Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2010

Gadis Penanti

Gadis ini tertatih letih ketika jalan itu bertambah panjang
:  Terlalu luas tuk dijangkau dengan kaki
   Tak bisa lagi dilangkahkan lebih jauh

Mungkin bukan takdir gadis ini
:  Menanti balasan senyum
   Menanti wajah bangganya
   Menanti yang tak pernah bicara
   Terisak di bawah tirai menunggu
   Tertunduk lemas menghapus mimpi
   Sempat hatinya berhenti mengingat
   Kala sendiri di sudut ini
   Namun hujan menjanjikan lain
   Ia menyuruh gadis ini tuk tetap menunggu yang tak terjamah
   Satu butiran hujan itu menghapus rindunya

Hari berlalu seperti lalu
:  Gadis ini merasa penat isak terurai lagi
   Teringat kembali bentangan jarak yang terlampau jauh
   Disekanya linangan di pipinya
   Keinginan untuknya kembali terbuka lagi
   Namun kaki kecilnya tak mampu berlari
   Wajah siapa itu dia tak ingat
   Suara apa itu dia tak tahu
   Tak ada bayangan siapa dia
   Arah pun tak pasti

Gadis ini terkulai
:  Tak ada anggan, mimpi dan harapan
   Jerit hatinya tak bisa didengar
   …

Permasalahan-Permasalahan Anak-Anak Berkebutuhan Khusus

Proses Pengolahan Ilmu di otak Anak-Anak Berkebutuhan Khusus itu relatif kurang. Pada awal kehidupan Sel-Sel Otak mulanya sedikit, ketika usia 6 tahun, Sel-Sel Otak mulai bertahmbah, hingga akhirnya pada usia 14 tahun dapat berkembang lebih pesat. Anak-Anak Berkebutuhan Khusus hanya tertuju pada 1 pusat perhatian (topik menarik) dalam proses otak. Yang berinteligensi tinggi akan menghadapi kesulitan dalam pembelajaran normal, suka merasa bosan dan cenderung main-main sendiri. Sedangkan yang inteligensinya rendah akan kesulitan dalam memahami materi pembelajaran dan kerap membutuhkan banyak pengulangan dalam membahas suatu pembelajaran. Dalam perihal Interaksi Sosial Anak-Anak Berkebutuhan Khusus kurang kontak mata, represif, sulit berinteraksi baik dengan teman-teman maupun para guru, tak bisa berempati, memahami maksud orang lain, interaksi, kesulitan menyampaikan keinginan, takut dan cenderung menghindari orang lain dan sulit memahami isyarat verbal-nonverbal. Anak-Anak Berkebutuhan Kh…

Pengembangan Konsep Bagi Tunanetra

Orang tunanetra mengalami tiga keterbatasan (Lowenfeld, 1948). Keterbatasan pertama, kontrol lingkungan dan diri dalam hubungannya dengan lingkungan, dimana hal ini dapat berpengaruh terhadap penerimaan informasi dalam interaksi sosial. Seorang tunanetra mungkin tidak mampu menentukan kapan orang lain keluar atau masuk ruangan atau berjalan menjauhi atau mendekati kelompoknya. Seorang tunanetra mungkin tidak tahu apakah orang lain berbicara atau mendengarkan pada dirinya karena dia tidak dapat melihat bagaimana ekspresi wajah dan gerakan tangan orang lain, atau mempergunakan kontak mata.
Keterbatasan kedua adalah mobilitas. Apabila keterbatasan ini tidak ditangani dengan memberikan pelatihan kepada orang tunanetra, maka orang tunanetra akan menghadapi kesulitan dalam melakukan interaksi dengan lingkungan. Kemungkinan dia akan kesulitan mempelajari lingkungan yang baru tanpa adanya bantuan dari orang lain, atau dia akan berkesulitan menemukan landmark khusus yang hanya dijelaskan dalam…

Jadikan Ini Motivasi Kita "HARAPAN ITU MASIH ADA"

Saat aku membaca sebuah blog. Aku baru tahu ada buku sebagus ini tentang kisah seorang penderita Meningitis yang bertahan hidup sampai bisa sembuh. Sayangnya aku belum pernah baca. Hehehe. Ini hanya sebuah resensi cerita dari blog yang aku copy.

Perjalanan hidup yang semula menyenangkan buat Titiana Adinda, biasa dipanggil Dinda, tiba-tiba buyar saat dia terkena penyakit Meningitis. Penyakit itu datang tak terduga. Hari itu dia sedang bersiap untuk menonton bioskop bersama kekasihnya. Tiba-tiba ia terserang sakit kepala dan demam yang sangat hebat. Dinda mencoba meredakannya dengan meminum obat, tapi tidak berpengaruh.

