Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2008

M.A.K.A

Ketika masa tak lagi bisa bicara
Maka harus ku akhiri masa itu
Ketika dia tak lagi bisa bicara
Maka akan kuawali kata itu
Jika masih saja hening
Maka aku akan ucapkan selamat tinggal padanya

TAKKAN KUULANGI

Tak kan lagi kuulangi
Kesalahan itu dua kali
Kesalahan yang sama
Kau adalah adik bagiku
Tak peduli kau anggapku apa
Tapi kesalahan itu takkan kuulangi
Maaf jika aku membentakmu
Karna ku tak ingin melukaimu
Seperti dulu aku melukainya
Maaf jika aku menyuruhmu menjauh
Karna ku tak ingin rasamu makin dalam padaku
Tak ingin lagi masa itu terulang
Tuhan telah menegurku
Cukup jera diri ini terima hukuman
Jangan simpan rasa itu lagi
Agar aku dapat hidup tenang tanpa rasa bersalah
Karna tak kan kuulangi lagi

Permintaan Maafku

Kehilangan adalah bagian hidupku
Perpisahan adalah agenda dalam hatiku
Tuhan jika hidup adalah kenyataan
Mengapa aku selalu berlari?
Tak pernah bisa ku coba terima
Tuhan, bukan hanya aku yang merasakannya
Tapi mengapa hanya aku yang tak bisa terima?
Hamba ini hanyalah serpihan debu
Yang bisa kau tiup dan menghilang seketika
Maafkanlah kelancangan hamba
Yang belum bisa terima nyata
Maaf hamba masih durhaka

MAAF JIKA INI MELUKAI

Tapi semoga tak kau membacanya
Rasa yang ku ungkap adalah kebohongan
Kata yang terucap adalah kepalsuan
Meski setitik, rasa itu tak pernah ada
Maaf jika ini melukai
Tapi harus kukatakan
Bukan kau yang kuharapkan dulu
Bukan kau
Ku hanya mencoba mencintai
Tapi tak pernah berhasil
Maaf jika dulu aku terdiam
Karna sebagian rasa bersalahku tertuang dalam kata
Maaf jika dulu aku selalu menghindar
Karna wajahmu menyiksa perasaan bersalahku
Maaf baru kukatakan ini
Karna butuh waktu untukku beranikan diri
Dan kini ku katakan
Saat kau telah jadi milik sahabatku
Maaf jika ini buatmu benci padaku

Kan Kukatakan sekali

Kan kukatakan sekali
Sekali mencoba menghindar darimu
Sekali coba menyingkirkanmu
Sekali coba melepaskanmu
Kan kukatakan sekali
Sekali saja hanya sekali
Kucari penggantimu
Tapi Tuhan menghukumku
Kan kukatakan sekali
Tak kan berkali-kali
Kini ku mulai melupakanmu
Kan kukatakan sekali
Rasa itu tlah terhapus oleh ambisiku
Ambisi tuk menemukanmu
Hingga aku lupa rasa

T.A.K. P.E.D.U.L.I

Tak peduli itu cinta atau omong kosong
Tak peduli itu jantung atau hati
Tak peduli kata atau kalimat
Tak peduli cemooh atau sindiran
Tak peduli itu kaki atau tangan
Tak peduli itu dia atau bukan
Yang penting aku tersenyum bersama waktu

G.A.K. B.G.T

Kau bilang aku ini tangguh
Kau bilang aku ini lembut
Kau bilang aku ini sabar
Kau bilang aku ini tulus
Kau bilang aku ini baik
Kau bilang aku ini segalanya
Capek sendiri jadinya!!
Mengubur letusan gombal yang kau tiupkan

FASE K.R.I.T.I.S PENANTIAN

Satu aku ingin kembali
Dua aku ingin kembali
Tiga aku ingin mencari
Empat aku ingin berbagi
Lima aku ingin melupakan
Enam aku tak bisa
Tujuh aku mulai letih
Delapan aku masih bertahan
Sembilan aku mulai berubah pikiran
Sepuluh masih kutunggu satu tahun lagi
Mungkin saja semua kan kembali
Seperti bumi berotasi

