Minggu, 15 Januari 2017

Tahap Perkembangan Karir

Secara teoritik tahap perkembangan karir individu dapat dikelompokkan menjadi 5 tahap perkembangan (Super, dalam Seligman, 1994).

1.       Tahap Perkembangan/Pertumbuhan/Growth (Usia 4 – 13 tahun)
Tahap ini terdiri dari tiga sub tahap yaitu:
a.    Sub Tahap Fantasi/fantasy (4 – 10 tahun) ditandai dengan minat anak berfantasi untuk menjadi individu yang diinginkan, kebutuhan dan menjalani peran.
b.      Sub Tahap Minat/Interest (11 – 12 Tahun) pada sub tahap ini tingkah laku yang berhubungan dengan karir mulai dipengaruhi oleh hal-hal yang menjadi kesukaannya. Hal yang disukai atau tidak disukai menjadi penentu utama aspirasi dan aktivitas.
c.       Sub Tahap Kapasitas /capacity (13 – 14 tahun) anak mulai mempertimbangkan kemampuan pribadi dan menaruh perhatian pada persyaratan pekerjaan yang diinginkan.

2.       Tahap Eksplorasi/Exploration (14 – 24 tahun)
Tahap ini terdiri dari tiga sub tahapan yaitu:
a.  Sub tahap Tentatif/Tentative (14 – 17 tahun) menentukan pilihan pekerjaan dengan mempertimbangkan bidang kerja dan tingkat pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan, minat, kapasitas, nilai dan kesempatan.
b.     Sub Tahap Transisi/Transition (18 – 21 tahun) sub tahap ini merupakan periode peralihan dari pilihan pekerjaan yang bersifat sementara menuju pilihan yang bersifat khusus.
c.    Sub Tahap Percobaan/ Trial (22 – 24 tahun) sub tahap ini melaksanakan pilihan pekerjaan dengan memasuki dunia kerja.

3.       Tahap Pembentukan/Establishment (25 – 44 tahun)
Tahap ini terdiri dari dua sub tahap, yaitu:
a.   Sub Tahap Percobaan dengan Komitmen/trial with commitment (25 – 30 tahun) individu merasa nyaman dengan pekerjaan, sehingga ingin terus mempertahankan pekerjaan yang dimiliki, tugas perkembangan pada masa ini adalah menstabilkan pilihan pekerjaan.
b.  Sub Tahap Stabilisasi/Stabilization(31 – 44 tahun) pola karir individu stabil, menetapkan pilihan pekerjaan agar memperoleh keamanan dan kenyamanan dalam bekerja, melakukan peningkatan dalam dunia kerja dengan menunjukkan perilaku yang positif dan produktif dengan rekan kerja.

4.       Pemeliharaan/Maintance (45 – 64 tahun)
Pada masa ini mempertahankan posisi pekerjaan tersebut dengan cara meningkatkan kapasitas/pengetahuan baru dan bersaing dengan rekan kerja yang lebih muda. Individu harus memiliki kemampuan bersaing  dengan rekan kerja, siap dengan perubahan teknologi, memenuhi tuntutan keluarga, berkurangnya stamina, sanggup mengerjakan tugas dengan lebih baik, memperbaharui pengetahuan dan ketrampilan, berani melakukan pekerjaan yang berbeda dan menghadapi tantangan baru.

5.       Penolakan/Decline (lebih dari 65 tahun)
Tahap ini terdiri dari dua sub tahap yaitu:
a.       Sub Tahap Decelaration (65 – 70 tahun) mulai mengurangi tingkat pekerjaan secara efektif dan mulai merencanakan pensiun.

b.      Sub Tahap Retirement (lebih dari 71 tahun) individu mulai menarik diri dari lingkungan kerja.


Sabtu, 14 Januari 2017

Pesona Pulau Tiban, Kendal

Iseng ikut orang tua ke sebuah pesta pernikahan di daerah Weleri, Kendal browsing tempat wisata. Pepatah berkata sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, jadi mumpung di Kendal sekalian refreshing sekeluarga. Setengah mikir mau ke Pantai Moro dengan mercusuar 40 meternya. Ya kan nggak mungkin ngajak orang tua naik mercusuar 40 meter tingginya. Bisa kebayang pasti beliau memilih nunggu di bawah. Muncullah alternatif pilihan lain Pulau Tiban di google. Mata berkilau, bersinar cerah. Langsung nyeletuk kita ke situ yuk! Mungkin bawaan dari orang tua juga kali ya suka cari-cari jalan yang belum pernah dilewati akhirnya YES bersedia.

