengan metode karyawisata, guru mengajak peserta didik ke suatu tempat (objek) tertentu untuk mempelajari sesuatu dalam rangka suatu pelajaran di sekolah. Metode karyawisata berguna bagi peserta didik untuk membantu memahami kehidupan riil dalam lingkungan dengan segala masalahnya.
Langkah-langkah pelaksanaan
a.       Persiapan
b.      Perencanaan
c.       Pelaksanaan
d.      Pembuatan laporan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda di sini

Blogroll