Sapalah

Kau terdiam aku bahagia
Kau melukis aku senang
Kau tersenyum aku gembira
Tapi lebih lagi jika kau bicara dan menyapa
Karna tak pernah kulihat itu
Sejak sembilan tahun silam
Kuharap kau tlah berubah
Sapalah sapa
Karna aku kan berdoa
Moga kau bahagia di sana
Dengan hidupmu yang beranjak dewasa

Mungkin

Sekeras batu?
Mungkin
Sekokoh karang ?
Mungkin
Seberat bumi?
Mungkin
Seperti itukah?
Mungkin
Kalau mungkin mengapa masih mungkin bertahan?
Kalau mungkin itu mungkin mengapa harus mungkin itu mungkin?
Tanyakan mungkin, mungkin saja mungkin tahu mengapa mungkin itu mungkin?
Karena mungkin itu menjadikannya jadi mungkin
Dan mungkin pusing dibuat mungkin
Sebab mungkin berakhir mungkin

Tragedi Keras Kepala

Ku lihat itu dia
Bukan itu bukan dia
Itu dia
Bukan
Iya
Salah
Benar
Kalau itu dia
Lalu siapa yang berdiri di sini berbicara sejak tadi?
Lala, lili, lolo, lele, lulu, lali, lalo, lale, lalu, lila, lilo, lile, lilu, lola, loli, lole, lolu, lula, luli, lulo, lule????

Mereka Bilang Begitu

Dan tak mungkin AGNES MONICA bilang
“Dan tak mungkin untukku untuk gapai cintamu, walau rasa di hati ingin memilikimu”
Di antara kalian D’MASIV bilang
“Kucintaimu tak berarti bahwa ku harus memilikimu slamanya”
DYGTA bilang
“Aku tak bisa memiliki, menjaga cintamu walau setulusnya hatiku mencintaimu”
NIDJI dalam sudahnya bilang
“Cinta memang tak harus miliki”
CAFFEINE bilang
“Aku takkan memiliki, aku takkan memiliki, tapi takkan kumiliki”
Mereka bilang begitu, semua bilang begitu
Pecundangkah aku?
Terlalu baikkah hatiku?
Menganut kebatinan itu?
Kalau mereka bilang begitu?

KAIL-KAILAN

Hentikan kail itu
Jangan mulai lagi mengail kail
Kail itu akan menyerangmu sendiri
Aku tak butuh kailmu
Juga tak butuh umpanmu
Aku bukan ikan
Aku punya hati
Meski masih dalam fatamorgana
Tapi aku percaya
Tuhan memilihkan begini
Meski udang di balik batu bersembunyi lama
Tapi aku percaya
Perpisahan itu indah diakhirnya
Kail-kailanmu itu akan sia-sia

Pencarian Nama

Ku cari dalam lembaran usang itu
Berharap kutemukan namamu lagi
Telah kubuka satu per satu
Nihil
Yang kuingat dulu namamu pernah tercantum di sini
Dua belas tahun silam
Tapi di mana itu
Lembaran ini telah mengunung tinggi
Bersiap jatuh menimpaku
Harusnya dulu kusimpan dalam ingatanku
Tentang namamu
Tapi Tuhan telah membantuku melupakan namamu
Meski menyisakan bayangmu
Masih ku cari dalam lembaran itu
Ku telusuri tiap nomor
Berharap menemukan namamu
Tapi masih tak kudapatkan
Nihil nampaknya
Kau tak ada
Apa benar kau itu nyata?
Atau hanya ilusiku belaka?
Di dunia mayakah aku?
Tuhan yakinkan hatiku untuk bisa mempercayainya

