Langsung ke konten utama

Memori Kilat

Amboi,
Siapa lelaki itu, berhenti tepat di hadapku?
Cerah berbinar tampak menyilaukan mata
Tersudut aku memandangnya
Ingin ku kait dengan kailku
Umpan sapa senyum berbunga

Tuhan maaf jika mata ini jelalatan
Bukan maksud hati bilang suka
Tapi jujur aku terpesona
Makhluk ciptaanmu itu begitu sempurna
Bola matanya, kulitnya, parasnya
Membuat mataku melekat di dirinya

Memori terindah sepanjang hariku ini
Seperti tempat itu ia mengisi energiku
Saat dunia menyajikan kepenatan cinta
Saat hati tak bisa berpindah ke lain tempat

Satu detik dua detik aku lunglai
Kupandang gadis itu di luar gerbang merah putih
Melambai-lambai membuyarkan pesonanya
Duh, teganya
Dia sudah ada yang punya
Usailah pesona kilat itu
Berganti mesin yang melaju
:  Meninggalkannya
   Selamat tinggal
 
Solo, 20 Desember 2010
di POM BENSIN

Komentar

  1. wah bagus banget puisinya...lagi kagum sama seorang ya....salam kenal ya?jangan lupa kunjungi blogku.

    BalasHapus
  2. terima kasih,, hihihi
    salam kenal jg y,, :)

    okeii.. okeii..

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda di sini