Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Desember, 2010

Pengertian Asesmen Menurut Ahli

Ada beberapa pengertian tentang asesmen menurut para ahli : Menurut Robert M Smith (2002)
“Suatu penilaian yang komprehensif dan melibatkan anggota tim untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan yang mana hsil keputusannya dapat digunakan untuk layanan pendidikan yang dibutuhkan anak sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran. Menurut James A. Mc. Lounghlin & Rena B Lewis
“Proses sistematika dalam mengumpulkan data seseorang anak yang berfungsi untuk melihat kemampuan dan kesulitan yang dihadapi seseorang saat itu, sebagai bahan untuk menentukan apa yang sesungguhnya dibutuhkan. Berdasarkan informasi tersebut guru akan dapat menyusun program pembelajaran yang bersifat realitas sesuai dengan kenyataan objektif. Menurut Bomstein dan Kazdin (1985) Mengidentifikasi masalah dan menyeleksi target intervensiMemilih dan mendesain program treatmenMengukur dampak treatmen yang diberikan secara terus menerus.Mengevaluasi hasil-hasil umum dan ketepatan dari terapi.Menurut Lidz 2003
Pr…

Perkembangan gerak/motorik bayi lambat ?

Dari milis ayahbunda / booklet bonus ayah bunda Sebenarnya anda dapat mendeteksi keterlambatan motorik kasar anak.
Gejala-gejala tersebut antara lain :
Bayi terlalu kaku atau terlalu lemah
Perhatikanlah apabila si kecil terus berbaring tanpa melakukan gerakan apapun serta kepalanya tidak dapat diangkat saat digendong. Ini menunjukkan motorik aksar si kecil terlalu lemah.
Gerak anak kurang aktif
Perhatikan bila gerak anak kurang aktif jika dibandingkan dengan anak sebayanya. Misalnya pada usia 6 bulan belum dapat tengkurap. Kapan Kita Perlu Waspada ?
Ukuran kepala abnormal
Anak yang kepalanya terlalu besar atau terlalu kecil dibandingkan dengan anak sebayanya. Misalnya kasus Hidrosefalus (cairan menimbun dalam otak) atau mikrosefalus (kepala kecil akrena otak tidak tumbuh dengan maksimal)
Proses persalinan tidak mulus
Proses kelahiran sulit misalnya persalinan macet (bayi tidak dapat keluar sehingga bayi tidak langsung menangis) ini juga dapat mengganggu perkembangan motor kasar si kecil. Peny…

Layang-Layang yang Terputus

Aku adalah cewek yang begitu lemah empat tahun yang lalu. Namun seseorang merubahku. Dia menjadikanku lebih kuat setelah apa yang dia lakukan terhadapku. Akhirnya sekarang aku bisa menjalani hariku sendiri. Aku bisa menghadapi masalahku tanpa bantuan orang lain dan aku sangat membenci apa yang mereka sebut cinta. Itu semua berawal dari bulan Mei, satu bulan sebelum acara kelulusan. Tiap hari aku dan dia berlatih bersama untuk mengisi pertunjukan di acara kelulusan nanti. Aku berlatih dance dan dia band. Aku Ata dan dia Atar. Nama kami hampir sama hanya berbeda pada huruf “R” yang mengakhiri nama Atar. Kesamaan itu membuat orang-orang menyebut kami pasangan serasi. “Say, aku latihan sama temen-temen, nanti kalau udah mau pulang sms aku.” Begitulah kiranya Atar memberikan perhatian padaku sebelum ia bergabung dengan teman-temannya. Ia memanggilku Say untuk menekankan hubungan kami, begitu pula aku. Aku menganggukkan kepalaku dan ia mengerti isyarat itu. Saat itu aku masih pendiam. Aku b…

Memori Kilat

Amboi, Siapa lelaki itu, berhenti tepat di hadapku? Cerah berbinar tampak menyilaukan mata Tersudut aku memandangnya Ingin ku kait dengan kailku Umpan sapa senyum berbunga
Tuhan maaf jika mata ini jelalatan Bukan maksud hati bilang suka Tapi jujur aku terpesona Makhluk ciptaanmu itu begitu sempurna Bola matanya, kulitnya, parasnya Membuat mataku melekat di dirinya
Memori terindah sepanjang hariku ini Seperti tempat itu ia mengisi energiku Saat dunia menyajikan kepenatan cinta Saat hati tak bisa berpindah ke lain tempat
Satu detik dua detik aku lunglai Kupandang gadis itu di luar gerbang merah putih Melambai-lambai membuyarkan pesonanya Duh, teganya Dia sudah ada yang punya Usailah pesona kilat itu Berganti mesin yang melaju :Meninggalkannya Selamat tinggal Solo, 20 Desember 2010 di POM BENSIN

Elegi Esok Pagi

Tengah malam aku masih aku masih berkutat pada tugas untuk pagi ini. Pikiranku terbagi-bagi antara mengumpulkan tugas yang deadline-nya jatuh pagi ini, ujian dan presentasi dua mata kuliah sekaligus. Aku membolak-balikkan tiap halaman buku bersampul orange yang seharusnya bisa membuatku bersemangat tetapi ternyata tidak berefek apa-apa. Mataku terkantuk, badanku lemas, pikiranku melayang entah kemana dan aku masih di istanaku belum beranjak sama sekali ke tempat merantau. Sedangkan kuliah pagi ini akan dimulai pukul 08.30 WIB. Parahnya aku harus naik bus pagi-pagi. Perjalananku ke sana bisa menempuh waktu tiga jam dengan bus yang biasa aku naiki. Aku tak bisa berharap banyak, sampai tepat waktu aku sudah bersyukur. “Lin, kakakmu tak bisa menjemputmu ke sini. Ia hanya bisa menjemput di terminal sana. Jadi mau tak mau nanti kamu naik bus. Papa hanya akan mengantarmu di halte depan sampai kamu dapat bus,” ujar Papa. Kata-kata itulah yang membuatku lemas. “Katanya kakak kemarin mau ke sini…