Ku Datang 2x

Ku datangi kotamu dua kali
Tapi bukan untuk menemuimu
Kudatangi kotamu dua kali dengan rentan agak mendekati
Tapi bukan untuk mencarimu
Aku hanya datang untuk melihat
Seberapa jauh kotamu berubah
Aku hanya datang untuk berpikir
Seberapa lama aku mengasingkan diriku
Ternyata terlalu lama
Kotamu berubah
Mungkin kau pun telah berubah
Layaknya kotamu yang membuatku tercengang

RINTIHAN KESEDIHAN

Sendiri ku di dekat perapian menunggu seseorang menyulutkan api agar menyala
Kuputar-putar jariku berharap magic dapat mengabulkan permintaanku
Kuusapkan tanganku berhadapan berharap kehangatan menghapus dingin dari pekatnya malam yang menusuk
Kuputar-putar kedua bola mataku berharap temukanmu di sekitarku
Kuteriakkan suaraku berharap kau mendengar aku
Tapi apalah dayaku
Sepi masih saja menyelimutiku

UNTUK YANG TERLUNTA

Aku adalah ombak yang bisa saja mengoyakmu
Aku adalah pedang yang bisa saja menghunusmu
Aku adalah petir yang bisa saja menghanguskan harapanmu
Terlunta kau jika bersamaku
Pergilah terlunta agar tak sengsara
Jauhlah agar tak terluka
Aku akan bertahan jika kau lepas
Dan kau buang perasaan itu
Terlunta,
Aku tak ingin menjadi batu di hatimu
Menghalangi bahagiamu
Aku hanya luka jika kau mendekat
Karna ku punya cinta yang sedang ku tunggu
Yang tak mungkin tergantikan olehmu
Terlunta,
Tutup lembaran cintamu
Mulailah dengan yang baru
Di mana tak ada aku
Karna aku tak pantas untuk menjadi bagian harimu

APAKAH KAU TAHU??

Apakah kau tahu betapa perihnya?
Ketika orang bertanya mengapa ku masih sendiri
Apa kau merasa?
Hanya ada sebuah nama di hatiku
Apakah?
Apakah di sana kau lupakanku?
Sementara ku jalani hari tanpa menghapus namamu
Meski pernah kutenggelamkan namamu di samudra
Meski kukubur namamu dalam tanah
Meski kubakar habis namamu dalam api
Tapi terukir kekal di dinding kenangan
Yang tak pernah lekang oleh waktu
Apakah?
Apakah kau tahu seberapa jauh aku menginggatmu?
Apakah kau tahu?
Aku hanya menunggumu bukan yang lain
Aku tak pedui kehilangan masa mudaku tuk menantimu
Sungguh tak peduli
Yang ku pedulikan apakah kau tahu?
Seberapa menderitanya diriku menunggumu?

Izinkan Aku

Izinkan aku kembali ke masa lalu
hanya untuk sejenak
Izinkan aku tuk temukannya
meski hanya sesaat
Izinkan aku tuk mendengar suaranya
meski sedetik
Izinkan aku tuk melihatnya
meski hanya sekilas
Izinkan aku tuk mengatakannya
meski hanya satu kata
Izinkanlah
Sebelum aku benar-benar membencinya
Karena dia yang membuatku tak bisa mencintai

Sobat

Kita adalah satu
Satu adalah kita
Tiada kau melelahkan
Tiada kau hambar
Bagai nasi setengah matang
Bagai kue bakal tak jadi
Sobat tak lengkap kisahku
Di mana kini kau?
Kisahku belum usai
Kapan kau kembali dan dengarkan lagi
Cerita cintaku belum terhenti
Saat kau beranjak pergi dulu
Sobat kembalilah kemari
Buatlah hidupku berarti
Karna kini kisah cintaku berhenti
Karna kau tak ada
Kita selalu berbagi
Kita selalu bersama
Saat terakhir bersamamu
Adalah saat yang tak pernah kuinginkan
Karna ku ingin kau selalu bersama dan tak mengenal batas waktu

