Langsung ke konten utama

Kepada angin di udara

Masihkah kau tetap di sana?

Berhembus lembut menyemaikan rinduku pada langit biru

Sampaikah pesan yang kukirim padanya?

Kini aku berada di ambang batas waktu

Tak tahu harus berbuat apa

Tak tahu harus berjalan ke arah mana

Aku buta arah angin!!!

Seberapapun aku coba

Perasaan ini justru menghinaku

Ia menginjak-injakku tanpa permisi

Ia mengoyahkanku di saat-saat semuanya hampir berakhir

Harus bagaimana aku angin??

Haruskah aku tetap berdiam diri saja??

Menunggu air mengalir sampai samudra

Sedang waktu tak tahu akan berhenti di jarum yang mana

Angin kabarkan ini padanya

Berhembuslah sampai ke tempatnya

Dariku yang tak pernah dianggap ada

Komentar