No Name

semacam petir rindu ini menghantar
tak bisa melakukan apa-apa
tiba-tiba seperti kau
dia berubah seperti kau
ketika semua tak bisa bersenyawa
haruskah kau ada

tak kulakukan dan seharusnya tak kulakukan
aku tak perlu mencintai yang lain tak perlu
tapi saat kau tak ada mengapa semuanya ikut berubah
hidupku, mimpiku, harapanku, cita-citaku
dan rasa yang lain pun menjadi ada ketika aku ragu dimanakah air itu akan bermuara

aku takut jika kau takkan ada lagi
di saat perasaanku telah lebur dalam kesia-siaan dan berganti...

air seperti apa yang coba aku kiaskan
jika air sungai bercampur aduk
air laut pun hanya bisa menguap ke langit
air hujan pun bisa saja terhenti

jika aku melihat bintang kuingin kau melihatnya dan menunjukkan satu bintang padaku
jika aku merindukanmu aku tak perlu mencarimu
karena bintang itu akan temani malamku
tapi kau, kau
tetap saja kau, melihatmu saja aku tak bisa
mendengar suaramu pun tak sanggup
mengharap hadirmu pun tak kan bisa


harus berapa lama aku mencar…

Pilihan Hati

Tak habis kata saat kau menyulut bara api dalam hati Mengebu-gebu tak mendesis perlahan Tak bisa padam Tapi tak pernah kuingat lagi sejak itu
Keangkuhanmu membuat hatiku luluh Seiring waktu yang berjalan
Hatiku jatuh pada sebuah pilihan      :   Kamu Tapi kita tak ada di waktu yang sama Aku menghilang saat embun terhapus matahari Sementara kau mungkin masih bertengger di atas sana mungkin pula terbang
Tak sulit saat pilihan kuletakkan padamu Hanya saja kau tersembunyi di balik waktu Aku tak pernah bisa menemukanmu sampai hari ini

Kosong

.................................... :                                   : :                                   : :                                   : ..................................... .
Tak bisa lagi kata-kata itu diterjemahkan
Ketika pena tak lagi menari di atas kertas
Tak guna lagi
        Tak bisa lagi
               Tak mampu lagi

Penggalan kata hanya dapat diingat
Karena ini semua sebenarnya tak berisi

Solo, 17 Desember 2010

Lose Contact

“Tapi engkau terus pergi, tapi engkau terus berlari. Jadi biarkanlah aku di sini… Biarlah kurela melepasmu meninggalkan aku. Berikanlah aku kekuatan untuk lupakanmu. Kau jauh dariku kau tetap menjauh dari aku…” Biarlah-Nidji
Via telepon, Bo menyanyikan lagu itu untukku. Ia menegaskan kembaliperasaannya setelah 2 tahun berlalu dan selama itu kami lose contact. Entah kesalahan atau tidak, ketika aku meminta nomer Bo pada Tata, sahabatku. Karena menurut kabar yang kudengar Tata satu sekolah dengan Bo dan secara kebetulan Tata bercerita banyak tentang Bo, terutama tentang julukannya sebagai playboy di sekolah. Mungkin karena aku tertarik dengan kata playboy itu maka kuputuskan untuk meminta nomer Bo. Namun, sepertinya keputusan itu salah. Semakin aku rutin mengirim SMS padanya semakin aku memberi harapan-harapan kosong padanya. Terbukti ia selalu memujiku, ia merendahkan dirinya dihadapanku dan membandingkan dirinya dengan mantanku. Meski ia membuka kembali bekas luka lamaku, dia bisa meng…

Kumpulan Puisi Sutardji Calzoum Bachri

ANA BUNGA
Terjemahan bebas (Adaptasi) dari puisi Kurt Schwittters, Anne Blumme Oleh :
Sutardji Calzoum Bachri
Oh kau Sayangku duapuluh tujuh indera
Kucinta kau
Aku ke kau ke kau aku
Akulah kauku kaulah ku ke kau
Kita ?
Biarlah antara kita saja
Siapa kau, perempuan tak terbilang
Kau
Kau ? - orang bilang kau - biarkan orang bilang
Orang tak tahu menara gereja menjulang
Kaki, kau pakaikan topi, engkau jalan
dengan kedua
tanganmu
Amboi! Rok birumu putih gratis melipat-lipat
Ana merah bunga aku cinta kau, dalam merahmu aku
cinta kau
Merahcintaku Ana Bunga, merahcintaku pada kau
Kau yang pada kau yang milikkau aku yang padaku
kau yang padaku
Kita?
Dalam dingin api mari kita bicara
Ana Bunga, Ana Merah Bunga, mereka bilang apa?
Sayembara :
                Ana Bunga buahku
                Merah Ana Bunga
                Warna apa aku?
Biru warna rambut kuningmu
Merah warna dalam buah hijaumu
Engkau gadis sederhana dalam pakaian sehari-hari
Kau hewan hijau manis, a…