HEY PAGI

Hey, pagi
Dimana kabut pekat yang menutupi sinaran
Kemana kabut pekat itu pergi
Hey, pagi
Tlah lama kabut pekat itu hilang
Tunjukkan arahnya
Pagi hanya kau yang tahu
Mengapa aku mengharapkannya
Pagi temukan dia untukku
Meski dia tak seperti yang ku mau
Tapi dia yang menghiburku saat terjatuh dulu

MENJAUHLAH

Dapatkah kau bertahan tanpa cintaku?
Ketika sang waktu memisahkan
Jika kau dapat pergilah dariku
Jauh, menjauh
Hapus cerita
Anggap cerita tak ada
Dapatkah kau tersenyum untukku?
Sebelum menjauh untuk slamanya
Karna itu mencairkan hatiku yang beku
Dapatkah kau tinggalkanku dengan keadaanku?
Karna ku ingin kau bahagia dengan yang lain
Karna ku akan melukaimu di lain waktu
Dapatkah kau lupakan aku?
Aku yang pernah berhembus bersamamu
Menjauhlah menjauhlah
Sejauh-jauh langkah kaki bersambut
Karna aku lemah jika kau terus di sampingku
Ku tak ingin kau terluka karna ku
Karna cinta tak ada dalam diriku

Yang Hampir Terlupakan

Masih banyak asa yang tersimpan
Ketika ku coba lepaskan
Cinta yang terpendam untukmu
Lelah ku menunggu waktu
Tuk temukan
Dipertengahan waktu ku sempat lupakan
Tapi bayangmu hantuiku
Kan ku tunggu sang waktu
Kan ku kejar masa laluku
Semua kenangan indah bersamamu
Meski hanya sebesar jarum
Meski sebesar titik debu
Masih banyak asa yang kupendam
Ketika ku lupakan
Dirimu yang ternyata tlah hilang

Kau

Kau yang membalut luka perihku akibat cinta di masa lalu
Kau hadirkan pelangi cinta disaat aku ingin melihatnya
Kau kepakan sayapmu ketika aku ingin terbang
Kau lukiskan bahagia disaat ku terhanyut dalam duka
Kau hapuskan jejaknya disaat ku ingin melupakannya
Kau sejukkan jiwaku disaat rasa pedih ini menderaku
Kau hilangkan dahagaku
disaat aku membutuhkan setetes embun yang menyegarkan
Di mana, tapi di mana kau yang dulu?
Di sini ku hanya melihatmu
Melihat kau beranjak jauh entah ke sisi mana

Sajak Kesepian

Di sini bagai merindukan rembulan
Di sini bagai terpojok dalam kesepian
Diriku sunyi dalam kesendirian
Diantara mereka yang berpasangan
Semua rasa telah bercampur menjadi makanan
Manis, pahit, asam, asin tlah terasa
Getir telah membahanaMembawa asa dan menitipkannya
Aku rapuh karena sepi
Tanpa cinta tanpa teman

Pesan Udara untuk Cinta

Jangan pernah mencoba mencintai atau kau akan tersiksa.
Jangan pernah belajar jatuh mencintai atau kau akan sengsara.
Jangan pernah berkata tentang cinta jika kau tak mengerti artinya, karna cinta akan melukaimu. Jangan pernah berpikir tentang jatuh cinta, karna ia akan membutakan hatimu, merobek sampai ke dalam hingga akhirnya kau terjatuh.
Jangan pernah berpikir cinta itu indah, karna bintang lebih indah daripada cinta.
Jangan pernah berusaha melupakan, karna semakin berusaha, semakin menyakitkan.

