Langsung ke konten utama

Attention Deficit / Hyperactivity Disorder (ADHD)

Gangguan Dalam Pemusatan Perhatian / Hiperaktivitas

Sebenarnya apa sih hiperaktif itu? Mau tahu?

Hiperaktif adalah suatu gangguan perkembangan otak dan tingkah laku yang kompleks, yang mulai tampak pada umur prasekolah, menetap pada remaja dan pada beberapa individu dapat sampai kehidupan dewasa (bila tidak ditangani sejak dini). Anak mengalami gangguan pemusatan perhatian dan berperilaku agresif, tidak dapat diam. Gejala-gejala hiperaktivitas  terjadi 7% pada umur 3-7 thn . Rata-rata kejadian pada laki-laki : 11% sedangkan pada anak perempuan : 4%. Mengapa anak laki-laki? Karena anak laki-laki lebih menunjukkan perilaku menentang dan agresif dibanding anak perempuan. Di indonesia diperkirakan ada peningkatan prevalensi anak ADHD menjadi sekitar 5%.
Penyebab pada ADHD belum diketahui. Kemungkinan akibat pengaruh organik seperti : trauma kepala, ensephalitis atau penyakit otak lain yang mengakibatkan gangguan masalah perhatian, kontrol impulsif, disregulasi emosional dan kognitif. Bisa juga karena pengaruh genetik, faktor lingkungan (karakter keluarga) atau pengaruh obat-obatan seperti : narkoba & penyalah gunaan obat-obat stimulan.
Didasarkan atas gejala klinik (symptom based) pembagian/klasifikasi menurut DSM IV-TR ialah:
1. ADHD tipe inattentive :
Gangguan sistem inhibisi tak dapat menseleksi rangsang yang masuk (yang diperlukan dan relevan) gagal menyeleksi perhatian.
2. ADHD tipe impulsif
Perilaku yang tidak teratur dan gangguan fungsi eksekutif, gangguan perhatian & kognitif, komplikasi masalah psikis dan sosial, Isolasi anak.
3. ADHD tipe hiperaktif
Muncul gangguan bentuk motorik & tidak pernah tenang akibat gangguan inhibisi.
4. ADHD tipe kombinasi
Ada gangguan kognitif, gangguan perencanaan / eksekutif dan dapat mengalami gangguan tidur.

Menurut Neurologi ADHD Dibagi Atas :
1.      ADHD tipe 1: masalah gangguan perhatian, hiperaktivitas & impulsifitas ringan.
2.      ADHD tipe 2 : yang menonjol hiperaktivitas, impulsivitas tanpa komorbiditas.
3.      ADHD tipe 3 : gangguan perhatian, hiperaktivitas & gangguan kognitif (komorbiditas) serta gangguan tidur (over).
4.      ADHD tipe 4 : conduct disorders (gangguan perilaku agresif & anti sosial dengan gangguan kognitif)

Disfungsi otak yang mengakibatkan ADHD ialah perbedaan :
1.      Morfologi dan perkembangan otak :
2.      Ukuran lebih kecil & lambatnya maturitas korteks prafrontal dorso lateral & superior, serta korteks temporal superior, dan media (Study Neuroimaging)
3.      Aktivitas neurotransmiter pada ADHD ada defisit dopamin
4.      Neuro elektrofisiologis (EEG)
Blm jelas substrat anatomik yang menyangkut masalah perhatian, impulsif & eksekutif
5.      Genetik : akibat pewarisan poli genetik daripada pewarisan tunggal dengan variasi gejala-gejala 70-95%
6.      Komplikasi kehamilan dan/kelahiran
Pemaparan zat toksik (Pb), trauma lahir, bayi berat lahir rendah   faktor resiko ADHD

Gejala dan Tanda Umum:
   Ranah Gangguan Perhatian :
  1. Perhatiannya jelek ceroboh dalam pekerjaan, & sekolah
  2. Sulit mempertahankan perhatian
  3. Tampak tak mendengarkan bila berwawancara
  4. Sulit mengikuti instruksi, tugas atau kewajiban disekolah, pekerjaan atau permainan
  5. Kesulitan mengorganisir aktivitas
  6. Sering menghindari tugas yang memerlukan konsentrasi
  7. Sering kehilangan barang yang diperlukan
  8. Sering mudah bingung dengan rangsang luar
  9. Sering lupa aktivitas harian
    Ranah Hiperaktivitas
  1. Sering gelisah atau menggeliat saat duduk
  2. Sering bangkit dari tempat duduk kelas atau situasi lain
  3. Sering berlari-lari atau memanjat pada situasi yg tdk sesuai
  4. Sering kesulitan bermain & tiba-tiba bangkit
  5. Sering pergi & beraksi spt naik motor
  6. Sering bicara keterusan
    Ranah Impulsif
  1. Sering menjawab tanpa berpikir, sebelum pertanyaannya selesai
  2. Sering sulit menunggu giliran berbicara
  3. Sering mengganggu atau mendahului yg lain 
Gimana sekarang udah tahu sedikit-sedikit kan??

Komentar