Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2009

Kecewa Lagi

Kisahmu kisahmu berjalan dari bibir ke bibir
Tuhan menegurku lagi
Tuhan menyayangiku
Ia selalu menjauhkanku darimu
Selalu ada kata tanya tiap kali Tuhan lakukan itu
Tapi kini terjawab sudah
Syukurku melambung tinggi
Aku pikir kau telah sedikit berubah
Ternyata selamanya kau tak berubah
Makin bertambah parah
Kecewa aku kecewa lagi
Kau apakan dirimu hingga kau menjadi sepert itu
Entah sebagai apa aku harus bicara
Aku kecewa
Kecewa lagi padamu
Orang yang kuanggap tetapi tak seharusnya kuanggap

Aku dan Kau Mengerti

Aku mengerti

Mengerti apa yang tak kau mengerti

Mengerti mengapa kau ingin pergi

Mengerti kau tak bisa lagi kumiliki

Mengerti mengapa bayanganmu menghampiri

Kau mengerti

Mengerti mengapa aku ingin sendiri

Mengerti mengapa ingin kuakhiri

Mengerti mengapa aku relakan ini

Mengerti mengapa bayangmu terus menghampiriku

Semua bermula dari cinta

Cinta belum saatnya cinta

Kini aku dan kau mengerti

Kisah itu dikubur saja

Heningnya Pertengkaran

Dua pasang bola mata tak saling memandang

Kita terpaku di sebuah meja tanpa kata

Di mana dua kursi saling bertahan menahan kita pergi

Bagai berada dalam sebuah drama

Di mana ada pro dan kontra

Dengan penyajian panorama yang sungguh sempurna

Tapi tak ada tokoh penengah di sana

Tak ada kata tuk membahasakannya

Mulut kita berhenti bicara

Dan pergi begitu saja

Saling berlawanan arah masih tanpa bicara

Pertemuan Di Kuta

Ku tersesat dalam gelapnya pasir Kuta

Karna mentari nyaris ditelan cakrawala

Panggilanmu tersapu oleh ombak yang berkata-kata

Pandanganmu terhalang oleh orang yang berlalu lalang

April jadi saksinya

Pertalian batin yang melilit erat

Aku dan kau dipertemukan

Setelah mencari dan dicari

Sebelum kita terpisah semakin jauh

Kau Pikir

Kau muncul bersamaan dengan matahari terbenam

Kau pergi disaat terjadi gerhana bulan total

Dan kini kembali setela semua berlalu

Kau pikir aku ilalang

Yang bergoyang menyambut angin

Kau pikir aku gunung

Yang bisa kau daki sampai puncaknya

Kau pikir aku air

Yang bisa diteguk masuk ke kerongkongan

Kau pikir aku patung

Yang tak lari jika dikejar

TidurLah

Siapa yang kan menjawab kalau aku tak berani bilang?

Siapa yang bertanya jika kau tak berani menjawab?

Siapa yang peduli kalau kau terus berdiam diri?

Siapa yang tanggung jawab kalau kau menangisi diri sendiri?

Tidurlah tidur hari sudah malam

Esok petang akan datang

Bergeraklah bergeraklah

Malam menjemputmu

Tidurlah tidurlah

Menangisi diri sendiri tak ada guna

Tidurlah tidurlah

Bangunlah jika sudah reda