Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2009

Definisi Cinta

Cinta itu racun
Ketika datang meledak-ledak
Namun semakin lama menyiksakan
Cinta itu seperti narkoba
Membuat melayang namun menimbulkan kecanduan
Cinta itu seperti musim
Bisa bersemi tapi bisa juga gugur

Cinta itu seperti sate
Menusuk sampai ke dalam bahkan sampai tembus
Cinta itu seperti jeruk
Bisa manis bisa asam
Cinta itu bergerak
Tak pernah berhenti pada satu titik

Cinta itu sebuah pilihan
Tapi aku tak memilihnya
Karena aku hanya mendefinisikan
Apa itu cinta

Susahnya Jatuh Cinta

Ku coba bertahan dengan kisahku
Namun derang menggoyahkanku

Aku menari-nari
Bahagia melihat bulan sabit yang melengkung
Membayangkan senyumnya yang menawan
Tapi aku teringat ayah bunda

Aku berhalusinasi
Membayangkan bergaun seperti layaknya seorang putri
Dan dia pangerannya
Tapi aku terhenti ketika ingat ayah bunda

Aku berseri-seri
Mendengar lagu terlantun merdu
Nyaring seperti mendengar suaranya
Tapi aku teringat ayah bunda

Susahnya jatuh cinta
Apa-apa teringat ayah bunda

Kepada angin di udara

Masihkah kau tetap di sana?

Berhembus lembut menyemaikan rinduku pada langit biru

Sampaikah pesan yang kukirim padanya?

Kini aku berada di ambang batas waktu

Tak tahu harus berbuat apa

Tak tahu harus berjalan ke arah mana

Aku buta arah angin!!!

Seberapapun aku coba

Perasaan ini justru menghinaku

Ia menginjak-injakku tanpa permisi

Ia mengoyahkanku di saat-saat semuanya hampir berakhir

Harus bagaimana aku angin??

Haruskah aku tetap berdiam diri saja??

Menunggu air mengalir sampai samudra

Sedang waktu tak tahu akan berhenti di jarum yang mana

Angin kabarkan ini padanya

Berhembuslah sampai ke tempatnya

Dariku yang tak pernah dianggap ada

Kepada waktu di persimpangan rasa

Entah siapa dirimu tapi aku adalah udara

Udara yang menjelma menjadi sesosok manusia

Ingin kujabarkan kata demi kata yang mulai muncul

Di ufuk kerinduan sang angin

Sesaat rasamu bersambut

Namun sekejap menghilang

Lalu kupertanyakan adakah rasa yang sejati?

Rasa yang hadir tanpa kenal lelah

Rasa yang bersambut tanpa henti

Rasa yang utuh tak pernah padam

Rasa yang tak mengenal batas waktu

Aku telah membiarkan samudra menjemputku

Tapi sekali lagi ia menghempaskanku

Akhirnya aku menjadi udara kembali

Yang mencari kawanannya di tengah gurun kering

Mencari angin yang sejati

Yang bisa kuhirup tanpa pernah patah