Langsung ke konten utama

Wanita Itu

Wajah itu terbenam,
terlihat letih,
tertutup kabut pekat kelam,
hatinya berderap ingin pergi

Tak bisa ia berkedip
sekali kedip hilang kesempatan
Tak bisa ia tertawa
sedang kerongkongan menahan dahaga
perut berdentum setiap hari
gigi-gigi terasa lekat dengan bibir
kering kerontang tersangkut kepedihan
Tapi ia terkungkung,
tertahan di sisi itu tanpa harapan
Jika saja bisa ia berontak,
namun malang tak dapat ditendang

Nasibnya ada di ujung
tak ada bangga di hatinya
karena ia terinjak cemooh
Wanita itu mungkin memang ditakdirkan berdiri di sana
Berjuang menerjang, melindungi anaknya
mengais sedikit rejeki asalkan masih hidup

Komentar