Andai Waktu, Aku dan Kamu

Lama aku berjalan memutari waktu, hanya tuk temukanmu.
Andai waktu berhenti dan kau telah didepanku, ku tak perlu lagi mencarimu.
Ingin waktu itu segera tiba.
Kan kupeluk erat dirimu tuk melepaskanmu.
Andai aku tak pergi jauh mungkin ku kan slalu menemukanmu dan tak perlu memelukmu erat. Andai kau nyatakan rasa yang sama mungkin aku tetap di sana.
Menjaga rasaku untukmu selamanya.
Andai waktu tak memisahkan mungkin aku sudah ada di dekatmu dan tak mengharap tuk bertemu denganmu.
Andai waktu memahami perasaanku, mungkin ia akan segera mempertemukanku.
Andai aku, waktu dan kau bersama selalu.

Sayap Sementara

Ku bentangkan kedua sayapku
Tuk bisa jauh terbang tinggi
Agar ku temukanmu
Ku arungi langit yang berlapis
Hanya untuk mencari jejakmu
Belum usai perjalananku
Tapi kau hilang
Kau tak meninggalkan jejak
Kau tak terdiam di tempat itu
Harus kemana aku mencarimu?
Harus kemana aku menemukanmu?
Sayapku tak bisa bertahan lama
Sayapku akan patah di pergantian waktu
Aku takkan bisa terbang lagi
Dan aku takkan bisa menemukanmu
Sayapku sayap sementara
Yang kan hilang ketika kau hilang

Ternyata

Seluas samudra, rasa ini
Sedalam lautan, rindu ini
Smakin membekas dan membekas
Terpendam, tak terucap
Itulah cintaku
Smakin tersudut, smakin terkikis
Ingin kuhapuskan dahagaku
Kan kucari oase
Di gurun yang penuh fatamorgana
Ku kelilingi duniamu
Untuk dapat menemukan hatimu
Ku selami dasar samudra hatimu
Agar ku tahu makna cintaku
Ternyata kau tak bisa terganti
Ternyata aku selalu haus tanpamu
Ternyata ombak mengikisku
Meski ku bersama duniamu
Ternyata ku tak bisa temukanmu

Tapi

Sejenak mendesah
Menatap hampa kosong di depanku
Tiada lagi angin itu
Dan juga dirimu
Ku mulai menghapus coretan tinta,
yang tergambar bersama dulu
Meski hanya sebiji mentimun pun aku tak ragu
Tapi,
Ternyata masih saja tersisa bayangmu
Dalam dimensi warna hariku
Dulu aku mengikatmu seperti tali
Tak ingin berpaling darimu
Meski aku tak tahu hatimu
Tapi,
Tak peduli lagi diriku akan gelombang itu
Yang ku mau kini,
Pergi dari sisi itu
Karena di sisi itu ada kamu

Cobalah

Ku pijakkan kaki ku pada pasir bernyawa
Mencari jalan pintas hilangkan kecewa
Tapi luka berbalut dengan luka
Perih tak bersenyawa
Cobalah ukir cinta itu sampai ke sana
Hingga berakhir pada penjara cinta
Penjara yang kelu tak berbicara
Berbisik pun tak ada jawabnya
Cobalah daki gunung, lembah berbukit
Hingga hilang usia muda
Usia yang terjamah oleh waktu
Tapi tidak oleh cinta
Cobalah engkau merpati remaja
Hingga waktu kan menjelma menjadi perbatasan cinta

Menepilah

Untuk pasirku yang terkikis
Ku pergi meninggalkan bayang di hatimu
Membekaskan kelam di tempatmu berlabuh
Mungkin aku terganti oleh lekangnya waktu
Suaramu mendesir bersama ombak di hatiku
Memberontak dan mencabik-cabikku
Entah kapan masa akan menggantikanmu di hatiku
Malam menyelimutiku
Dalam hening kesendirian
Slalu mengenang dirimu
Hanya kelamnya hatiku yang bertahta
Menggantikan hadirmu
Menepi
Menepilah kembali
Ataukah aku
Yang harus berlabuh mencarimu