Dinda tak kuasa menahan rasa sakit itu, dia merebahkan diri di kasur, sampai akhirnya dia tak sadarkan diri. Kekasihnya merasa curiga saat dia beberapa kali menelepon tidak diangkat. Dia bergegas menuju tempat tinggal Dinda. Dia dapati Dinda sudah tak sadarkan diri, segera dia bawa Dinda ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan, diketahui ternyata Dinda mengidap penyakit…

Diary Geblek

"KUBILANG JANGAN MENYERAH, YA JANGAN MENYERAH!!!"
Hah, kalah telak aku sebelum bertanding. Aku geram dan mendengus kesal. Kututup semua jendela aplikasi yang telah kubuka. Aku kecewa berat bukannya mendapatkan durian runtuh tapi hanya kulitnya. Hanya kurang satu click pada tulisan "kirim" itu semua mimpiku akan menjadi nyata.
Sia-sia kubayangkan karyaku akan dibaca orang lain. Paling tidak seharusnya namaku pernah terpampang di sana, kurasa itu bisa mengurangi rasa kecewaku. Lagi-lagi seandainya saja. Aku terlalu banyak berandai-andai. Sampai aku tak bisa menelaah kata-kata yang mirip dengan tinta ungu pada cumi-cumi -- melumpuhkan mangsa. Sayang seribu sayang, aku lupa pada usiaku sendiri. Aku baru sadar ternyata aku sudah tua sebentar lagi kepala dua.
Seandainya saja syarat-syarat itu tak pernah kubaca ulang, rasa kecewaku takkan setinggi pohon kelapa. Semua syarat telah berusaha kupenuhi dari A-F. Namun ternyata aku tertipu pada pernyataan  di "E. Usia tida…

Saat Ku Jauh

: Jika aku tak bisa menemanimu    bayangkan aku di dekatmu   Ketika hujan berjatuhan   anggaplah butiran air itu aku   Ketika mentari menyengat kulitmu   anggaplah aku bayangan peneduhmu   Ketika malam pekatnya melarutkanmu   anggaplah aku bintang yang
  menggelilingimu   Meski aku aku tak terlihat    percayalah aku sedang memikirkanmu


Biarkan Aku Bercerita

Biarkan aku bercerita kawan,
tentang mereka yang kehilangan nyali,
datang dengan muka pedih,
menunduk menelungkupkan wajah,
seakan pedih sedang mengelayuti wajah-wajah mereka

Biarkan aku bercerita kawan,
tentang mereka yang berapi-api,
ingin menusukkan pedang mereka di langit yang tertinggi,
meraung-raung bangga,
seolah telah menang dilaga pertempuran

Biarkan aku bercerita kawan,
tentang pengantar wajah bahagia dan muram,
mereka datang dengan wajah bahagia meskipun sedang muram,
tapi mereka juga muram ketika bahagia datang menghampirinya

Biarkan aku bercerita lagi kawan,
tentang pengantar wajah abstrak,
datang dengan tenang tak menampakkan mimiknya,
wajah siapakah itu?
tak ada yang dapat menebaknya,
ia begitu terlarut dalam wajah datarnya,

Indah Tapi Tak Indah

Aku termangu menengadah ke langit malam Berbisik pada angin Antarkan aku ke negerinya dulu Negeri seribu batu Tempatku tak saling bertegur Menyunggingkan senyum pun segan Menatap pun terhalang

Kini
Wajah itu yang kurindu tapi ku lupa rupa
Suara yang kurindu tapi ku tak dengar Senyum yang menawan tapi ku tak lihat
Bayang yang ku nanti tapi tak hadir
Begitu indah tapi tak indah
: Jika saja waktu dapat menjamahnya lagi
 dan mengembalikanku ke negerinya dulu
 Kan kutunjukkan bintang biru yang pemalu

Cara Memakai Riglet

Tunanetra tidak menggunakan indra penglihatannya untuk membaca tapi ia menggunakan indra perabanya. Mereka tak bisa membaca dengan tulisan alfabet seperti kita yang orang awas atau normal kecuali anak low vision karena masih mempunyai sisa-sisa penglihatan. Mereka yang buta total, menggunakan huruf Braille untuk membaca maupun menulis yaitu berupa titik-titik kecil yang timbul. Untuk bisa meraba tulisan Braille itu sendiri perlu latihan yang lumayan lama. Tak hanya sehari atau seminggu, bisa jadi butuh waktu berbulan-bulan untuk mengasah kepekaan permukaan tangan.
Latihan bisa dimulai dengan membedakan tekstur dari yang halus dan kasar. Misalnya dengan amplas dari no. 1 sampai no. 10. Pertama si anak disuruh meraba amplas no 1 dan 10, setelah itu no. 1 dan 9, begitu seterusnya sampai no. 1 dan 2 yang sangat tipis perbedaannya. Itu pun dilakukan sampai anak bisa menguasai misalnya  dua minggu. Bisa juga membedakan tekstur halus dan kasar dengan kain, dari kain yang kasar seperti jeans s…

Autism

A = Always U = Unique T = Totally I= Interesting S = Sometimes M = Mysterious



Autismeadalah gangguan perkembangan kompleks yang gejalanya harus sudah muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Gangguan neurologi pervasif ini terjadi pada aspek neurobiologis otak dan mempengaruhi proses perkembangan anak. Akibat gangguan ini   sang anak tidak dapat secara otomatis belajar untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga ia seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.
Kata autis berasal dari bahasa Yunani “auto” berarti sendiri yang ditujukan pada seseorang yang menunjukkan gejala  “hidup dalam dunianya sendiri”. Pada umumnya penderita autisma mengacuhkan suara, penglihatan ataupun kejadian yang melibatkan mereka. Jika ada reaksi biasanya reaksi ini tidak sesuai dengan situasi atau malahan tidak ada reaksi sama sekali. Mereka menghindari atau tidak berespon terhadap kontak sosial (pandangan mata, sentuhan kasih sayang, bermain dengan anak lain dan sebagainya). Pemakaian istil…