Dari Weleri ada beberapa cara untuk sampai. Tapi berhubung selalu terlewati jalannya, akhirnya kami belok kiri di Masjid Agung Kendal, lurus sampai pertigaan terlihat papan petunjuk Kartika Jaya belok kiri, kemudian ada papan petunjuk lagi belok kanan ikuti jalan. Ada pertigaan belok kiri terlihat selamat datang desa wisata Kartika Jaya. Setelah melewati masjid terlihat papan ke arah kanan Wisata Pulau Tiban. Agak ragu juga waktu belok karena jalannya semakin sempit dan payahnya kalau sampai berpapasan mobil akhirnya kami bertanya penduduk setempat. Ya jalan kami sudah benar mantap saja. Akhirnya lega saat melihat papan parkir pulau tiban. Akhirnya sampai juga dengan bantuan GPS menuju Kartika Jaya (karena kalau search lokasi pulau Tiban nggak ke detect).


Di sekitar loket pembelian tiket akan terlihat plang Wisata Pulau Tiban. Terlihat sungai yang menjadi titik untuk menuju lokasi pulau Tiban. Dengan membayar Rp 14.000,- dengan akses perahu, Rp 20.000,- dengan akses speedboat. Sepertinya terdapat kenaikan biaya Rp 1.000,- per 1 November 2016 dengan akses perahu karena hasil broswingan dulunya Rp 13.000,- HAHA Berhubung operator speedboat sedang sakit kami naik perahu saja. Dengan tiket masuk segitu kita bisa menikmati perjalanan menyusuri sungai hingga sampai ke Pulau Tiban. Di perjalanan kami melihat ada beberapa penduduk sekitar yang menangkap ikan nyebur tinggi air hanya selutut. WOW

Dalam bayangan, awalnya seperti Rawa Pening. Warna airnya dan bentuk perahunya. Tapi setelah terlihat dari jauh pohon-pohon pinus melambai-lambai menyuruh kami untuk cepat sampai dermaga. 

Selamat datang di Pulau Tiban. Nih, tanda sudah sampai di Pulau kecil yang konon katanya hasil dari abrasi air laut.

Terlihat pohon bakau yang masih muda di pinggir pulau. Entah kenapa mungkin sedang berjodoh sama mangrove beberapa kali bertemu si pohon. Bedanya ini baby mangrove. HAHA

Sebuah danau kecil di tengah-tengah pulau. Rasanya jadi pengen nyebur. 


Pulau Tiban ini kecil sih tapi sensasi tiupan anginnya sepoi-sepoi. Coba ada persewaan tikar dan bantal langsung tidur siang di situ di bawah pohon pinus yang adem.


Kalau mau bermain air, guling-guling bisa. Di situ ada toilet, mushola, kantin, tempat duduk dari bambu. Pernah baca katanya ada persewaan sepeda untuk keliling tapi sampai di sana zonk tidak ada. padahal sudah membayangkan bersepeda keliling pulau kecil itu.


Setelah puas mendinginkan pikiran akhirnya kami memutuskan kembali. Tidak lama menunggu perahu sudah ada perahu yang berisi beberapa orang jadi langsung jalan. Hanya sekitar 15 menit menyusuri sungai kami sampai lagi di daratan.

Terima kasih google karenamu aku menemukan tempat indah di pulau Jawa. Biarpun belum bisa ke Raja Ampat tapi naik perahu balik ke daratan rasanya udah membayangkan sampai di sana. HIHI

Pelajaran perjalanan kali ini adalah kebersamaan bersama orang tua di usia quarter of life. Masih bisa melihat mereka tersenyum dan saling melengkapi. Aduhai baper maksimal. Belum bisa membahagiakan beliau hanya ini yang bisa dilakukan meluangkan waktu di sela-sela kesibukan untuk hangout bareng. Betapa berharganya waktu dan kebersamaan. Suatu saat pasti akan merindukan hari-hari seperti ini.

Perjalanan ke Pulau Tiban Finish.