Langsung ke konten utama

Kepada waktu di persimpangan rasa

Entah siapa dirimu tapi aku adalah udara

Udara yang menjelma menjadi sesosok manusia

Ingin kujabarkan kata demi kata yang mulai muncul

Di ufuk kerinduan sang angin

Sesaat rasamu bersambut

Namun sekejap menghilang

Lalu kupertanyakan adakah rasa yang sejati?

Rasa yang hadir tanpa kenal lelah

Rasa yang bersambut tanpa henti

Rasa yang utuh tak pernah padam

Rasa yang tak mengenal batas waktu

Aku telah membiarkan samudra menjemputku

Tapi sekali lagi ia menghempaskanku

Akhirnya aku menjadi udara kembali

Yang mencari kawanannya di tengah gurun kering

Mencari angin yang sejati

Yang bisa kuhirup tanpa pernah patah

Komentar